Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
Rencana Denis.


__ADS_3

BAB 62.


Rani pun berpamitan pada Petra, Petra sangat lega saat mahluk super cantik keluar dari ruangan nya, kecantikan Rani sangat mengganggu naluri dalam tubuh Petra.


Akhir nya Petra bisa beristirahat dengan tenang, saat kepergian Rani dari ruangan nya.


Dalam keheningan Rani menyusuri jalanan Ibu kota, yang mulai lengang dari padat nya kendaraan, karena waktu sudah hampir tengah malam, tidak ada rasa takut dalam benak Rani, yang dia pikirkan hanyalah Alex dan Alex.


Entah kenapa Denis kini sedang merasa senang, karna mempunyai senjata baru. Sungguh licik Denis itu.


Sesampainya di rumah Rani tidak memikirkan barang apa saja yang akan dia bawa tidak ada persiapan apapun untuk keberangkatan nya.


"Dari mana Nak ?? ko larut pulang nya !! " Tanya Ibu Rani, sambil membawa segelas air minum.


"Dari butik Mom !! Rani ada kerjaan yang harus di selesaikan, jadi pulang nya sampai larut seperti ini. " Jawab Rani pada Ibu nya.


"Ya sudah, cepat istirahat jangan sampai besok kamu kesiangan. " Ucap Ibu Rani, sambil berjalan menuju kamar nya.


Rani tidak menjawab ucapan dari Ibu nya, Rani langsung bergegas menuju kamar nya, dengan menaiki anak tangga Rani sangat bingung untuk menghadapi hari esok, yang harus pergi meninggalkan Ibu kota, meskipun itu hanya untuk pergi berlibur saja.


Rani masuk ke dalam kamar nya, ingin sekali Rani merebahkan langsung tubuh nya ke atas tempat tidur king size nya itu, tapi Rani lebih dulu memilih untuk membersihkan diri nya terlebih dahulu.


Sesudah nya Rani selesai dari kamar mandi, Rani mendengar Notifikasi pesan. Rani bergegas berharap itu adalah kabar baik, atau bahkan itu Notiv dari Alex.


Saat Rani membuka Notivikasi pesan itu, Mata Rani langsung membulat sempurna, ternyata itu dari Denis, mantan suami nya.


~ "Malam sayang !! aku tau kamu sedang lelah, selamat beristirahat nya ?? aku merindukan mu. " Isi pesan singkat dari Denis.

__ADS_1


Tidak ada rasa senang dalam hati Rani saat membaca isi pesan romantis itu, itu tanda nya Rani sudah tidak ada hati pada Denis. Rani tidak menghiraukan pesan yang dikirim oleh Denis, padahal Denis sangat mengharapkan balasan dari Rani.


Rani menyimpan kembali Hp nya, tanpa memperdulikan pesan dari Denis. Rani berbaring tanpa lelah selalu memikirkan Alex dan Alex.


Dan di tempat lain Alex, semakin geram dengan keadaan, Alex mulai menunjukan pemberontakan nya pada keadaan, Alex bosan untuk meminum obat, Alex tidak meminum obat tanpa sepengetahuan Ibu nya.


Alhasil setelah Alex tidak meminum obat itu, rasa lemas dan pusing sedikit berkurang, padahal Alex hanya 2x saja tidak meminum obat itu.


"Obat apa ini ?? " Tanya Alex dalam hati nya.


Alex tidak berpikiran buruk saat itu, yang jelas mulai malam itu Alex tidak akan sedikit pun menelan obat itu, walau pun itu harus tanpa sepengetahuan Ibu nya sendiri.


Tepat pukul 07:00 pagi, Rani merasa malas, walaupun sebenar nya dia sudah siap, Rani selalu dengan hiasan natural nya, sehingga untuk mempersiapkan diri pun Rani tidak terlalu membutuhkan waktu yang lama.


Di waktu yang sama Alex, merasa lebih baik, untuk berdiri Alex merasa lebih ringan Alex sangat senang sekali. Alex langsung menghampiri pintu keluar kamar nya, untuk segera keluar dari kamar yang terasa sudah mengurung nya di beberapa hari belakangan ini.


Alex mendengar suara orang sedang berbincang, suara perempuan itu tak asing bagi Alex, itu suara Ibu nya Alex tapi Alex merasa asing pada suara lawan bicara Ibu nya itu.


"Siapa dia ?? " Bisik Alex, sambil berjalan sangat pelan, untuk menuruni jejeran anak tangga rumah nya.


Alex tidak dapat mengenali suara itu, Alex perlahan melangkah sambil memegang pundak dan kepala nya yang masih terasa lemas dan juga pusing.


Namun saat Alex berhasil menuruni anak tangga suara itu sudah tidak terdengar lagu, dan Alex sudah melihat orang itu pergi menaiki mobil nya, dan Ibu nya sedang menutup pintu rumah nya.


Ibu Alex kaget dan juga gugup, karna Alex sudah bisa keluar dari kamar nya.


"Siapa Mom ?? " Tanya Alex sambil duduk di sofa.

__ADS_1


"Loh ko, kenapa gak panggil Mommy saja sih !! nanti kalau jatuh bagaimana ?? " Ucap Ibu Alex, mengalihkan pertanyaan Alex.


"Aku udah baikan ko Mom, lagian sampai kapan Mommy mau mengurungku di kamar, dan harus meminum obat yang gak jelas itu. " Ucap kesal Alex pada Ibu nya.


"Kamu ini berpikir apa sih Nak !! Mommy kan melarang kamu keluar dari kamar, agar masa pemulihan kamu cepat, Mommy mau kamu cepat pulih. " Ucap Ibu nya Alex, kegugupan Ibu nya Alex tetap ada di dalam lubuk hati nya, karna Ibu nya Alex takut jika Alex dapat mengenali siapa tamu yang berkunjung sepagi itu.


Alex tak ingin mempertanyakan kembali siapa yang datang, Fokus Alex pada benda pipih yang selalu ia butuhkan setiap hari nya, namu Alex tidak dapat menemukan nya.


"Cari apa kamu ini Nak ?? " Tanya Ibu nya Alex.


"Handphone ku mana Mom. " Tanya Alex sambil terus mencari.


"Kamu itu belum pulih benar Nak, sudahlah istirahat saja dulu, Mommy gak tau Hp kamu dimana nanti biar Mommy cari. " Jawab Ibu nya Alex, terus saja menyuruh Alex untuk kembali ke kamar.


"Mommy jika Mommy ingin melihat aku pulih, biarkan aku melakukan apa yang aku mau, jika terus saja berbaring bagaimana aku bisa pulih. " Gerutu Alex, sambil duduk kembali karna lemas.


Tiba-tiba suara Tlp rumah berdering, Ibu nya Alex langsung bergegas, tanpa sepengetahuan Ibu nya Alex anak perempuan nya datang, yaitu Vera.


Vera kaget saat melihat Alex sedang duduk di sofa ruang tengah, akhir nya Vera bisa bertemu dengan Alex. Vera langsung menghampiri Adik kesayangan nya, Vera memeluk Alex dan menanyakan kabar nya.


"Hy kak ?? kemana aja. " Tanya Alex pada Kakak nya.


Vera tidak mungkin bilang jika dia dilarang oleh Ibu nya untuk menemui Alex.


"Emm ... kebetulan Kakak kemarin-kemarin gak enak badan Lex, jadi Kakak baru sempat ke sini. " Vera berkilah.


"Kak Pinjem Hp nya dong, aku mau cari tau dimana Hp ku di simpan. " Ucap Alex, sambil merebut Hp yang sedang Vera pegang.

__ADS_1


Vera tak bisa berkata Apa-apa, karna Vera yakin Hp Alex Sengaja di sembunyikan oleh Ibu nya. Vera hanya berharap Alex dapat menemukan Hp nya sebelum Ibu nya kembali.


__ADS_2