
BAB 29.
Rani dan Alex pun saling menatap. dan wajah mereka seketika memerah. Sementara Ibu Iren tertawa, melihat Muda-mudi yang sedang di mabuk cinta itu.
Tatapan Rani dan Alex memang terlihat biasa saja di mata Orang lain. Namun tidak di mata Ibu Iren. Sorotan mata mereka menandakan bahwa mereka ingin memiliki satu sama lain nya.
Makan malam di hari itu pun telah selesai, Saat mereka ber tiga sudah siap untuk beranjak dari Kursi yang mereka duduki.
Ibu Iren segera pamit, pertemuan malam itu Ibu Iren tidak banyak membahas latar belakang Rani. Ibu Iren hanya mengiyakan apapun yang di katakan Alex.
Rani terlihat sederhana tidak banyak Macam-macan. dan tentu nya Rani mempunyai selera Stile Fashion yang Tinggi. namun itu tidak mengubah kepribadian nya, Rani tetal terlihat sederhana.
Ibu Iren pun menyudahi pertemuan itu dengan sebuah pelukan perkenalan yang sangat mengesankan sebuah kebaikan, Ibu Iren pulang di antar oleh sopir Pribadi nya.
Sementara Rani masih tidak enak saat Mengingat, bahwa tante Iren bukan lah Tante-tante nakal, yang seperti ia kira.
Rani masih belum berani mengatakan Satu kata pun pada Alex.
"Aku tau apa yang ada di dalam pikiran mu !! " Ucap Alex santai sambil berjalan di samping Rani.
"Iya ... iya Tuan, aku minta maaf !! Aku rasa Anda yang salah akan hal ini, Ya ... Bagaimana tidak, Anda tidak mencoba memberitahukan pada saya, kalau Beliau adalah Ibu kandung Anda. Jadi ya wajar lah kalau saya mempunyai pandangan yang berbeda !! " Bela Rani, namun tidak luput dari rasa bersalah.
"Baik lah, saya akan mengakui nya kalau itu salah saya !! Tapi apa kamu akan mengakui kalau kamu sudah melakukan kesalahan yang sangat besar ?? " Ucap Alex pada Rani.
"I-iya ... Ehh .. Ti-tidak Tuan !! Kesalahan apa ?? " Jawab Rani cemas.
"Kau sudah berani membangun kan Sesuatu, yang sedang tertidur lelap, untuk saja aku bisa menjinakkan nya !! Coba kalau tidak, bisa habis kamu. " Ucap Alex menatap Rani.
Clebb !!
__ADS_1
Sebuah pernyataan simple, namun mampu membuat diri Rani menjadi panas dingin dibuat nya.
Saat Alex dan Rani hendak memasuki mobil nya, Alex melihat Keberadaan Denis dan istri baru nya tidak jauh dari mereka berdiri.
Alex tidak mau kalau Denis sampai melihat, Rani dengan Laki-laki lain, Bisa-bisa Rani lah yang akan di tuduh berselingkuh saat itu, dengan cepat Alex menarik Tubuh Rani Agar bersandar di Tiang besar di tengah tempat parkir itu.
Rani seketika kaget hingga kini tubuh Rani, di tutupi oleh tubuh Alex, dan Kini Posisi wajah Alex dan Rani sangat lah dekat.
Karna tubuh Alex lebih tinggi dari Rani, Alex membungkukan Tubuh nya agar se jajar dengan Rani.
Sampai-sampai deruan hangat nafas Alex dapat di rasakan oleh nya, Aroma Mint begitu kuat melekat di nafas Alex. Aroma tubuh Alex sangat Rani sukai.
Sehingga siapa pun yang dekat dengan Alex akan merasa nyaman saat aroma tubuh nya tercium. Rani masih terdiam sambil menatap Alex.
Sementara Alex masih melihat Denis dan memastikan Dia tidak melihat Rani. Saking Alex terlalu konsen pada Denis, Alex tidak sadar kalau kini Wajah nya hampir menyatu dengan wajah Rani.
Alex ingin sekali meneruskan sentuhan itu, namun Alex tidak kan membaut Rani terlihat murahan di mata Umum. Alex langsung menegak kan tubuh nya.
Saat Alex sudah memastikan Denis sudah pergi di tempat itu. Seketika Rani bernafas dengan bebas, rasa nya Rani dari tadi sedang menahan nafas nya saat di dalam Air. Sehingga saat Alex menjauhkan tubuh nya dai Rani.
Rani seperti baru mendapat kan asupan udara yang bebas, tak di pungkiri kini diri mereka pun di buat salah tingkah oleh situasi yang mendadak itu.
"Ma-maaf Ran, Tadi .... " Ucap Alex, takut Rani marah.
"Iya Lex, aku tau tadi ada Denis !! Kenapa kau menutupi ku ?? Apa kau takut ?? " Ucap Rani masih menyender di Tiang besar itu.
Alex yang mendengar kata takut dari mulut Rani, seketika seperti mendapat kan sebuah tantangan.
Dengan Cepat Alex mengembalikan Posisi seperti yang dia lakukan saat menutupi tubuh Rani dari Denis.
__ADS_1
Seketika Rabi tertahan nafas nya kembali oleh sikap Alex. Rani menatap Alex tanpa berkedip sedikit pun.
Lalu Alex mengangkat dagu Rani dengan lembut. Alex melihat bentuk bibir Rani yang sangat menggoda.
Seketika Alex mengendurkan pandangan nya pada bibir Rani, dan kini Pandangan nya tertuju pada Kedua bola mata Rani, yang sedang membulat sempurna menatap nya.
"Ya aku takut !! yang aku takut kan adalah diri mu Ran, aku takut Alex membuat keributan. dan akan menyalahkan diri mu, sehingga membuat mu jelek di mata Orang lain !! itu yang aku takut kan. " Bisik Alex berhasil membuat Rani memejamkan mata nya.
Saat Alex menurunkan wajah Rani kembali, Rani mulai membuka mata nya kembali. dan Rani tersenyum pada Alex.
"Terima kasih Lex !! Maaf kan aku, sudah banyak berprasangka buruk terhadao mu !! " Ucap Lirih Rani.
Alex membalas senyuman Rani, " Sama-sama Ran, Terima kasih juga telah memberikan kesan baik, saat bertemu dengan Mommy tadi !! " Ucap Alex lembut.
Ranu tersenyum bahagia, entah kenapa kenyaman kini Rani dapatkan saat berada di samping Alex. Rani tidak berani mengutarakan nya karna Rani sadar siapa di sekarang. Rani masih berstatus sebagai Istri orang lain.
Mereka pun sudah menaiki mobil dan akan segera pulang menuju Rumah Rani.
Sementara di dalam Mobil Lain, Gwen masih kesal oleh tingkah Rani di dalam Toko itu.
Apa lagi saat Gwen mengetahui, kalau Rani tau tentang bayi yang sedang di kandung oleh diri nya, bukan lah Anak dari hasil hubungan nya dengan Denis.
Gwen mulai merencana kan pikiran jahat dan Licik nya saat itu juga, Gwen sangat ber ambisi untuk merebut semua yang di miliki oleh Rani saat ini. Tentu nya Gwen akan meminta bantuan dari tangn Lain, untuk melancarkan Pikiran licik nya pada Rani.
Denis hanya fokus dalam kemudi nya, Denis ridak habis pikir, tentang pasilitas Black Card yang Rani punya. karna Denis baru mengetahui nya.
"Sampai kapan pun, aku tidak akan melepskan mu Ran !! karna aku tau kamu tidak bisa hidup tanpa aku, dan aku yakin kamu sangat mencintai ku Ran !! " Gumam Denis dalam hati nya.
Lalu Denis pun tersenyum penuh percaya diri.
__ADS_1