Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
Bantuan Kak Vera


__ADS_3

BAB 56.


Kaka Alex meminta maaf atas ucapan yang menyakitkan, yang di lontarkan oleh Ibu nya terhadap Rani. Rani hanya tersenyum, lalu Kaka Alex mengajak Rani untuk keluar dari Rumah sakit, untuk mengobrol lebih banyak lagi tanpa sepengetahuan dari Ibu nya.


Rani sangat merasakan kebaikan dari Kaka Alex itu, dan Rani bisa menceritakan sedekat apa kedekatan Rani dan Alex saat itu, Rani berharap Kaka Alex bisa membantu nya, untuk mempertahankan hubungan diri nya bersama Alex.


Di sebuah kantin, Rani duduk berhadapan dengan Kaka Alex, panggil saja Nama nya Kak Vera.


"Sebelum nya perkenalkan, nama saya Vera, Saya Kaka Perempuan dari Alex !! Oh ya mau pesan apa, pesan saja dulu makanan, pasti haus kan ?? " Tanya Ka Vera, mencoba menenangkan suasana terlebih dahulu.


"Emm ... Terima kasih Kak, Saya Rani Kak senang bisa bertemu dan berkenalan dengan Kakak. " Jawab Rani terdengar kaku.


"Rilex aja Ran, Anggap saja kita teman satu tongkrongan. " Ucap Kak Vera, sambil menuliskan apa saja yang akan dia pesan, dan juga untuk Rani.


Kak Vera langsung memberikan List makanan dan minuman yang akan di pesan pada pelayan kantin itu.


Rani masih terdiam, Kak Vera mengerti bahwa Rani kini sedang cemas.


"Ran, saya memang tidak tau tentang seberapa dekat nya kamu dengan Adik saya Alex !! dan kamu pun pasti belum tau banyak tentang Alex dan juga keluarga Alex. " Ucap Kak Vera semakin membuat Rani menundukan kepala nya.

__ADS_1


Rani bersikap gugup dan juga menundukan kepala nya, bukan karna Rani lemah atau pun takut, tapi Rani ingin sekali melihat terlebih dahulu sikap yang di tunjukan oleh Kak Vera pada diri nya.


Apabila Rani sudah menemukan waktu yang Pas untuk berbicara, Rani pasti akan mengungkap kan nya. Rani hanya ingin Alex sadar, dan Rani ingin memberi tahu Alex kalau Rani sangat menunggu Alex untuk sadar, untuk meneruskan kisah cinta kedua nya.


Rani menitikkan air mata, bukan karna ucapan dari Kak Vera, melainkan Rani merasa tersayat hati nya kala melihat Alex tergolek lemah di atas tempat tidur Rumah sakit.


Rani baru saja ingin memulai kebahagiaan nya bersama Alex, namun takdir harus mempertemukan Rani dan Alex di kondisi seperti sekarang ini.


Kak Vera menatap sendu pada Rani, "Ran .. Apa perkataan saya menyakiti hati kamu ?? " Tanya Vera lembut pada Rani.


Rani menggelengkan kepala nya, " Tidak Kak, saya hanya memikirkan saat bersama Alex di hari itu sebelum Alex mengalami kecelakaan seperti ini, ada banyak hal yang kami ingin lakukan ke kedepan nya, dan kami sangat menunggu hari itu, tapi saat hari itu tiba, Alex malah mendapat kan musibah seperti ini sungguh Kak, jika Saya tau Alex akan mengalami kecelakaan seperti ini, Saya tidak akan membiarkan Alex pergi, dan andaikan saya tau saat Alex hendak pergi, saya pun akan mencegah nya Kak, karna sungguh saat itu saya sangat membutuhkan Alex untuk berada di samping saya Kak, bodoh nya saya saat itu saya malah ketiduran dan saya tidak sempat melihat Alex pergi dan Alex pun tidak pamit pada saya. Itu yang saat ini selalu saya sesalkan kak. " Jawab Rani, mulai meluapkan kesedihan nya.


"Ran, Alex itu anak Laki-laki kesayangan di dalam keluarga, bagi kami Alex adalah anak yang hebat, di usia nya yang masih tergolong muda, Alex sudah termasuk Pengusaha muda ter hebat di Asia. Oleh karna itu kami harus rela jika Anak Laki-laki di keluarga kami, sering keluar Negri untuk menyelesaikan pekerjaan nya, Kakak tidak memandang rendah kamu, dan Kakak tidak ada maksud untuk Membanding-banding kan antara kamu dan juga Alex, dimata Kakak cinta memang tidak ada beda nya semua sama, tapi tidak dalam anggota keluarga yang lain. " Ucap Kak Vera serius.


Rani mengerutkan dahi nya. " Apa maksud dari Kak Vera, apa dia kali ini sedang membicarakan tentang status sosial ?? jadi Laki-laki yang aku cintai saat ini, bukan Laki-laki biasa, Alex pengusaha muda yang sukses !! Tapi kenapa dia tidak menceritakan nya, apa dia hanya Main-main saja dengan ku ?? " Gumam Rani dalam hati nya.


"Maksud Kakak bagaimana ya ?? " Tanya Rani belaga polos.


"Ran, Kakak bukan menyuruh kamu untuk menjauhi Alex, tapi Kakak cuma menyarankan. Sebaik nya kamu lupakan Alex. Jangan sampai kejadian yang Kakak alamin terjadi juga pada kalian. " Ucap Kak Vera, membaut jantung Rani berdegup sangat kencang.

__ADS_1


"Kak, Rani mohon jangan patahkan batang pohon yang masih berbentuk Ranting, berikan lah kesempatan pada batang pohon itu, agar terlihat kokoh dengan semestinya. Rani harus bicara dengan Alex !! Jika Alex sama percis seperti apa yang Kakak katakan, Rani akan mundur dan mencoba melupakan Alex. Tapi kali ini Rani mohon bantulah Rani, untuk berbicara dengan Alex. " Rani memohon pada Kak Vera.


"Baiklah Ran, Kakak akan mencoba nya. Kakak hanya tidak mau jika di keluarga kami ada perseturuan lagi, cukup masalah Kakak yang pernah membuat keadaan menjadi kisruh, sehingga Ayah pun pergi untuk selama nya !! " Wajah Kak Vera, seketika berubah menjadi sedih.


"A-apa Kak ?? Separah itu kah ka ?? Kematian seseorang bukan lah salah Kakak, bukan Kakak yang menyebabkan Ayah Kakak meninggal. Rani tidak ingin Kakak berpikir bahwa Rani lancang terlalu ingin tau kisah kakak, tapi jika Kakak ingin bercerita Rani akan siap mendengarkan nya !! " Ucap Rani, mencoba menenangkan Kak Vera.


Kak Vera tersenyum. " Terima kasih Ran, Kakak tau kamu wanita baik !! Emm ... nanti Kakak pasti cerita, tapi kali ini Kakak tidak mau melow. " Jawan Kak Vera dengan senyuman kecil di bibir nya.


Tiba-tiba suara ponsel Vera pun berdering, Vera langsung mengangkat nya. ternyata itu dari Ibu nya. Ibu nya meminta Vera untuk segera kembali ke ruangan karna Ibu nya akan pergi keluar untuk menyelesaikan sesuatu.


"Ran, begini saja. Sekarang Kakak mau kembali ke Ruangan Alex, kamu tunggu kabar dari Kakak saja ya !! Jangan ke sini sebelum Kakak hubungi .... Okk ?? " Ucap Kak Vera, tidak mau keributan terjadi lagi antara Ibu nya dan juga Rani.


"Apa Kakak, sedang berjanji pada ku ?? " Tanya Rani meyakinkan diri nya.


"Tentu saja !! Kakak akan menghubungi mu. Kakak pergi dulu dan sampai berjumpa kembali. " Ujar Kak Vera sambil memeluk Rani.


Rani hanya tersenyum dan melambaikan tangan nya, Ingin sekali Rani menemani Alex, tapi kasian Alex jika harus mendengar Terus-menerus perdebatan antara diri nya dan juga Ibu Alex.


Rani tak menyangka kesan pertama kali bertemu dengan Ibu Alex sangat lah baik, namun kebaikan itu tidak terlihat lagi saat bertemu kembali dengan Ibu nya Alex.

__ADS_1


Rani menatapi nanar kepergian Kak Vera, Rani hanya menitipkan salam pada Kak Vera untuk Alex.


__ADS_2