Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
kekecewaan Alex.


__ADS_3

BAB 81.


Di samping Alex yang sedang fokus mengurusi pekerjaan nya, Alex terus mencari tau tentang perusahaan yang belakangan ini Rani urus.


Karna Rutinitas Rani hanya lah di perusahaan itu, Alex berdiskusi dengan sesama rekan nya tentang struktur yang ada dalam perusahaan itu.


Alex mulai menemukan kejanggalan yang aneh, karna sebagian saham atas nama Ayah Rani, sudah sebagian berubah atas nama Devan.


"Devan !! " Gumam Alex dalam hati nya.


Alex ingin sekali mencari tau informasi tentang Devan, mungkin saja itu ada kaitan nya dengan perubahan yang Rani berikan pada diri Alex.


"Ya ampun, Denis saja belum selesai ada lagi Devan !! " Dengus Alex dalam ruangan itu.


Dua hari pun berlalu.


Rani hari itu memutuskan untuk tidak masuk kerja, Rani belum sempat memakai Test peck yang sudah ia beli tempo hari.


Rani sungguh inggin melupakan ucapan Dokter itu, Rani masih menganggap itu hanya sebuah kesalahan saat memeriksakan keluhan rasa sakit yang ia rasakan tempo hari.


Rani memegang alat Test itu, dan mulai melakukan nya, Rani sangat tegang, Rani tidak berani melihat hasil nya, Rani sangat Ragu.


Namun Rani penasaran, walaupun 90 % Rani tetap pada pendirian nya selama ini, bahwa Rani adalah wanita Mandul.


1.....2.....3..... Rani mulai melihat hasil Test itu, Rani membulatkan mata nya sempurna, Rani membungkam mulut nya dengan telapak tangan nya.


Duarrrrrrrrr........


"Ahhhhhhhhhhh ..... Ya ampun !! aku benar hamil !! Jadi perkataan Dokter itu benar, dan itu Arti nya ada kesalahan saat pemeriksaan dulu saat bersama Denis. " Ucap Rani masih dalam keadaan Syok.


Rani ada perasaan gembira, ternyata selama ini Rani bukanlah Wanita cacat yang tidak bisa memiliki keturunan, Rani menangis haru tak percaya terus memandangi hasil Test itu.


Sejenak Rani hanyut dalam kebahagiaan, namun setelah itu Rani baru sadar jika dua Laki-laki sudah meniduri nya.


Rani menangis mengingat Alex, namun tidak mungkin dia mengatakan nya pada Alex, sementara Rani tidak tahu benih siapa yang tumbuh di dalam rahim nya.

__ADS_1


"Tidak menutup kemungkinan ini adalah anak Devan !! karna dia lah yang terakhir meniduri ku. Aaaaarrrgggghhhhh ..... " Teriak kesal Rani dan kembali menangis.


Rani bingung harus bagaimana, sementar Rani tidak mau menikah dengan Devan apapun alasan Devan Rani tidak akan mau di nikahi oleh Laki-laki licik seperti Devan.


Rani keluar dari kamar mandi nya, Rani mencoba menenangkan diri nya sesaat sebelum Rani siap menerima kenyataan akan masih hidup yang akan dia jalani kedepan nya.


Rani mendapat kan sambungan Tlp dari Alex, Rani sangat merindukan sosok Alex, Rani menatap potret Alex di layar ponsel nya.


Rani tidak ingin berbicara pada Alex tapi naluri nya berkata lain, Rani mengangkat sambungan Tlp itu.


"Sayang ?? " Ucap Alex dalam Sambungan Tlp itu.


"Iya Lex !! " Jawab Rani.


"Bisa kita bertemu ?? " Tanya Alex.


"Untuk apa lagi Lex ?? Apa perkataan aku belum jelas waktu itu. Kita sudah selesai Lex !! " Jawab Rani menahan air mata nya.


"Belum Ran, di antara kita belum selesai bahkan kita belum memulai nya !! mari kita bicara, sebelum aku pergi. " Ucap Alex sedikit berbohong, agar Rani mau menemui nya.


"Terim kasih Ran, dua hari lagi urusan ku akan selesai, dan di saat aku selesai aku akan menjemput mu. " Ucap Alex tidak ingin menemui Rani dengan tangan kosong, setidak nya Alex harus mengetahui masalah apa yang sedang Rani hadapi.


"Baik lah. "


Setelah itu Rani menutup sambungan Tlp itu.


Lalu Rani mendapatkan sambungan Tlp dari Erik belakangan ini, namun Rani enggan mengangkat nya karna Rani pikir Erik menghubungi nya atas suruhan Devan.


"Kenapa Non Rani tidak mengangkat Tlp ku ?? " Tanya Erik heran.


"Ya sudah beberapa hari lagi aku akan kembali ke kantor, dan aku akan langsung menemui Non Rani. " Sambung Erik seorang diri.


Rani memutuskan untuk tidak masuk kerja terlebih dahulu, karna Rani enggan melihat wajah Devan yang selalu membuat nya kesal.


Di sore hari, Rani berniat untuk berjalan-jalan ke sebuah taman sekedar mencari udara segar.

__ADS_1


Namun saat Rani sedang asyik menikmati pemandangan di taman itu, Sosok yang Rani tidak mau lihat justru ada di tempat itu dan sedang menghampiri nya.


"Ada apa Dev ?? " Tanya Rani geram.


"Wow ... kenapa sih sayang ?? aku kan kangen, aku khawatir sama kamu. " Jawab Devan sambil menyentuh dagu Rani.


Rani langsung menepis lengan Devan, yang hampir saja menyentuh wajah nya. Tiba-tiba dua orang laki-laki berbadan tegap datang menghampiri Rani dan juga Devan.


Salah satu dari Laki-laki itu menarik lengan Devan dan di jauhkan dari Rani.


"Jangan coba ganggu Bos kami !! atau tidak kamu akan tau akibat nya. " Ucap keras Laki-laki itu pada Devan.


Devan menepis tangan Laki-laki itu. " Kamu menyewa bodyguard Sayang ?? kalian tau gak saya siapa Hah ?? " Ucap Devan tak mau kalah.


Rani pun bingung dengan dua orang laki-laki itu, namun Rani tidak mau tau Rani lebih memilih untuk pergi saat itu.


"Heh .... dengar !! Gue itu calon suami nya Bos Lu. " Ucap Devan menepuk keras pundak Laki-laki itu.


Kedua Laki-laki itu sedikit Syok, karna yang mereka tau Wanita yang selalu mereka jaga itu adalah calon Istri dari Tuan Alex.


Devan hendak pergi, namun Devan lupa mengatakan sesuatu. Devan masih mengira dua orang Laki-laki itu adalah orang suruhan Rani.


"Satu lagi, bekerja dengan benar !! dan tolong jaga Bos kalian itu, karna dia sedang mengandung anak ku. " Sambung Devan semakin membuat dua Laki-laki itu tak percaya.


Lalu Devan pergi, Devan mengetahui jika Rani sedang hamil dan Devan pun sempat kaget karna sungguh Devan tidak meniduri nya sama sekali waktu itu, Devan saat tau Rani hamil Devan langsung berpikir.


"Tidak perduli, siapa pun yang menghamili Rani yang penting aku bisa memanfaatkan kehamilan Rani. " Pikir Devan.


"Kita hubungi Bos Alex. " Ucap salah satu anak buah Alex.


Alex mendengarkan apa yang di katakan oleh anak buah nya itu, Alex merasa kecewa dan mulai paham penyebab Rani ingin berpisah dengan diri nya.


"Aaaarrhhhh ... ternyata kamu sudah mengkhianati ku Ran. " Teriak Alex sambil memukul meja yang ada di hadapan nya.


Alex merasa kecewa terhadap Rani, namun beberapa saat Alex terdiam dan berpikir.

__ADS_1


"Hamil ?? bukan nya Rani di vonis tidak bisa mendapatkan keturunan ?? tapi kenapa sekarang Rani hamil ?? tapi walau bagaimana pun kamu sudah tega mengkhianati ku Ran, dengan tidur bersama Laki-laki lain. "Ucap Alex menjambak keras rambut nya sendiri.


__ADS_2