
BAB 79.
Alex tidak tau jika selain Denis ada Orang lain yang akan mengganggu hubungan mereka yaitu Devan.
Rani kini sudah berada di Apartemen nya, Rani ingin keluar dari Apartemen yang sudah di sediakan oleh Alex sebelum nya. Rani tak sanggup jika harus bertemu dengan Alex dalam waktu dekat, Rani takut jika Devan akan menemukan Alex dan berbicara semua nya pada Alex.
"Kehancuran apa yang akan kau dapatkan sekarang, a-aku tidak bisa membohongi diri ku sendiri jika aku sudah mengkhianati Alex, Aaarrgghhhhhhhh .... bodoh kamu Ran. " Umpat Rani memiliki kepala nya sendiri.
Rani memberitahukan pada petugas penginapan itu jika dia akan check out, Rani mendapatkan pertanyaan oleh petugas penginapan itu, bahwa apakan pelayanan kurang baik atau bagaimana.
Mungkin pihak penginapan itu takut jika di salah kan oleh Alex, namun Rani ber alibi jika kepindahan nya itu di sebab kan oleh lokasi kantor nya terlalu jauh jika di tempuh dari penginapan nya yang sekarang.
Padahal Hotel yang di jadikan penginapan oleh Rani sangat nyaman, dan Rani pun tau selera Alex itu tidak akan pernah salah.
Singkat cerita Rani sudah siap meninggalkan Hotel itu, dan Rani sudah dalam perjalanan menuju Apartemen milik Orang tua nya di Negara itu.
Alex dengan santai sedang menunggu kedatangan Denis untuk memberi kejutan siapahkah Orang yang akan menaikan jabatan Denis sebenar nya. Alex sudah tidak sabar ingin menghajar Denis, Alex ingin membuat Denis berharap dan setelah itu Alex akan membiarkan Denis terjatuh dengan harapan nya.
Alex mendapatkan pemberitahuan dari Anak buah nya jika Rani sudah pergi dari Hotel yang Alex sediakan, Alex merasa marah kenapa Anak buah nya tidak memberitahukan sebelum Rani keluar dari Hotel itu.
Alex mencoba menghubungi Rani namun tidak dapat tersambung, Alex berpikir sejenak kenapa Rani seperti itu, Alex langsung mengambil kesimpulan jika da sesuatu di balik keluar nya Rani di Hotel senyaman itu.
Alex langsung menghubungi Petra untuk mengurus keberangkatan nya, untuk menemui Rani secepat nya.
"Semoga tidak ada masalah baru Sayang !! baru saja aku kan menghabisi Denis, masa harus ada masalah baru lagi. " Gumam Alex sambil berpikir keras.
Rani kini sudah sampai di Apartemen yang ia tuju, tanpa Rani tahu anak buah Alex terus saja mengikuti nya, dan dengan gampangnya Alex sudah mengantongi alamat penginapan baru Rani.
Rani membereskan semua barang nya, Rani menata nya serapih mungkin sehingga terlihat nyaman untuk di tempati.
Hari itu Rani habiskan dengan menyendiri, Rani teringat perkataan Erik, jika Alex bukan lah Orang biasa, Rani lanjut memeriksa semua data yang ia curi dari laptop Alex.
__ADS_1
Rani terkejut saat melihat semua data itu, Rani tau itu tidak sama dengan hasil laporan yang di berikan Erik pada nya, Rani emosi dan menggebrak meja yang ada di hadapan nya.
"Arrrrrggghhhhh .... di saat aku tau kebusukan mu, di saat itu aku lemah dan tidak bisa menggunakan bukti yang aku dapatkan ini, karna bukti Devan lebih kuat dari punya ku. " Dengus Rani kesal menjambak rambut nya sendiri.
KE ESOKAN HARI NYA !!
Rani berangkat ke kantor nya seperti biasa, Rani tidak melihat Erik di sana, Rani duduk di ruangan nya namun kedatangan nya bukan di sambut oleh Erik, tapi Devan yang menyambut nya.
"Pagi Sayang !! Kelihatan nya semalam kamu tidur nyenyak ya ? Sampai sembab seperti itu mata nya. " Ujar Devan mendekati Rani.
"DIAMMMM ... kau BAJINGANNNN, Enyah kau dari hadapan ku, jangan anggap aku akan tertunduk di hadapan mu. " Ucap keras Rani geram pada Devan.
"Usttt .... Usttt .... Usttt, jangan teriak-teriak Sayang nanti sakit, bagaimana kalau kita melakukan nya lagi, mungpung masih sepi. " Celoteh Devan sangat merendahkan Rani.
"Keterlaluan kamu Devan. " Bentak Rani membulatkan sempurna mata nya.
Devan menjadi emosi, Devan menyeret Rani ke sudut ruangan, dan mengangkat kasar dagu Rani.
"Dengar sekali aku menyebar luaskan Vidio itu, bukan hanya nama Orang tua mu saja yang tercoreng tapi Perusahaan Orang tua mu pun akan gulung tikar. " Ancam keras Devan.
Rani merasa tidak perduli atas ancaman yang di berikan Devan pada nya, Rani mendorong tubuh Devan dengan kuat, sehingga tubuh Devan menjauh dari diri nya.
"Dengar kau pengecut, sedikit pun aku tidak akan takut dengan ancaman mu itu, silahkan kau sebar luas kan Vidio itu, apa kau lupa siapa Laki-laki yang ada dalam Vidio itu ? Hah ? bukan hanya Orang tua ku yang hancur, tapi kamu pun akan hancur !! " Ucap keras Rani menekan nada bicara nya, dan menunjuk keras wajah Devan dengan telunjuk nya.
Devan tertawa dan bertepuk tangan, " Hahahahaha .... mungkin kau tidak akan takut, karna mungkin, ya ......... kau sudah sering melakukan nya dengan Laki-laki lain, berhubung kau ini seorang janda dan ehm ....... dan berhubung kamu mandul, jika untuk melakukan seperti itu, kami sudah biasa. " Celoteh Devan sangat keterlaluan, namun Devan tidak merasakan penyesalan sama sekali.
"Aku tidak perduli kau mau berkata apa pun tentang diri ku, aku tidak takut jika harus berurusan dengan Pengecut seperti mu, yang bisa nya hanya mengandalkan kelemahan nya saja. " Umpat Rani menjauh dari Devan.
Devan ingin sekali merobek mulut Rani, namun Devan enggan melakukan kekerasan dan itu akan ber urusan dengan Polisi, pikir Devan saat itu lebih memilih untuk keluar dari ruangan Rani.
Setelah Devan keluar Rani menangis tanpa suara, Rani bingung harus meminta bantuan pada siapa, Rani ingin sekali meminta bantuan Alex namun itu tidak mungkin, karna Devan akan lebih mudah nya menjatuhkan Alex dengan Vidio itu.
__ADS_1
Tidak banyak yang Rani lakukan pada hari itu, Rani hanya melamun dan menahan emosi nya yang merasa jengkel pada kelakuan Devan.
Hingga pada akhir nya jam pulang kantor pun tiba, Rani dengan tidak semangat membereskan setiap pekerjaan yang tidak selesai satu pun pada hari itu.
Rani ingin segera pulang, dan beristirahat karna Rani merasa kepala dan badan nya sangat tidak enak pada saat itu.
Rani keluar dari kantor nya, dalam langkah nya Rani ingin sekali mengurungkan niat nya untuk memperpanjang keberadaan nya di kota itu, karna Rani ingin menenangkan pikiran nya sejenak.
Rani masuk kedalam mobil nya, Rani mengendarai mobil itu seorang diri, Rani merasa lemas, namun Rani harus tetap Fokus saat mengendarai kendaraan nya, hingga akhir nya Rani sampai di Apartemennya.
Rani melangkahkan kaki nya, saat tiba di depan pintu kamar nya, Rani segera membuka dan masuk kedalam kamar nya, Rani menutup kembali dan mengunci pintu itu.
Baru saja Rani melangkahkan kaki nya, pintu kamar nya ada yang mengetuk, tanpa berpikiran buruk Rani membuka nya, dan Rani sangat terkejut saat melihat Orang yang sangat ia tunggu-tunggu kini ada di hadapan nya.
Alex, Alex langsung terbang dan datang ke Apartemen Rani, tanpa di persilahkan masuk Alex dengan sendiri nya masuk dan mengunci kembali pintu kamar Rani, Rani masih terdiam.
Rani sempat lupa dengan masalah yang sedang ia hadapi karna rasa rindu yang begitu besar dalam diri nya, mampu mengalahkan pikiran beban yang sedang Rani alami.
Alex menatap mata kekasih nya itu, dan mendekat pada tubuh Rani, sehingga Rani kini sudah menempel di tembok Apartemennya.
Rani baru bisa tersenyum, seperti baru sadar akan ketidak percayaan nya jika ia tidak sedang bermimpi Alex memang ada di hadapan nya.
Rani dengan cepat memeluk Alex dengan erat dan memejam kan mata nya saat Alex terus saja menenggelamkan tubuh Rani dalam dekapan nya.
Rani dengan tidak kuat menahan Air mata nya, karna dia merasa lelah dengan keadaan, Alex menangkup kedua pipi Rani, saat kedua tangan Rani masih melingkar di tubuh Alex.
Rani enggan melepaskan pelukan nya, Rani sangat rindu akan kehangatan, kasih sayang dan aroma tubuh Alex pada saat itu.
Alex merasa ada yang tidak beres, karna Alex merasakan Rani seperti sedang tertekan dan tegang, Alex bisa merasakan itu saat menatap kedua mata nya, dan pegangan erat tangan Rani pun sangat erat tanda ia ketakutan.
Alex membawa Rani duduk di sofa Apartemennya, tanpa melepaskan pelukan satu sama lain nya.
__ADS_1
Setelah sampai di sebuah sofa, Alex dan Rani duduk berdampingan, dengan posisi tangan Rani masih melingkar di pinggang Alex, dan tangan Alex ratus saja mengusap rambut Rani, sesekali Alex memeluk Rani erat kembali dan mengecup kening Rani dengan lembut.
"Ada apa Sayang ? Pasti sedang ada yang tidak beres kan ? " Tanya Alex perlahan dan sampai pada hati Rani yang kini sudah kembali menghangat.