Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
BAB 121. Kebahagiaan.


__ADS_3

"Rani lagi Rani lagi. Gak anak nya gak orang tua nya sangat menyebalkan. " Dengus Ibu Alex.


"Ya ampun Mom, sudah lah. Alex sudah menikah loh Mom, Mommy masih aja ga suka sama Rani, padahal dia peduli banget loh sama Mommy. " Bantah Kak Vera.


"Apa ? Peduli ? kalau peduli, Gak mungkin dia membuat Alex terus dekat dengan nya di banding dengan Ibu kandung nya. " Jawab Ibu nya.


"Vera gak ngerti deh Mom, kenapa Mommy gak suka sekali sama Rani, apalagi tuh, sekarang ! Mommy malah bawa-bawa orang tua Rani, memang Mommy sudah pernah ketemu ? memang Mommy kenal sebelum nya ? Vera semakin gak ngerti Mom. " Ujar Kak Vera putus asa dengan keadaan.


Tiba-tiba Ibu nya tersenyum nyinyir, " Asal kamu tahu Ve, yang menyebabkan Papih kamu meninggal itu adalah Orang tua Rani. "


Seketika Kak Vera merasa hati nya terasa tertusuk benda tajam yang tembus melewati hati nya.


"Apa ? maksud nya ? " Tanya Kak Vera pilu.


"Ya, karna waktu itu Papih kamu memiliki hubungan baik dalam pekerjaan dengan Ayah Rani, karna Ayah kamu lebih berkembang pesat di banding Ayah Rani, Ayah Rani beralibi seolah-olah Papih lah yang bersalah."Jelas Ibu nya seolah-oleh sengaja agar anak nya ikut benci pada keluarga Rani.


"Aku semakin tidak paham, entah karna aku saat ini sedang tidak bisa berpikir atau bagaimana, tapi aku merasa tidak percaya dengan apa yang Mommy katakan ! " Timpal Kak Vera.


"Ya Mommy paham dan Mommy sudah bisa menebak nya. Kamu pasti tidak akan percaya akan penjelasan Mommy ini, Tapi tidak apa-apa baik Alex mau pun kamu, Mommy sudah bisa menebak jika kalian lebih berpihak pada Rani, ketimbang kepedihan Mommy saat kehilangan Ayah kandung kalian. " Ujar Wanita yang sudah tidak muda lagi itu.


"Bukan begitu Mom, apapun masalah di masa lalu itu tidak akan ada gunanya kita ungkin di masa sekarang, masih ada banyak hal yang perlu di selesaikan. Lihat Alex, Apa Mommy tidak melihat raut wajah nya ? Dia siap, dia ikhlas kehilangan ini semua. Tapi lihat ada segaris kekecewaan di wajah nya. " Timpal Kak Vera.


Sungguh bak hati sekeras batu, bukan berdamai dengan hati dan pikiran nya terhadap Rani, malah tidak ingin memikirkan nya sama sekali.


Saat itu pun Kak Vera lebih memilih untuk pergi dari hadapan Ibu nya, Kini ia merasa jika Alex tidak salah saat mengambil sikap pada Ibu nya, jangan kan kata Maaf kata penyesalan pun tidak keluar sedikit pun dari mulut Ibu nya.


Entah apa yang ada di otak Wanita itu, apa karna merasa ke dua anak nya tidak akan mungkin meninggalkan nya ? Sehingga dia selalu mempertahan kan ego nya itu.


Hari itu berlalu...


Sebelum putusan pengadilan di ucapkan, Alex dan juga Rani selalu menghabiskan waktu nya masing-masing.


Alex yang sibuk dengan pekerjaan nya, dan setelah itu sibuk dengan kasus yang harus di hadapi Ibu nya. Membuat nya jarang pulang ke rumah Rani dalam beberapa hari itu.


Dan Rani berusaha mengerti akan kondisi suami nya itu, perasaan kesal akan kerinduan pasti ada di dalam hati Rani.


Namun karna Rani selalu berpikir dewasa, Rani lebih sering menghabiskan waktu nya di butik dan tak lupa selalu menelpon Alex dalam waktu luang nya.


Di tempat lain Petra semakin yakin bahwa kasus itu benar-benar akan menjerat Ibu nya Alex, walaupun ada seseorang di belakang Ibu Alex namun tidak ada cukup bukti untuk menyalahkan nya, karna semua atas nama Ibu Alex tidak ada nama orang lain.


Dan kini giliran Petra yang akan menemui Ibu nya Alex yang kini sedang menjadi kliennya nya.


Petra sengaja tidak mengajak Alex yang kini sedang sibuk dengan pekerjaan nya, selain itu Petra pun tidak mau saat bertemu dengan kliennya nya itu yaitu Ibu Alex, Ibu Alex menjadi seenak nya, karna merasa ada yang akan membela nya.


Petra tak menunggu waktu lama lagi, Petra langsung bergegas menuju rumah Alex tapi sebelum itu Petra memberitahukan pada Alex alasan kedatangan diri nya itu.


Alex menyerahkan semua nya pada Petra.


Sesampai nya di depan rumah Alex, Petra di sambut oleh Kak Vera.


"Siang ... " Sapa Petra.


"Siang, eh Petra ! mana Alex ? " Jawab Kak Vera menanyakan Alex.


"Alex tidak ikut Kak, saya kesini ada perlu dengan Tante. Apa ada ? " Ujar Petra dengan tas hitam di tangan nya.


Degg .... perasaan Kak Vera langsung tertuju pada kasus yang melilit Ibu nya itu.


"Emm .. a-ada sialahkan masuk ! " Jawab Kak Vera dengan wajah khawatir.


Petra menganggukan kepala nya dan tersenyum lalu masuk ke dalam rumah Alex.


Petra duduk senyaman mungkin sambil menunggu Ibu nya Alex datang menemui nya.


Tak lama Orang yang di tuju pun datang menghampiri diri nya.


"Petra ? " Ucap Ibu Alex.


"Iya Tan, bagaimana kabar Tante ? " jawab Petra.


"Ya begini lah saya, seperti yang kamu lihat ! Mana Alex ? " Tanya Ibu Alex.

__ADS_1


"Oh ... Alex tidak ikut bersama saya Tan, dia sedang sibuk ! " Timpal Petra, sudah menduga Alex lah yang di cari.


Mereka pun duduk kembali.


"Emm ... jadi begini Tan, saya kesini untuk membahas perkara yang sedang Tante hadapi. Dan semua nama yang sudah Tante berikan baik itu korban ataupun teman-teman Tante yang terlibat sudah saya selidiki. Dan ... " Jelas Petra namun di potong oleh Ibu nya Alex.


"Tolong, di kasus ini saya pun sebagai salah satu korban. Kamu jangan bicara seolah-olah saya adalah pelaku besar dalam kesalahan ini. " Sambung Ibu Alex tegas.


Petra mencoba menenangkan pikiran nya, mencoba sabar dan ingat bahwa wanita yang ada di depan nya itu adalah Ibu dari Sabahat terbaik nya.


Petra tersenyum datar. " Saya pun ingin mengatakan nya, namun Tante harus tahu, pelaku atau tersangka yang Tante tunjuk ternyata dia aman Tan, mungkin dia sudah menduga ini akan terjadi sehingga sebelum ini terjadi dia memikirkan bagaimana cara nya agar dia tidak terlibat di dalam nya, dan ternyata dia berhasil Tan, tidak ada satu bukti pun yang menunjuk jika dia adalah dalang dari kejahatan ini. " Jelas Petra tak memberi jeda untuk Ibu nya Alex berkelit.


"Kenapa bisa seperti itu ? " Tanya Ibu Alex singkat namun penuh dengan ke khawatiran.


"Seperti yang saya bilang tadi Tan, dia sudah menduga ini bakalan terjadi, coba Tante ingat-ingat lagi. Setiap transaksi baik itu tertulis baik itu tidak tertulis apa nama dia yang tertera dalam transaksi itu ? coba Tante ingat-ingat, saya tidak menemukan nama dia satu pun dalam transaksi itu. Semuaaaaa .... atas nama Tante. "Petra semakin tegas.


Baru kali ini Petra sebagai kuasa hukum tidak bisa menemukan bukti kesalahan satu pun untuk membantu dan meringankan kliennya nya.


Ibu nya Alex merasa syok karna merasa sudah di tipu habis-habisan oleh teman nya itu, sejenak ia terdiam.


Setelah beberapa menit Ibu Alex mulai menanyakan apa selanjut nya harus ia lakukan pada Petra.


Petra dengan lembut menenagkan Ibu nya Alex.


"Kasus ini sedang bergulir di pengadilan Tan, baik tanggal dan waktu nya pun sudah saya kantongi, jadi saat waktu nya tiba Tante harus siap dan hadir ... " Ucap Petra.


"Apa Alex sudah mengetahui nya ? " Tanya Ibu Alex.


"Sudah Tan, Alex pun terpukul mendengar nya. Banyak hal yang ingin Alex lakukan untuk membebaskan Tante, bahkan Alex rela melepaskan semua apa yang dia punya untuk menyelamatkan Tante dari kasus ini, tapi sayang nya itu tidak bisa Tan. " Jawab Petra.


Di situ lah tangis pun pecah antara Ibu Alex dan Kakak Alex. Beruntunglah Alex tidak melihat nya, karna setegar-tegar nya Alex pasti akan lemah jika melihat Wanita yang ia sayangi terpuruk dalam tangisan karna tau hukuman apa yang akan ia dapatkan setelah putusan pengadilan itu.


Kini kasus itu sudah menyebar luas di kalangan atas, Alex merasa malu namun Alex tidak perduli akan cibiran yang ia terima.


Alex tetap berdiri tegak demi orang yang ia sayangi.


Setelah beberapa hari lagi putusan sidang itu akan di lanjutkan kembali, Alex pun kini memilih untuk tidak pergi ke kantor nya terlebih dahulu.


Alex lebih ingin berada di sisi Rani yang selalu berhasil membuat nya lebih tenang.


Alex hanya menganggukan kepala nya.


"Mas, bangun dong ! yuk kita temui Ibu, dia pasti ingin bertemu kamu. Gak baik kamu terus-terusan seperti ini. " Ujar Rani membelai lembut rambut suami nya.


"Mas belum siap melihat kesedihan Mommy, Mas sudah gagal menjadi seorang anak, yang tidak bisa menyelamatkan Ibu nya sendiri. " Jawab Alex lirih menyembunyikan wajah nya di pangkuan Rani.


Rani menggelengkan kepala nya. " Tidak Mas, Mas tidak gagal. Mas adalah anak terhebat yang Ibu Mas punya, tapi ingat negara kita ini negara hukum, tidak semua bisa di selesaikan dengan uang ! Aku pun sedih melihat nya, aku pun sama dengan mu Mas, jika aku bisa aku mau memberikan apa yang aku punya demi menyelamat kan Ibu kamu, tapi .... seperti yang Petra bilang itu tidak akan bisa. " Ujar Rani lembut.


Setelah percakapan itu, Ayah Rani pun mnegetuk pintu kamar Rani, sehingga Alex pun terbangun pada zona nyaman nya.


Rani berjalan dan membuka pintu kamar nya.


"Papah tunggu di bawah ya Nak. Ajak suami mu ! " Ujar Ayah Rani.


"Baik Pah ! " Jawab Rani lembut.


Setelah Rani melihat ayah nya pergi, Rani menutup kembali pintu kamar nya, dan kembali pada suami nya.


"Mas, .... " Ucap Rani yang lalu di potong oleh Alex.


"Ayo Sayang, kelihatan nya ada sesuatu yang penting yang akan di sampaikan. " Sambung Alex.


Rani pun menganggukan kepala nya, baik Alex dan juga Rani keluar dengan bersamaan, memegang tangan satu sama lain.


Alex membantu Rani menuruni anak tangga karna Alex tidak mau Rani tersandung dan jatuh, mengingat usia kandungan Rani yang semakin membesar.


Dan akhir nya mereka pun duduk di mana di sana sudah ada Ayah Rani yang sedang menunggu mereka.


"Ayo duduk Nak. " Ucap Ayah Rani.


Alex bersikap biasa saja saat itu.

__ADS_1


"Nak, Papah sudah tahu kasus apa yang sedang menjerat Ibu mu itu, ya Papah sedikit menyayangkan akan hal yang sudah terjadi ini, dan Papah mau minta maaf karna Papah tidak bisa membantu apa-apa. " Ucap Ayah Rani.


Ucapan Ayah Rani berhasil membuat Alex terenyuh hati nya.


"Iya Pah, Alex tahu pasti masalah ini akan sampai di telinga Papah, Alex pun ingin meminta maaf akan hal ini. " Sambung Alex lirih.


Rani langsung menggenggam tangan Alex dengan erat.


"Papah tidak merasa malu Lex, dan Papah justru ingin menguatkan kamu dalam hal ini, kamu harus tahu Lex, sebenernya Ibu kamu itu harus dari dulu mendapatkan hukuman ini. " Ucap Ayah Rani berhasil membuat Alex menegakkan badan nya.


"Maksud nya Pah ? " Timpal Alex cepat.


"Ya ... kasus seperti ini bukan hanya satu kali saya menimpa orang tua mu, Papah ini salah satu korban Lex, namun saat itu Papah lebih memilih diam saat tahu kedua orang tua mu berbuat curang, namun entah siapa yang melaporkan mendiang ayah mu itu, sehingga Ayah mu merasa tertekan dan akhir nya ajal menjemput diri nya, Tapi Papah yakin Lex Ayah mu itu orang yang baik dan bertanggungjawab, namun orang yang di belakang nya lah yang membuat ia terpaksa melakukan nya. " Jelas Ayah Rani berhasil membuat Alex merasakan perasaan yang entah perasaan apa itu.


"Pah, kenapa harus menceritakan nya sekarang sih Pah, kenapa gak nanti aja. " Ucap Rani.


"Tidak Apa-apa, setidak nya Mas tau Mommy memang dari dulu mempunyai ambisi yang cukup besar, sehingga Papih menjadi korban nya, dan Mas semakin yakin jika ini lah saat nya Mommy mendapatkan hukuman atas apa yang sudah ia perbuat. Sesuai ucapan mu ini adalah negara hukum. " Sambung Alex pada Rani.


"Maaf kan aku Pah, takdir sudah mempertemukan kita dan tidak menyangka ternyata keluarga kita dari dulu memang sudah mempunyai hubungan, oleh karna itu Alex mohon jangan merubah sudut pandang Papah atas diri Alex, Alex sangat mencintai Rani Pah ! Alex harap Papah yang kini sudah menjadi Ayah mertua Alex tidak apak berubah sedikit pun pada diri Alex yang kini sudah menjadi menantu Papah. " Ujar Alex lirih.


Papah Rani merangkul Alex, " Jangan khawatir baik Papah maupun Mommy, tidak akan berubah sedikit pun, kami ada di belakang kalian, dan kami sudah memaafkan kedua orang tua mu Lex. " Ucap Ayah Rani menenangkan Alex.


Dan akhir na Alex merasa lega atas kebenaran yang sudah ia dengar karna itu tidak mengancam posisi nya sebagai menantu di keluarga Rani, selepas apa yang sudah di perbuat Ibu nya pada keluarga Rani.


Hari itu pun tiba, hari dimana Ibu nya Alex harus duduk di kursi dan mendengarkan putusan hakim.


Sebelum memasuki ruang sidang, Alex menemui Ibu nya terlebih dahulu.


Saat kedua nya saling bertemu, tidak ada kata yang keluar dari kedua nya, Alex hanya merangkul dan menciumi Ibu nya.


"Maafkan Mommy Lex, Mommy siap menerima hukuman nya, Mommy sadar, Mommy sudah merasakan hukuman nya saat beberapa hari ini kamu tidak menemui Mommy. " Ucap lirih dan tangis Ibu Alex dalam pelukan nya.


"Alex tidak sedang menghukum Mommy, Alex tidak mau dan Alex tidak siap melihat kesedihan Mommy, maaf kan Alex Mom tidak ada di samping Mommy. " Sambung Alex.


"Tidak Apa-apa Nak, Mommy sudah tau dan paham, Mommy terlalu terbawa dalam sikap esgois Mommy selama ini, Mommy tau itu. Dan Mommy tidak menyalahkan kamu jika kamu lebih nyaman bersama dengan istri kamu, karna dia lah yang mampu menenangkan diri mu, Mommy tau di luar sana kamu sudah melakukan yang terbaik untuk Mommy. " Ujar Ibu Alex membuat siapa pun syok mendengar nya.


Setelah pelukan itu terlepas, Ibu Alex mengalihkan pandangan nya pada sosok wanita yang ada di belakang Alex.


"Bu ... " Ucap Rani.


Ibu Alex hanya menangis dan memeluk Rani.


Alex tak kuasa melihat rangkulan yang Ibu nya berikan pada Istri nya itu.


Alex sangat menyesali kenapa Ibu nya tidak bersikap seperti itu dari dulu.


Kenapa harus menunggu balasan dari perbuatan nya terlebih dahulu, lalu menyesali nya.


Dan setelah itu sebelum memasuki ruang sidang air mata pun sudah membanjiri hati mereka masing-masing.


Sehingga siapa pun tidak mau mendengar hukuman apa yang akan di jalani oleh Ibu nya Alex.


Rani yang tak berhenti menangis, terus di tenangkan oleh Alex, Rani yang sebelum nya menguatkan Alex kini Alex lah yang harus menenangkan Rani, walaupun sebenar nya hati Alex rapuh.


Putusan demi putusan mereka dengar, dan hukuman pun jatuh pada Ibu Alex yang harus di kurung di jeruji besi dalam waktu yang cukup lama dan denda yang harus di bayar oleh Ibu Alex.


Semua menangis dan memeluk Wanita paruh baya itu, kata Maaf selalu terlontar dalam mulut nya, tak jarang Rani mendapatkan ucapan jika Rani harus selalu ada di samping Alex.


Entah siapa yang menyadarkan Ibu nya Alex sebelum puatusan pengadilan itu si keluarkan, mungkin dengan hukuman lah siapa pun akan sadar atas apa yang sudah ia lakukan.


Penyesalan selalu datang terlambat, sehingga kebenaran akan tetap pada kebenaran nya, dan kebahagiaan akan selalu di dapatkan oleh siapa pun yang sabar saat menghadapi nya.


Walaupun Alex harus menelan pil pahit, tapi Alex tenang karna Ibu nya sudah bisa menerima nya dengan segenap hati dan jiwa nya.


Kini baik Rani dan juga Alex hidup bahagia tanpa ada rasa egois yang harus ia terima bertubi-tubi dari siapapun, tak lelah baik Rani dan juga Alex menemui Ibu nya di dalam sel tahanan, walaupun itu harus setiap hari.


Semakin hari Rani semakin tidak bisa menopang perut nya yang semakin membesar, sehingga saat waktu nya tiba malaikat kecil pun hadir di tengah-tengah kebahagiaan Rani dan juga Alex.


Keluarga Rani sangat bahagia begitu pun Ibu Alex yang mendengar kabar itu sangat bahagia walaupun ia masih di dalam kurungan jeruji besi, yang setiap hari nya semakin mengingatkan dia akan kesalahan demi kesalahan yang sudah ia perbuat.


Kebahagiaan pun melekat di hati masing-masing .... dan akhir nya Alex sudah bisa lega menjalani semua nya.

__ADS_1


...****************...


Assalamualaikum ... Akhir nya Aku dan Madu ku tiba pada akhir cerita nya, walaupun banyak kesalahan dan selalu menghilang Author ingin meminta maaf atas segala nya, auhor hanya wanita biasa ... mohon maaf kan 🙏🙏 terima kasih atas dukungannya, semoga semua nya sehat dan di jauhkan dari segala marabahaya ... Aamiin .... 👋 Mohon dukungan nya untuk judul novel Author yang lain nya .... 💕💕💕🤲


__ADS_2