
BAB 33.
Rani tertawa geli mendengar nya. "Wow .. apa kau sanggup meleburkan Butik ku ini, hah ?? Hati-hati sekali kau memetik kan Api ke Butik ku ini, maka 1000 petikan Api akan mendarat di kehidupan mu juga !! Sudah lah Gwen, buat apa kau mengancamku agar tidak membongkar kebusukan mu itu, kau dan Denis itu Sama-sama busuk nya !! Jadi Hidup lah selama nya semau mu, Sudah lah !! Tidak perlu Repot-repot lagi, memikir kan Ancaman untuk ku. Pertahanan ku lebih kuat dari pada Ancaman mu !! Apa Denis mu itu tidak cerita, aku ini Anak dari keluarga mana, Hah ?? " Jawab Rani tak kalah keras pada Gwen.
Gwen terlihat kesal, karna kedatangan nya tidak sedikit pun membuat Rani merasa takut.
Rani semakin memuncak kekesalan nya. " Pintu keluar sebelah sana, SILAHKAN ANDA KELUAR. " Bentak Rani sambil menggebrak meja di hadapan nya.
Sontak Gwen kembali kaget karna sikap Rani begitu keras terhadap nya, " Kau ini semakin berani Rani, kau terlalu menganggap ku lemah. lihat diri mu ini, kau wanita angkuh yang tidak mampu memberikan keturunan. malang sekali nasib mu, kau akan menua seorang diri tanpa ada seorang anak di samping mu !! " Celoteh Gwen semakin membuat Rani menjadi kalang kabut.
Rani tak menyangka Gwen mempunyai nyali cukup besar juga, semakin besar nyali Gwen semakin besar pula amarah Rani pada Gwen.
Rani dengan cepat menjambak rambut Gwen, "Heh, jalang ... Ingat !! aku memang Wanita mandul, tapi setidak nya aku tidak mengandung anak hasil dari Beberapa Pria. Apa kau mau jari ku ini melukai wajah mu kedua kali nya, Hah ?? Lo sama Jantan Lo ... Sama-sama Anj**g nya !! KELUAR LO DARI SINI, ATAU LO AKAN NYESEL !! " Rani semakin ingin mengeluarkan emosi dari kekesalan nya selama ini.
Rambut Gwen yang semakin kuat di jambak oleh Rani, berusaha melepaskan nya, "Awas ya Lo, Lo akan bayar ini semua Rani !! " Ancam Gwen kembali pada Rani.
"Berapa gue harus bayar, Wanita murahan kaya Lo, Hah ?? " Bentak Rani semakin tak kuat menahan Air mata emosi nya.
Karna Keributan terdengar dari ruangan Rani, Petugas ke amanan pun datang, dan berusaha menarik Gwen untuk keluar dari Ruangan Rani.
__ADS_1
Se marah-marah nya Rani, Rani masih ingat bahwa Gwen sedang mengandung, Rani masih ingat itu, jika saja Gwen tidak sedang mengandung. Mungkin Wajah Gwen sudah babak belur di Hajar oleh Rani.
Dengan rasa emosi pula, Gwen keluar dari Ruangan Rani, saat Gwen keluar dari Ruangan Rani, Gwen mendapat kan Hencaman dari para karyawan Rani, ada yang berbisik bahwa Gwen adalah Wanita murahan, yang hobi nya rebut suami Orang.
Teman terdekat Rani pun tak lain orang kepercayaan Rani di butik mya, langsung menghampiri Rani, dan mencoba menenangkan Rani yang semakin buas menahan Emosi nya.
Rani akhir nya berhasil di tenangkan oleh sahabat nya itu. Air mata jadi pengganti Rani untuk melampiaskan kekesalan nya.
Kini sebagian Karyawan Rani, sudah tau masalah apa yang sedang di hadapi oleh Bos nya itu, tak heran Sosok Rani yang periang dan sangat hangat itu belakangan ini sangat jarang memperlihatkan senyuman hangat nya.
Bahkan mereka tak habis pikir, pada Denis. Ko bisa-bisa nya mengkhianati Rani, hanya karna tidak mampu memiliki keturunan.
Beberapa Hari itu pun telah berlalu, tanpa ada senyuman di wajah Rani, Rani menutup Akses siapa pun yang ingin menghubungi nya atau bahkan ingin menemui nya. Rani hanya fokus pada Perkara perceraian nya.
Dan Rani pun tidak mau proses perceraian nya, jadi di persulit karana takut ada yang salah paham, karna melihat kedekatan Rani dan Alex belakangan ini.
Di tempat lain Alex mencoba menghubungi Rani, namun Rani tidak dapat di hubungi. Alex paham kenapa Rani seperti ini, karna Alex pun mendapat kan masukan dari pengacara nya, untuk tidak menemui Rani untuk waktu dekat ini, karna itu akan mempersulit posisi Rani sebagai penggugat perceraian dalam kasus nya.
Setiap hari yang Rani lakukan hanya lah konsultasi pada Kuasa hukum yang ia Tunjuk sebagai pendamping dalam kasus perceraian nya, tanpa Rani sadar kuasa hukum yang ia tunjuk adalah sahabat karib Alex, dan juga kuasa Hukum terhebat dari keluarga besar Alex.
__ADS_1
Alex sedikit tenang karna kini Rani di dampingi oleh kuasa hukum terbaik diri nya sebut saja Petra.
Petra sudah menjadi Kuasa Hukum dari keluarga Alex cukup lama, sebelum nya Ayah Petra lah yang mengabdi sebagai kuasa Hukum keluarga Alex, karna Usia Ayah Petra yang sudah menua, Kepintaraan Ayah Petra di turun kan pada Petra sebagai Loyer terhebat di kalangan atas.
Alex sangat bangga pada Petra, dia bisa menyusup sebegai Kuasa Hukum Rani, tanpa Rani sadar Petra adalah Kuasa hukum terbaik Alex.
Petra selalu tau Apa yang di ingin kan oleh sahabat karib nya yaitu Alex.
Namun tidak sampai di situ Alex terus berusaha menemui Rani, namun waktu belum memperbolehkan untuk mereka bertemu, selalu saja Alex tidak mendapati Rani jika dia berkunjung ke Rumah Rani atau bahkan Butik nya, Semua Orang yang dekat Dengn Rani. seolah-olah di bungkam tentang keberadaan Rani di mana.
"Ran .. kenapa kau menghukum ku sampai seperti ini, aku sampai tidak bisa Fokus dalam pekerjaan, setidak nya kamu kasih kabar ke le aku !! " Keluh Alex dalam kerinduan nya.
Alex sudah mencoba meminta bantuan dari Petra untuk mempertemukan diri nya dengan Rani, namun Petra menolak. Karna itu sudah menjadi Privasi klien nya.
Hingga pada akhir nya, Surat sidang perdana pun siap di antar pada Pihak penggugat atau pun tergugat.
Sebuah selebaran kertas yang di bungkus dengan Amplop berwarna coklat sudah sampai di Tangan Denis.
Denis menggerut kan Kedua Alis nya, dengan seksama Denis membuka dan membaca isi dari kertas itu, Tiba-tiba wajah Denis berubah menjadi Merah padam, dengan emosi Denis menggebrak meja yang ada di hadapan nya, sehingga Rekan satu ruangan kerja Denis pun, sontak kaget. Dan bertanya-tanya.
__ADS_1
Namun Denis tidak menggubris setiap pertanyaan yang dia dapat kan dari rekan nya.
Denis langsung mengambil kunci mobil yang ada di Laci meja nya, Dengan sedikit berlari Denis keluar dari Ruangan nya, tanpa memperdulikan Jam Kerja nya masih berlaku saat itu.