
BAB 37.
Petra pun membalas nya kembali.
"Kita kenal sudah lama, Gue tau Lo dan Lo juga pasti Tau Sehebat apa Gue !! " Ucap Petra bangga pada diri mya sendiri,
Alex hanya tertawa, dan menyudahi Obrolan pesan singkat itu bersama dengan Petra.
Rani sudah siap menghidangkan Makanan untuk makan malam bersama Alex. Alex sudah mencium aroma yang sangat enak.
Seakan-akan Alex melangkah mengikuti sumber aroma yang sangat menggoda itu. Aroma itu menuntun Alex pada sebuah Ruangan, dimana di ruangan itu, sedang ada seorang Wanita yang sedang melaksanakan tugas nya sebagai seorang Istri, yang harus menghidangkan Masakan untuk suami nya.
"Wow ... Aroma nya enak sekali sayang !! " Ucap Alex mengagetkan Rani yang sedang fokus membelakangi Meja makan.
"Ya ampun Lex, bikin aku kaget saja !! " Umpat Rani masih memegang alat masak.
Alex dengan senang hati duduk di meja makan, sambil menunggu sang pujaan Hati beres dalam hal memasak.
Setelah Rani selesai memasak Rani pun mempersilahkan Alex untuk memakan makanan yang Rani siap kan.
"Biasa nya Denis yang memakan makanan ku, sekarang laki-laki lain yang menikmati nya, Tapi aku bersyukur aku di pertemukan dengan Laki-laki yang lebih baik dan Bisa menerima kekurangan ku. " Ucap Rani sambil menatap Alex yang sedang Asyik menikmati makanan yang di buat oleh tangan nya sendiri.
Hari pun berlalu, Tiba saat nya Rani akan menghadiri sidang pertama nya bersama Denis.
Dan Denis pun sedang bersiap, namun misi Denis kali ini bukan lah untuk menghadiri Sidang perceraian nya, namun mencegah Rani untuk tidak melanjutkan Sidang perceraian nya.
__ADS_1
Rani mendapatkan tawaran dari Alex untuk menjemput nya menuju pengadilan Agama, Namun Rani dengan cepat menolak nya. karna Rani yakin di Pengadilan nanti akan ada Denis, dan Rani tidak mau Denis melihat Rani datamg bersama Alex.
Walau pun Alex mendapat penolakan dari Rani, Alex akan tetap hadir ke persidangan itu, namun Alex tetap tidak akan menunjukan jati diri yang sebenar nya.
Sudah dua minggu Rani menunggu, dimana Saat-saat Persidangan pertama itu di mulai, Rani melewati hari demi hari tanpa pernah bertemu dengan Denis sekali pun, Karna Rani sengaja pergi dari Rumah, dan menyerahkan pekerjaan Butik nya pada Orang kepercayaan nya.
Karna kalau tidak begitu, Denis pasti akan memaksa nya tanpa ampun, Rani tidak berniat untuk lari dari masalah, justru Rani ingin mempermudah dan mempercepat proses persidangan itu.
Setiba nya Rani di di halaman Pengadilan Agama, baru saja Rani mengeluarkan Kaki nya sebelah dari dalam Mobil. Denis dengan cepat Menghampiri Rani, Rani sampai kaget dan Rani masuk kembali ke dalam Mobil, dan mengunci Pintu mobil nya Rapat-rapat.
Di sisi lain Alex dan Petra melihat kejadian itu, Alex memang sengaja ikut menggunakan mobil Petra, itu pun karna Alex yang memaksa.
Petra menghimbau pada Alex agar menggunakan Topi, kaca mata, dan Masker Agar wajah tidak dapat terlihat oleh Denis.
Alex sedikit menolak, karna bagi nya tidak ada masalah jika Denis mengenali nya, dan Tau kalau Alex hadir di Persidangan Rani.
"Lex, Ayo lah !! bahkan kalau bisa, Lu jangan sampai hadir dalam persidangan itu. " Ucap Petra prustasi.
Alex berpikir. " Baik lah, Gue lebih memilih memakai atribut yang lo saranin, dari pada Gue tidak hadir di persidangan itu !! " Dengus Alex sambil menggenakan nya.
"Sorry Bro, Gue lakuin ini agar Lo sama Rani kedepan nya tidak akan ada masalah yang berhubungan dengan Denis, ya Gue berpikir seperti itu, karna Lo sendiri yang bilang ke Gue, kalau Lo serius terhadap Rani, dengan begitu Gue melarang Lo hadir di Persidangan Rani !! " Ucap Petra.
Alex hanya menggelengkan kepala nya, Lagi-lagi Petra melarang Alex untuk membantu Rani dari Pencegahan Denis, Dan Alex pun mengerti Alex lebih memilih untuk memperhatikan Rani dari kejauhan.
Denis mengetuk-ngetuk kaca mobil Rani.
__ADS_1
"Ran ... Buka ... Ran !! Kita bisa bicarakan ini secara baik-baik Ran, Hentikan perkara ini Ran, aku bisa menyelesaikan nya tanpa ada perceraian Ran, Aku mohon Ran. Aku sangat mencintai mu, jangan begini Ran !! Buka ... Sayang !! " Teriak Denis pada Rani yang mengunci diri nya di dalam mobil itu.
Rani tak kuasa menahan Air mata nya, saat Denis terus berteriak pada nya. Saat Rani melihat ke Arah lain, terlihat lah Kuasa Hukum nya yaitu Petra sedang menghampiri mobil Rani dengan Gagah nya, Rani menghela nafas Lega, karna Petra datang di waktu yang sangat tepat.
Petra menghampiri Mobil Rani, dan berbicara Baik-baik pada Denis, dan memperkenal kan diri nya, bahwa Petra adalah kuasa hukum Rani, Denis tidak bisa menerima sikap baik Petra, Denis malah mengusir Petra dengan percaya diri mengatakan, bahwa Rani tidak akan meneruskan kasus perceraian nya.
Rani yang merasa Aman karna Petra dan petugas keamanan sudah hadir, Rani langsung membersihkan Wajah nya dari deraian air mata, setelah Rani siap, Rani menarik Nafas dan membuang nya secara perlahan. Lalu Rani keluar dari dalam mobil.
Denis yang melihat Rani sudah keluar dari dalam mobil, langsung menghampiri nya dan meraih lengan Rani secara keras dan paksa.
Alex yang melihat nya langsung memasang badan, namub langkah nya di hentikan saat Petra memberikan kode pada Alex.
"Maaf Tuan, jangan bertingkah seperti ini. Jika anda ingin berdiskusi itu nanti ada tempat nya yaitu tahap Mediasi, Tolong jangan membuat keributan apa lagi menyakiti Klien saya. " Ucap Petra tegas sambil menarik lengan Rani, dan kini Rani berada di belakang Tubuh kekar Petra.
Alex semakin geram, saat Tau Petra terus saja memegang lengan Rani, " Sialan, dengan sengaja Bocah tengil itu, membuat diri ku tak bisa berkutik saat Kekasih ku di pegang oleh nya. Awas kau Petra !! " Umpat Alex sambil menendang Pot bunga yang ada di hadapan nya.
Alex mendapat tatapan yang kurang mengenakan dari Orang sekitar nya, karna sudah menendang Pot Bunga yang tidak bersalah itu.
Karna Alex tidak mau berkepanjangan, Alex langsung membenarkan kembali Pot Bunga yang tergeletak jatuh dengan Tanah nya yang berhamburan kemana-mana.
"Sial !! Kenapa Gue jadi Tukang kebun dadakan gini sih !! " Dengus Alex dalam hati nya dengan pandangan tak lekat dari Rani.
Petra di bantu oleh kedua petugas keamanan, hingga Rani dapat lolos dari Denis, dengan cepat Rani berjalan menuju Ruang sidang yang sudah di persiapkan bersama dengan Petra.
Sementara Alex masih sibuk menyapu sisa tanah yang tidak dapat ia pungut ke dalam Pot bunga itu.
__ADS_1
"Sial .. Sial .. Sial !! Untung rasa tanggung jawab Gue tinggi, jadi Bunga itu terlihat Rapih kembali seperti semula. Padahal kalau cuma bunga seperti itu, Gue bisa beli bahkan 1000 bunga sekali pun. Tapi karna rasa bersalah Gue karna sudah menendang Pot bunga yang tidak bersalah ini, Gue rela jadi Tukang kebun Dadakan !! Sial ... " Umpat Alex dalam hati nya. dan langsung bergegas mendekati Ruang sidang setelah Tanggung jawab nya pada Pot bunga itu selesai.