
BAB 31.
Sementara Rani, kini sedang mengumpulkan data untuk segera mengurusi Gugatan cerai nya pada Denis. Saat Rani sesang fokus dan sibuk mengumpulkan berkas nya.
Tiba-tiba Denis datang, Denis menetap selebaran kertas yang berserakan di meja itu. Denis terlihat geram dan kesal pada Rani.
Rani sampai takut akan Expresi wajah Denis saat itu.
"Apa ini maksud nya, Hah ?? " Teriak Denis pada Anita.
Rani yang ketakutan, akhir nya memberanikan diri untuk menjawab pertanyaan Denis.
"Kenapa kau bertanya, jika kau sudah tau jawaban nya apa !! " Jawab ketus Rani.
Denis masih menahan emosi nya, karna yang Denis lihat Rani hanya mengumpulkan berkas.
"Ingat Ran, sampai kapan pun aku tidak akan pernah menceraikan kamu !! " Ucap Denis menekan pda Rani.
Rani tertawa, " Heh .. atas dasar apa kamu mempertahan kan aku, Hah ?? Aku tidak perduli, jika kamu tidak akan menceraikan aku. yang aku tau aku lah yang akan menceraikan kamu !! Lagian apa susah nya sih kamu, kamu akan lebih enak hidup dengan satu istri. beban kamu akan berkurang Bung !! "
"Jangan kurang ajar ya kamu !! jika ini masalah nya, karna aku belum kasih kamu Uang bulanan. itu bukan berarti aku merasa terbebani atau tidak mampu !! " Teriak Denis.
"Lalu apa ?? hah !! " Teriak Rani dengan cepat.
__ADS_1
Denis tidak langsung menjawab pertanyaan dari Istri nya, karna sebenar nya Denis memang merasa keuangan nya banyak terpakai oleh. Gwen akhir-akhir ini.
"Ya .... itu karna, Dana nya belum turun !! " Ucap Denis mencari alasan.
Rani kembali Tertawa, Denis semakin Jenga di buat nya. " Belum turun dari mana Bung ?? Sudah lah, aku memberikan keringanan untuk mu. jadi kamu tidak usah Capek-capek mengurusi perceraian kita, biar aku yang mengurus nya. Paham !! " Ucap Rani jijik pada Denis.
"Sekali lagi kamu bilang perceraian, jangan salahkan aku jika aku mulai berani menyakiti mu. " Ancam Denis pada Rani serius.
"Apa kamu bilang, akan mulai berani menyakiti aku !! kamu bilang mulai berani ?? Bukan nya dari kemarin-kemarin kamu sudah mulai menyakiti aku, Hah ?? " Teriak Rani.
Denis menatap Rani dengan penuh emosi, Rani semakin terlihat berani pada Denis, Denis merasa Rani tidak main-main kali ini.
"Heh ... wanita mandul !! Jangan banyak tingkah, Bukan nya bersyukur aku masih mau cari cara supaya kita bisa mempunyai Anak, jika aku tidak bertemu dengan Gwen, sampai kapan aku berharap terus sama Rahim kamu yang tidak bisa memberikan aku keturunan, hah ?? " Teriak Denis semakin menjadi kali ini.
Rani seperti kalah saat ini, saat diri nya mendengar kata-kata mandul dari Denis, karna itu lah kelemahan Rani saat ini, Rani tidak kuat ketika mendengar Kata-kata mandul yang di lontarkan pada diri nya.
"Nangis ... nangis aja terus !! Apa kamu baru merasa, kamu ini wanita mandul. Hah ?? " Teriak Denis.
Rani masih menatap kosong dengan terngiang terus kata-kata mandul di telinga dan pikiran nya. seakan-akan Denis tau kelemahan Ranu kali ini adalah menyebut diri nya dengan sebutan Wanita mandul.
"Cukup Denis .... cukup !! " Teriak Rani sambil menutupi telinga nya menggunakan kedua telapak tangan nya.
Denis pun terdiam saat Rani berteriak histeris pada nya.
__ADS_1
"Kau boleh mengatai ku apa pun !! Ya ... memang kau benar, aku wanita mandul. Aku bukanlah wanita sempurna, Apa kau tau dengan sifat baru mu ini, setidak nya aku sudah tau dan aku menyesal, sudah mempercayai mu di banding kan kedua Orang tua ku !! semakin susah nya hati ini untuk menyimpan rasa cinta ku pada mu Denis, dan apa kau tau Rasa cinta itu sudah semakin terkikis setiap detik nya, dan akhir nya akan membekas kan rasa penyesalan, penyesalan karna telah memutuskan untuk hidup bersama diri mu !! " Ucap Rani mengerat kan ucapan nya.
Denis merasakan sebuah torehan di hati nya, karna mendengar rasa cinta tidak ada lagi di hati Rani untuk nya, Denis menatap Rani saat Air mata Rani terus mengalir namun wajah nya di penuhi dengan rasa emosi.
Rani melemparkan Denis dengan Berkas-berkas yang ada di sekitar nya, Rani mau Denis segera pergi dari hadapan nya, Denis sesekali memperkuat pertahanan nya dari amukan Rani, Denis merasa Rani semakin tidak bisa di kuasai.
Sehingga Denis memutuskan untuk segera pergi dari Rumah yang di tempati Oleh Rani.
Sementara di tempat Lain Gwen sedang memutar otak nya, Keberadaan Gwen saat ini mulai terasa ter ancam oleh ancaman yang di keluarkan oleh Rani di toko perhiasan itu.
Gwen sangat geram pada Rani, ingin sekali Gwen menyingkirkan Rani di muka bumi ini dengan sekejam saja, namun Gwen tidak mau terburu-buru.
Gwen harus menyusun rencana dengan Rapih, sehingga Gwen tidak akan merasakan kembali keberadaan nya telah terancam.
Gwen berpikir Rani saat ini hanyalah seorang diri, Gwen berpikir bahwa Rani tidak ada satu orang pun yang akan melindungi nya saat ini.
Sehingga Gwen berpikir, akan sangat mudah memberikan pelajaran terhadap Rani kapan pun dia mau, ada pun Denis. Gwen rasa Denis tidak akan mungkin mempercayai perkataan Rani dan kan lebih memilih Gwen di banding kan Rani.
Gwen tersenyum Licik, merasa sudah mendapat ke untungan karna kini Denis sudah berada di bawah kekuasaan nya.
Masih di tempat yang sama, Rani terus menangisi rasa sakit di dalam hati nya. Rani semakin ingin mempercepat Proses Penggugatan Cerai nya, dengan cepat Rani berdiri dan kembali mempersiapkan Berkas-berkas yang ia perlukan, untuk segera mendaptar kan nya di Pengadilan Agama.
Dengan begitu setidak nya Rani tidak akan mendapatkan Penghinaan dari Denis lagi,
__ADS_1
Rani tidak memikirkan dampak buruk apa yang akan dia terima nanti nya, entah itu perlakuan kasar dari Denis atau bahkan lebih dari itu.
Yang Rani ingin saat ini hanyalah cepat berpisah dari Denis, dan ingin beranjak pergi dari Zona tidak nyaman ini.