Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
BAB 93. Misi pertama.


__ADS_3

Di hari itu Denis memutuskan untuk bertemu dengan Petra, di sebuah cafe agar suasana nya santai.


Petra yang sedang santai langsung berangkat ke sebuah cafe yang di tunjuk oleh Alex untuk mengobrol.


Petra lebih dulu sampai di banding Alex yang terjebak macet di jalanan.


Akhir nya Alex pun datang, menghampiri Petra yang lebih dulu sampai di banding diri nya.


"Hy Bro, sorry nunggu lama ! jalanan Macet tumben jam segini macet heran gue. " Dengus Alex membuka kancing jas nya lalu duduk di hadapan Petra.


"Ya maklum lah Lex, yang ada keperluan kan bukan nya Lu aja, mereka juga banyak keperluan. " Jawab Petra sambil meminum kopi yang sudah ia pesan bersama dengan kopi yang di sukai Alex.


"Ya bisa jadi, So gimana nih menurut anda Tuan Petra tentang Denis ? " Tanya Alex santai.


Petra menatap Alex yang kini terlihat seperti sedang bertanya, namun dia pun bingung dengan pertanyaan nya sendiri.


"Ya menurut Gue, kalau lu mau mempercepat perpindahan dia, itu arti nya Lu bukan menyelesaikan masalah Bro, itu nama nya menunda permasalahan. " Jawab Petra santai, layak nya seorang pengacara menasehati kliennya.


Alex memajukan badan nya dan mulai serius. " Harus nya Lu ini jangan membicarakan Denis, harus nya yang Lu bicarakan sekarang itu Rani. Apa lu mau milih lanjut saja sama Rani ? Ya ... Ma-maksud Gua kalau Lu milih maju berarti lu harus bisa membuat Nyokap lu yakin dengan apa ? dengan bukti tentang kebusukan Denis, Nah kalau lu kirim Denis ke kutub Utara pun Lu bisa sekarang tapi apa lu punya bukti kuat tentang kebusukan Denis, kita hanya punya bukti waktu Nyokap Lu bertemu dengan Denis, itu tidak akan cukup Bro. " Jelas Petra sudah memikirkan nya sengan matang.


"I-iya jelas lah Gue pilih maju, kalau pun Gue mau mundur itu gak akan bisa Bro. " Alex mendekat dan ingin berbisik pada Petra.


"Rani sekarang sedang mengandung darah daging Gua. " Bisik Alex pada Petra.


Petra yang sedang meminum kopi, langsung menyembur kan nya ke arah meja.

__ADS_1


"Ist ... ist ... sialan lu, gak sopan !! " Dengus Alex pada Petra sambil membersihkan baju nya yang kena semburan Petra.


"Apa ? ya lagian lu bikin gue Syok, Ku kalau buat alasan jangan ngada-ngada deh, lu pikir gue gak tau, Sorry .. Rani kan ... " Ucap Petra tak tega meneruskan perkataan nya.


Alex tersenyum simpul. "Ya ... memang sebelum nya Rani memang di Vonis ada kelainan di rahim sehingga tidak bisa memiliki keturunan, tapi setelah gue beberapa kali bersetub*h dengan dia, bukti nya dia hamil. Bisa jadi hasil lab waktu itu ke tukar dengan Orang lain. "


"Buset lu Lex, tajam juga punya lu, tapi ... bagaimana dengan keluarga Rani apa dia menerima semua nya. " Tanya Petra penasaran.


"Ya ... kalau masalah Orang tua Rani, biar Rani yang menjelaskan nya sisa nya biar gue yang beres kan. Lebih rumit jika Nyokap gue tau sob. " Keluh Alex.


"Tenang, kita beres kan dulu akar nya, jika akar nya mati pohon nya pun akan mati. " Ujar Petra membuat Alex mengerti.


"Tapi bagaimana cara nya ? yang gue pikirkan hanya lah ingin cepat-cepat melempar Denis sejauh mungkin atau bisa ke kandang buaya atau harimau sekalian. " Ucap Alex kesal.


"Sabar Lex, kita pake cara lain ! Kita pake bantuan Istri nya Denis si Gwen. Bagaimana ? " Usul Petra membuat Alex diam.


"Ya ... kita minta bantuan dia untuk memancing Denis mengatakan yang sebenar nya, jika semua beres kita tinggal mergokin Nyokap lu bersama Denis saat bertemu, di sana lah kita bongkar kebusukan Denis. Nah setelah itu urusan lu bersama Nyokap lu baru di mulai, gak mungkin dong ada campur tangan gue juga. " Ujar Petra.


"Boleh di coba ! Lu tau dia Dimana ? " Tanya Alex.


"Lu siapkan saja uang yang bisa membuat nya tergiur, sisa nya biar gue yang beres kan ! " janji Petra pada Alex.


Alex menganggukan kepala nya.


" Masalah uang tidak ada masalah Lex, tapi jangan sampai uang yang gue keluarkan sia-sia, Maksud nya jangan sampai tu uang ada di tangan perempuan itu tapi dia tidak melakukan tugas nya dengan baik.

__ADS_1


Petra tertawa terbahak," Uang lu gak akan sia-sia jika gue yang urus, setelah lu berhasil menghancurkan niat busuk Denis pada Nyokap lu, lu juga harus siapkan bayaran gue. " Bisik Petra ingin tahu reaksi Alex.


Kini giliran Petra yang tertawa. " Sejak kapan gue susah dalam urusan uang bro, tenang saja jika hasil nya memuaskan berapa pun akan gue bayar, gue bukan tidak mampu menyelesaikan tu bajingan tapi pikiran gue terbagi sama pekerjaan gue, lu tau sendiri. " Jelas Alex.


"Ok .. ok, gue bercanda ko Lex. lu tegang nya sampe ubun-ubun. " Petra tertawa kembali.


"Seorang Alex memperjuangkan Rani sampai seperti ini, bukan apa-apa, ini seorang Alex loh. Beruntung nya tu cwe. " Batin Petra tak habis pikir, padahal di pikiran Petra pernah tersirat rasa kagum juga terhadap Rani.


Bukan dari status nya yang seorang janda, tapi karna kecantikan dan karisma yang Rani miliki.


Tapi Petra sudah mengubur nya dalam-dalam, setelah kejadian di bandara saat itu, itu sangat mudah bagi Petra.


Di tempat lain Denis sudah mendengar tentang kedatangan Rani di Ibu kota.


Denis sedang berpikir keras tentang bagaimana cara nya untuk menemui Rani, dan meminta nya untuk kembali.


Denis sedang mencari celah agar bisa bertemu dengan Rani dan berbicara dengan Rani, dengan se botol minuman beralkohol Denis memikirkan ke cantikan sang mantan Istri.


Denis tau jika Rani pasti akan pergi ke butik yang sudah lama ia tinggalkan, di situlah Denis akan memanfaatkan waktu nya sebaik mungkin.


Dalam pengaruh minuman Ber alkohol, Denis membayangkan lekukan tubuh Rani yang mampu membuat nya bergairah kembali.


"Uhhhh ... Rani sayang, aku sangat merindukan mu, terutama saat tidur dengan mu. Hahahahahaha ... " Denis mabuk parah saat itu.


Jika saja Alex tau dan dengar yang Denis ucapkan, Alex pasti tidak akan menunggu lama lagi untuk mengirim Denis kemana pun atau bahkan keluar dari muka bumi ini.

__ADS_1


Alex dan Petra malam ini akan beraksi terutama Petra yang akan menemui Gwen setelah semua nya beres dan akan siap ke tahap selanjutnya, baru lah Alex akan ikut bersama dengan Petra.


Di sini yang maju terlebih dahulu Petra karna Petra di lindungi oleh status nya sebagai seorang Pengacara, berbeda dengan Alex jika saja Alex melakukan kesalahan maka nama nya akan tercoreng dan semua nya akan kacau.


__ADS_2