
Malam itu mereka melanjutkan Istirahat, dengan satu selimut tebal yang sama, saling berpelukan satu dengan yang lain nya.
Malam itu tidur mereka terasa nyenyak sekali, enggan membuka mata untuk melihat jika malam sudah berganti menjadi Pagi.
Seharus nya mereka sudah bangun, namun kehangatan yang sedang mereka rasakan enggan mereka lepaskan begitu saja.
Alex di bangun kan oleh jam weker yang sengaja ia setel untuk membangunkan nya, agar bersiap-siap untuk melakukan perjalanan pulang ke Ibu kota.
Alex melihat Rani masih terlelap tidur, pegangan nya sangat erat di tubuh kekar Alex. Rasa tidak tega muncul di perasaan Alex.
"Mungkin semua beban, terasa sudah lepas di pundak nya sehingga dia merasakan jika ini akhir dari penderitaan nya, makanya dia tidur sangat nyenyak sekali. " Pikir Alex menatap wajah cantik Rani.
Alex membiarkan sejenak Rani untuk tertidur sampai Alex selesai dari kamar mandi, barulah Alex akan membangunkan Rani.
Alex sangat pelan memindahkan tangan Rani pada sebuah guling agar tidur nya tetap nyenyak, namun pikiran Alex salah.
Rani malah terbangun dan enggan melepaskan tubuh Alex.
Alex tersenyum. " Sayang hari ini kita akan pulang, aku ke kamar mandi dulu ya ? setelah itu giliran kamu. "
"Apa gak bisa besok saja Sayang ? " Tanya Rani.
"Tidak bisa, banyak yang harus kita selesaikan di sana, semakin kita mengukur waktu semakin lama pula untuk kita bersatu. " Ujar Alex.
"Ya sudah. " Jawab Rani singkat seperti kesal.
Alex tak mau Rani kesal di waktu sepagi itu, Alex menggelitik Rani dan terus saja menggoda nya.
Sehingga gelak tawa pun mereka lakukan, " Kalau begitu kita mandi bareng saja bagaimana ? " Ajak Alex.
"Ihh No, nanti kalau rambut kamu benar benar habis bagai mana ? " Tanya Rani sambil mengeratkan pelukan nya pada sebuah guling.
"Ya biarkan saja, paling nanti aku akan cukur habis rambut ku menjadi pelontos. " Jawab Alex mencoba membangkitkan senyuman Rani kembali.
"Ihh ... gak .. gak, aku gak mau yah Sayang lihat kepala kamu menjadi pelontos. " Ancam Rani tidak suka.
"Ya makanya kalau lagi enak-enak nya jangan Jambak ya ? " Jawab Alex ringan sambil mengecup wajah Rani.
"Di usahakan Tuan ! " Jawab Rani tidak janji.
__ADS_1
"Hahahahaha ... ya sudah aku mandi duluan ya. " Ujar Alex melepaskan Rani yang masih enggan terbangun.
"Aku yakin setelah ini kita akan berpisah lagi Lex, kita akan bersama-sama memperjuangkan kebahagiaan kita. Semoga semua nya tidak akan berlangsung lama. " Batin Rani melihat Alex masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah itu Rani bangun dan mengikat rambut nya, di ambil lah sebuah Handphone untuk memesan sarapan pagi.
Rani berdiri dan merapihkan tempat tidur nya, lalu menyiapkan pakaian untuk Alex, Rani merapihkan sedikit ruangan yang tidak berantakan itu.
"Barang-barang ku masih ada di Apartemen Papah lagi, ya sudah itu gampang. " Ucap Rani.
Semua sudah terlihat Rapih, dan Alex pun sudah keluar dari kamar mandi badan nya menggigil hebat.
Alex yang melihat kekasih nya sedang membenarkan ikatan rambut, langsung menghampiri nya dan ia peluk dari arah belakang.
"Sayang .... sudah mandi nya ? " Tanya Rani mengusap lengan Alex yang melingkar di leher nya.
"Dingin Sayang ... " Jawab Alex semakin mendekatkan tubuh nya pada Rani.
Rani mengambilkan handuk yang lain untuk mengeringkan rambut dan badan Alex. Rani memakaikan pakaian dalam sampai baju atasan Alex.
"Nih, yang bawah nya kamu saja yang pakai ya ? " Ucap Rani.
"Hahahahaha, Ihhh geli ah Sayang ! " Jawab Rani berjalan menuju kamar mandi.
"Geli tapi mau. " Gerutu kecil Alex.
"Hahahahaha. " Rani tertawa sangat puas.
Setelah Alex selesai memakai pakaian nya, Alex mendengar ada suara bell tanda ada yang datang.
Alex segera membuka nya, dan Alex melihat itu pesanan makanan.
Alex melihat nama yang tertera di atas selembaran kertas itu, dan di sana tertera nama Alex.
"Mungkin Rani yang memesan nya. " Alex mengambil bungkusan itu dan memberikan Tips untuk pengantar makanan itu.
Alex menata makanan itu di atas meja, kemudian Hp nya berdering Alex segera mengangkat nya. Ternyata itu sambungan Tlp dari Ibu nya.
"Lex kapan kamu pulang ? " Tanya Ibu nya Alex.
__ADS_1
"Iya Mom, rencana hari ini pulang tapi kalau jam berapa nya Alex belum tahu ? ada apa Mom ? " Tanya Alex santai.
"Ah tidak, Mommy hanya ingin memastikan saja jika kamu ingat pulang. " Jawab Ibu Alex sinis.
Alex menggaruk kepala nya yang tidak gatal. " Alex pasti pulang ko Mom, ada banyak yang harus Alex selesai kan di sana. "
"Baik lah, Hati-hati dan semoga kamu pulang membawa kabar baik. " Ujar kembali Ibu Alex.
"Iya Mom. " Jawab Alex malas membahas lebih banyak lagi perkataan dengan ibu nya.
Alex melihat Rani sudah keluar dengan pakaian yang sengaja ia simpan sebelum keluar dari Apartemen Alex waktu itu.
Dengan rambut basah Rani keluar dan menghampiri Alex. " Siapa sahang yang Tlp sepagi ini. " Tanya Rani.
"Oh ... itu Mommy Sayang. " Jawab Alex santai.
Seketika gerakan Rani terdiam.
Alex tersenyum dan menghampiri Rani, pelukan Alex berikan pada tubuh kekasih nya itu.
"Tenang saja Sayang ! Mommy hanya menanyakan kabar ku saja, Mommy orang nya baik ko, tapi Sayang kebaikan Mommy selalu gampang di masukin omongan yang tidak jelas dari Orang lain. " Ucap Alex dalam pelukan nya.
"Aku takut akan ada masalah lagi setelah ini. " Jawab Rani sendu.
"Masalah pasti ada, tapi bagaimana cara kita menyikapi nya jika kita saling diam masalah itu tidak akan membuat kita paham satu sama lain nya, jadi jangan sembunyikan apapun ya Sayang ? " Jawab Alex mengecup pangkal rambut Rani.
"Baik lah. " Ucap Rani.
"Lihat lah, Mommy pasti akan senang jika nanti seandai nya keadaan sudah membaik dan dia tahu akan medapatkan cucu, wahh pasti Mommy tidak akan mau jauh-jauh dari kamu. " Bujuk Alex merasa yakin.
Rani tersenyum. " Ya mudah-mudahan saja Sayang. "
"Ya kita bedoa yang terbaik ya Sayang. Sekarang kita sarapan dulu setelah itu kita pergi ke Apartemen Ayah kamu untuk mengambil barang-barang kamu. " Ajak Alex.
Rani mengangguk dan tersenyum pada Sang kekasih yang selalu pengertian pada nya, kali ini Rani akan menuruti perkataan Alex.
Rani yakin akan sosok kekasih nya itu, selalu bisa menyelesaikan masalah tepat pada waktu nya.
"Denis, kenapa kamu lakukan ini ? kamu hanya buang waktu mu saja, aku sudah tidak mungkin bersama mu lagi. " Dengus Rani kesal dalam hati nya.
__ADS_1
Suapan di suapan Rani dapati dari Alex, begitu pun Alex mendapatkan sentuhan lembut saat Alex tidak rapih saat memakan makanan nya.