
BAB 81.
Alex masih termenung di tempat yang sama, Suara pintu ruangan Alex Tiba-tiba terdengar ada yang mengetuk.
"Tok ... tok .... tok ...."
Alex merapihkan diri nya sendiri dan duduk dengan tegap.
"Iya Masuk !! " Jawab Alex tegas.
Datang lah seorang pemuda yang akan ingin mengajukan kerjasama bersama dengan Alex sesuai perintah dari atasan nya.
"Silahkan ... silahkan Masuk Pak !! " Sapa Alex sopan.
Dia Erik, Erik mendatangi Tuan Alex sesuai perintah dari Devan, karna Devan tau bahwa perusahaan Alex kini sedang maju pesat dan Devan ingin mengajukan kerja sama di suatu bidang yang berhubungan dengan perusahaan nya.
Alex masih biasa berbicara dengan Erik, Alex sedang tidak ingin bekerja sama dengan siapa pun saat itu, tapi Inggin menghargai Erik, dengan memeriksa semua pengajuan yang Erik bawa atas nama perusahaan nya.
Saat Alex mengetahui nama perusahaan nya, Alex langsung terkejut dan membenarkan posisi duduk nya agar lebih tegap.
"Ini kan perusahaan yang sedang Rani pegang ? dan disini pun tertulis nama pimpinan Devan. " Batin Alex tanpa suara.
"Baiklah saya bisa memberikan kesempatan ini !! Tapi saya harus tau terlebih dahulu karakter dari pimpinan anda yang bernama De .... Van !! " Ucap Alex sambil menyimpan beberapa berkas itu.
Erik sangat senang mendengar nya, karna jika Perusahaan Alex mau bekerjasama dengan perusahaan nya, Erik akan mendapatkan bonus besar.
"Terima kasih Pak, anda bisa langsung datang ke perusahaan kami !! atau jika perlu saya akan membicarakan degan Pak Devan agar beliau menemui Bapak. " Jawab Erik sangat meyakinkan.
"Boleh ... boleh, tapi sebelum saya menemui atasan kamu, saya ingin mengetahui nya terlebih dahulu dari mulut kamu !! " Ucap Tegas Alex menatap Erik dengan sungguh-sungguh.
Erik sungguh tidak mengerti denan tatapan Alex itu, yang terlihat seperti ingin mengetahui sesuatu. Erik masih terdiam.
__ADS_1
"Posisi kamu di sana sebagai apa ? " Tanya Alex sekedar meyakinkan.
"Saya sebagai pendamping Pak Devan Pak, bisa di bilang saja tangan kanan Pak Devan. " Jawab Erik masih menahan rasa penasaran nya.
Alex menyenderkan badan nya, " Kenapa di saat aku kecewa terhadap Rani, Tuhan mengirimkan ku Orang untuk lebih gampang mencari tau apa yang sebelum nya aku ingin tau tentang si Devan itu. " Gumam Alex dalam hati nya.
Alex memperhatikan wajah Erik. " Begini saja, kamu tau kan perusahaan yang saya punya dimna pun itu, mempunyai Team untuk mencari tahu baik atau buruk sebuah perusahaan yang akan menjalin kerja sama dengan perusahaan saya, karna ... perusahaan mana pun yang bekerja sama dengan perusahaan saya tidak pernah mengalami kegagalan malah akan semakin maju, jadi ... ceritakan apa yang kamu tau dan jangan coba-coba berbohong Karna saya akan tau jika kamu berbohong nanti nya, dan itu akan berdampak untuk hidup kamu. " Tiba-tiba tanpa habis pikir Alex mengancam Erik tanpa basa-basi.
"Loh Pak, ko seperti ini ya ? " Jawab Erik heran.
"Ya ... ya itu terserah kamu, kamu sudah masuk ke dalam perusahaan saya, dan kamu tidak boleh mempermainkan saya !! " Ucap Keras Alex dengan wajah galak nya.
"Sebenar nya siapa Bapak ini sebenar nya ? dan apa yang Bapak ingin kan. " Ucap Erik karna melihat Tuan Alex yang hampir saja menekan nya.
Alex bertepuk tangan dengan pikiran cepat yang di tangkap oleh Erik. "Asal kamu tau !! saya kenal dengan pemilik perusahaan ini, dan saya menemukan kejanggalan KARNA .... saya menemukan pengalihan atas nama kepemilikan asli nya, menjadi nama DEVAN. " Jawab Alex berhasil membuat Erik tersudut.
"Kamu terlibat ? kamu akan tau akibat nya. " Sambung Alex pada Erik dengan keras.
Alex paham bahwa Erik sedang berada dalam ancaman Devan.
"Ceritakan semua nya pada saya, dan kamu bisa lepas dari ketergantungan kamu dari Si Devan itu. " Ujar Alex geram pada Devan.
"Jangan takut Rik, anak buah saya lebih banyak dari keberanian yang Devan miliki. " Sambung Alex menenangkan Erik.
Mau tidak mau Erik harus menceritakan semua nya, dan Erik sudah pasrah jika tubuh nya akan di cehcar habis oleh Devan.
Erik menceritakan semua kebusukan Devan saat mengurusi perusahaan, dan Alex dapat melihat kekecewaan dan emosi pada diri Erik saat menceritakan tentang Devan.
Alex mengangguk paham dan Alex membiarkan Erik untuk diam sejenak dan menyuruh nya untuk minum, sebelum Alex menanyakan hal lain pada Erik.
"Lalu bagaimana dengan Rani ? " Tanya Alex membuat Erik tersendak saat meneguk air minum itu.
__ADS_1
"Nona Rani ? Dia wanita yang baik Pak, dia Wanita pemberani namun sayang keberanian Nona Rani sudah lebih dulu di patahkan oleh kelicikan Pak Devan. " Ujar Erik merasa kasihan.
"Terjebak ? bagaimana bisa ? dia kan pemilik tunggal perusahaan itu ? " Tanya Alex tau jika Rani pasti akan lebih gampang Devan manfaat kan karna Rani belum cukup bekal untuk terjun kedalam sebuah perusahaan.
"Ya itulah Pak, Pak Devan selalu memanfaatkan kelemahan lawan nya dengan jebakan dia sendiri !! " Ujar Erik.
"Dengan jebakan apa Rani bisa ada dalam kekangan Devan ? " Tanya Alex tanpa jeda.
Erik menyodorkan sebuah tontonan Vidio yang memperlihatkan kebusukan Devan pada Rani.
Alex emosi dan mengepalkan tangan nya sempurna, namun di samping itu Alex lega karna Devan tak sampai meniduri Rani sesuai yang ia sangkakan pada Kekasih nya itu.
Alex mengusap kasar wajah nya si hadapan Erik. Alex berpikir sejenak.
"Begini saja Rik, saya akan menandantangani surat perjanjian kerja sama ini !! dan kmu berikan pada atasan kamu, jangan sampai kamu mengatakan tentang rasa keinginan tau saja pada Devan. " Ujar Alex yang mengingat kerjaan penting yang belum bisa ia tinggalkan.
"Baik Pak, malah saya lebih takut jika Bapak yang mengatakan nya ! karna saya masih butik pekerjaan itu. " Ujar Erik sendu.
"Jangan khawatir, saya akan mengatur yang terbaik untuk Orang tua kamu di Rumah sakit, jika perlu saya akan memindahkan nya ke rumah sakit yang lebih besar. " Jawab Alex sambil menandatangani semua berkas nya dengan teliti.
Erik lega mendengar nya dan menymapaikan kata seribu terimakasih pada Alex.
"Tapi saya minta kamu harus terus jaga Rani saat berada di dalam kantor, karna untuk di luar kantor saya sudah menugaskan beberapa anak buah saya untuk menjaga nya, itu pun tanpa sepengetahuan Rani. " Sambung Alex serius.
Alex kagum dan tenang mendengar na, rasa penasaran mulai muncul di benak Erik. " Ma-maaf Pak jika saya Lancang, Sebenarnya Bapak ..... " Erik ingin menanyakan antara Tuan Alex dan Non Rani, namun Alex sudah lebih dulu menjawab nya.
"Rani adalah kekasih ku !! " Jawab Alex sambil menyodorkan berkas yang sudah ia tandatangani.
Erik lebih tidak percaya mendengar nya, Erik merasa datang pada Orang yang tepat.
"Saya beberapa hari ini sibuk dan tidak bisa meninggalkan pekerjaan saya, setelah saya selesai saya akan membongkar semua kebusukan Devan dan melanjutkan hubungan saya bersama Rani. Tapi saya minta sama kamu bersikap lah seperti biasa nya, sebelum saya mengatakan apa yang harus kamu lakukan selanjut nya. " Perintah Alex pada Erik.
__ADS_1
Erik dengan sigap meng iya kan ucapan Alex dengan segenap hati nya, kini beban Alex sudah sangat ringan.