
"Kalau langsung di muntahkan aku tidak akan bisa merasakan nya terlebih dahulu, sepahit apapun masalah itu harus di hadapi bukan di hindari Sayang, Tenang lah semua pasti akan baik-baik saja, itu kan yang selalu Mas katakan pada ku. " Ujar Rani tersenyum tipis.
Perjalanan lumayan jauh karna saat Kak Vera memberi tahu Alex, Alex sudah menempuh setengah perjalanan.
Rani yang sangat nyaman berada di pelukan sang suami sampai tertidur pulas, Alex sengaja tidak membangunkan istri nya.
Elusan lembut dan hangat di lengan Rani membuat Rani nyaman dan sangat mudah baginya tertidur di pelukan suami nya.
Dan akhir nya karna Alex merasa lelah, Alex pun tertidur sejenak.
Perjalanan menuju rumah Alex pun sampai.
"Den .. kita sudah sampai. " Ujar Sopir Alex.
Dengan perlahan Alex membuka mata, melihat istri nya masih tertidur pulas, Alex mengambil sebuah bantal kecil dan ia letakan di bawah kepala istri nya.
"Pak biarkan istri saya tertidur, Bpk tunggu di luar saja ya. " Ujar Alex bergerak perlahan, agar istri nya tidak terbangun.
Namun saat gerakan terakhir Alex, Rani merakan suami nya akan pergi.
"Sudah sampai ya ? " Ucap Rani dengan suara serak nya.
"Sudah sayang, jika mengantuk tidur saja ! atau teruskan tidur di kamar atas saja. " Ucap Alex merapihkan rambut Istri nya.
Rani menggelengkan kepala nya, " Sudah tidak mengantuk ko Mas. "
"Ya sudah diam dulu sebentar, biar kamu tidak merasa pusing nanti nya. " Alex membantu membenarkan posisi duduk Istri nya.
Sebegitu nya sikap Alex pada Rani, yang selelu tidak ingin melihat istri nya merasa tidak nyaman atau sakit sedikit pun.
Alex melihat ke arah perut Rani, semakin hari semakin terlihat perubahan nya, semangat Alex kembali besar tak sabar menunggu sang buah hati hadir di samping nya.
"Kamu jangan terlalu capek ya Sayang. Lihat tuh perut kamu semakin hari semakin kelihatan, kamu harus sehat. " Ujar Alex mengelus peug Istri nya.
"Iya Sayang ia, tenang saja ! Ayok kita turun ? " Ajak Rani.
__ADS_1
Sementara Alex sangat enggan untuk turun, dan masuk ke dalam rumah nya.
"Ayok ! " Ajak Rani kembali pada Alex.
"Ya sudah ayok. " Jawab Alex sama-sama memegang pegangan pintu mobil nya untuk keluar dari mobil yang mereka naiki.
Rani berjalan menghampiri Suami nya, sambutan tangan Alex pun seketika menyambut hangat Rani dan kedua nya masuk ke dalam rumah dengan bergenggaman tangan.
Sesampai nya di depan rumah, Alex mendapati beberapa orang di dalam nya, ada sekitar 4 sampai 6 orang di dalam rumah.
Kak Vera sedang memasang wajah bingung saat berbicara dengan orang-orang itu.
"Lex ? " Ujar Kak Vera, seketika Kak Vera merasa sudah menemukan jalan keluar nya.
"Kak ! Ada apa ini ? " Tanya Alex menatap wajah Kak Vera dengan bingung.
"Duduk dulu Lex, duduk Ran ! " Ujar Kak Vera agar Alex dan Rani duduk di samping nya.
Rani dan Alex duduk di samping Kak Vera, dengan tangan masih menggemgam satu sama lain nya.
"Kakak dari tadi ngomong masalah dan masalah, masalah apa kak ? jangan bikin aku pusing dan bingung deh kak. " Jawab Alex semakin tak karuan.
"Sabar Mas. " Usap Rani pada lengan Alex.
"Kakak bingung harus menjelaskan nya bagaimana, karna Kakak pun masih syok dan bingung harus apa dulu yang di jelas kan. " Jawab Kak Vera.
"Coba jelaskan pada saya, apa alasan anda datang ke rumah saya serombongan seperti ini ? " Tanya Alex tegas pada semua orang yang ada di hadapan nya.
"Kami di sini sebagai korban dari Ibu anda Tuan, dan kami ingin menjenguk Hak kami masing-masing. " Ujar salah satu orang itu.
"Korban ? Apa maksud nya ? " Sabung Alex.
"Mommy mana Kak ? Mommy mana ? " Tanya Alex dengan nada tinggi pada Kakak nya.
"Mommy ada di kamar dia syok dan mengurung diri di kamar. " Jawab Kak Vera.
__ADS_1
Rani tahu ini masalah sangat lah pelik bagi keluarga Alex, sampai-sampai Ibu nya Alex syok dan tidak mau keluar dari kamar nya.
"Ibu anda sudah menggelapkan dana yang sudah kita sepekati sebelum nya, dan ini berkas-berkas atau bukti antara kami dan Ibu anda, " Timpal salah satu orang itu.
Alex melihat dan membaca setiap lembar di Map biru tersebut.
Beberapa detik Alex fokus pada berkas itu, semakin selembaran itu mau habis ia baca semakin geram wajah yang ia tunjukan.
"Mommy keterlaluan, bisa-bisa nya menaruhkan semua aset demi mendapatkan apa yang dia ingin kan, Ahhhhggghhhhh ..... " Dengus Alex melempar semua berkas itu.
"Sayang tolong telpon Petra agar segera datang ke sini. " Bisik Alex pada Rani.
Tanpa jawaban Rani langsung menghubungi Petra.
"Kak jika kita ingin Mommy bebas dari ancaman hukuman nya, kita harus mengembalikan hak mereka yang sudah Mommy ambil selama ini. " Jelas Alex pada Kakak nya.
"Kenapa Mommy sampai seperti ini sih Lex ! selama ini kamu tidak pernah mebiarkan Mommy kekurangan, laku kemana uang ini Mommy bawa Lex. " Tanya Kak Vera dengan linangan air mata.
"Mommy sudah bermain di area permainan, yang dia sendiri pun tidak tahu cara bermain nya seperti apa dan bagaimana. " Jawab Alex mengusap kasar wajah nya.
Mungkin hukuman karma dari kedua Orang tua Rani kini sedang mengahajar Ibu nya Alex, sehingga Alex merasa pusing menghadapi nya.
"Saya akan urus masalah ini dengan kuasa hukum saya, jika Ibu saya terbukti bersalah maka apa yang sudah menjadi hak kalian akan saya kembalikan berapa pun itu, tapi jikalau seandai nya ada penipuan di kasus ini, jangan harap saya tinggal diam, dan saya akan pastikan kalian lah yang akan membayarkan kerugian ini pada keluarga saya. PAHAM ? " Ucap keras Alex.
"Silahkan saja Pak, kami tidak takut. Dan satu lagi Pak, semakin anda mengurusi semua nya, semakin cepat kami akan mendapatkan apa yang sudah menjadi hak kami seceoat nya. " Jawab para orang itu pada Alex.
Alex menyenderkan tubuh nya dengan kasar pada senderan kusri ini, Rani mengusap lengan Alex dengan sangat menyakinkan, bahwa semua nya akan baik-baik saja.
Alex hanya terdiam dan sangat lelah, nafas nya seketika terasa sakit dan malas untuk menghadapi nya.
"Kenapa Mommy malah mengurung diri di kamar ? bukan nya menghadapi malah menghindar." Uajr Alex di dengar oleh Kakak nya.
"Kalau bukan kita siapa lagi Lex yang melindungi Mommy Lex. " Sambung Kak Vera.
"Tapi setidak nya Mommy harus tahu dampak yang ia perbuat itu apa Kak. " Jawab Alex kesal.
__ADS_1