Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
BAB 114. Kebersamaan.


__ADS_3

Dengan nafas tersengal-sengal kedua nya berbaring berdampingan.


"Capek Sayang. " Keluh Alex pada Istri nya sambil tersenyum dan memeluk tubuh istri nya.


"Terlalu Power kamu tuh ... Sampai lupa kalau aku sedang mengandung. " Timpal Rani menyenggol lengan Suami nya.


"Ya ampun astagaaa ..... Maafin aku Sayang, Maafin Ayah ya Nak ! lagian Bunda kamu ini pake perawatan apa sih sampe sempit kaya gitu. " Sambung Alex.


Rani hanya tersenyum dan memeluk tubuh Suami nya erat.


"Mas terus seperti ini ya ? jangan berubah sekali pun aku berbuat kesalahan, tolong maafkan dan ingatkan aku. " Rengek Rani.


"Iya Sayang, Mas juga ya ? " Jawab Alex mengecup kening Rani.


Rani yang ingin membersihkan diri nya hendak keluar dari Zona nyaman itu, namun Alex mencegah nya, Alex menggendong Rani sampai ke dalam kamar mandi.


"Ihh geli tau Sayang. " Ringis Rani saat bibir Alex terus menandai tubuh Rani dengan tanda cinta nya.


Alex tersenyum. " Kita bersihkan nya bareng-bareng saja ya ? " Bisik Alex.


Rani tersenyum malu dan menganggukan kepala nya, malam itu mereka menggunakan air hangat karna tidak ingin kedua nya semakin kedinginan nanti nya.


Malam itu pun berlalu, suasana pagi pun menjelang.


Seperti biasa tugas seorang Istri adalah menyiapkan pakaian suami nya dan menyiapkan sarapan pagi untuk suami nya.


Kedua Orang tua Rani merasa lega, karna melihat Rani semakin sehat hari demi hari nya.


Hari itu Alex berniat ingin membawa Rani berjalan-jalan ke sebuah Villa milik nya di sekitaran Bogor.


Alex ingin menenangkan pikiran nya di sana di temani seorang Wanita yang baru saja ia nikahi beberapa hari lalu.


Saat sarapan pagi telah usai, Alex meminta izin pada kedua orang tua Rani untuk membawa Rani pergi berjalan-jalan, dan Alex mengatakan jika tidak pulang Alex akan membawa Rani menginap beberapa malam di sana.


Alex pun mengajak ke dua Mertua nya, namun kedua Orang tua Rani menolak nya secara halus, mereka mengerti karna bagi pengantin baru lebih baik ber duaan saja.


Kedua Orang tua Rani menitipkan pesan, jika harus selalu hati-hati dan cepat lah pulang, karna sungguh sebagai Orang tua masih merasa cenah jika putri kesayangan nya tidak ada sisi mereka untuk sekarang ini.


Dan Alex berjanji akan menjaga Rani dan membawa Rani kembali pulang dengan ke adaan Baik-baik saja.

__ADS_1


Dengan berbagai persiapan yang serba dadakan itu, Rani akhir nya sudah siap berangkat ikut bersama Suami nya.


"Mas apa kamu gak cape, ngajak aku ke Villa ? " Tanya Rani, sebenar nya bagi Rani sangat lah tidak penting mau liburan atau pun tida, yang penting Alex selalu ada di sisi nya.


Sudah berada di setengah perjalanan, suara ponsel Alex berdering tanda ada panggilan dari seseorang.


Alex melihat itu ternyata panggilan dari Kak Vera.


"Sebentar sayang, ini dari Kak Vera. " Ujar Alex memberi tahukan pada Istri nya.


Rani tersenyum dan menganggukan kepala nya.


"Hallo Kak ! " Jawab Alex saat sambungan Telepon itu tersambung.


"Lex, kamu dimana ? bisa pulang ? " Ujar Kak Vera dengan nada berusaha tenang.


"Aku lagi di jalan Kak, ada apa ? " Tanya Alex masih santai.


"Cepat pulang ya Lex, di rumah ada masalah dan Kakak bingung harus bagaimana ! " Jawab Kak Vera.


"Masalah ? " Ujar Alex menyatukan kedua alis nya.


Alex mengusap wajah nya kasar, dan bingung ada masalah apa sebenar nya.


"Kenapa Mas ? " Tanya Rani.


"Mas tidak tahu sayang, Kak Vera mengabarkan jika di rumah ada masalah. " jawab Alex merasa penat.


"Ya Ampun ! " Timpal Rani.


"Pak .. putar balik ya Pak ? " Rani segera memerintahkan Sopir nya untuk berbalik arah.


"Baik Non, ke rumah Aden ? " Tanya Sopir itu.


"Iya Pak ! " Jawab Rani cepat.


Alex menatap wajah istri nya, yang tadi nya Alex berpikir tidak enak jika harus membatalkan acara nya bersama sang Istri, namun Alex kagum ternyata istri nya itu lebih mengerti dengan ke adaan diri nya yang sekarang.


"Kami yakin sayang ? " Tanya Alex menggenggam tangan Rani.

__ADS_1


"Yakin Mas, mana mungkin aku bisa tenang saat di Villa jika Ibu ada masalah. " Jawab Rani meyakinkan suami nya.


"Terima kasih sayang, Mas janji setelah ini Mas akan membawa mu ke tempat yang lebih indah. " Ujar Alex bangga.


Rencana liburan kali itu pun gagal, Alex sebenar nya enggan menemui Ibu nya sekarang, apalagi Rani ikut bersama nya.


Alex tidak ingin membebani Rani dengan masalah baru nya ini, Alex menjadi cemas saat menuju rumah nya.


"Sebenar nya ada apa lagi sih Mom ? " Dengus Alex dalam hati nya berusaha Baik-baik saja di hadapan Rani.


Rani terus memeluk Suami nya dengan tujuan menenangkan perasaan nya.


"Mas semoga masalah nya tidak akan membuat kamu putus asa ya Mas, aku takut sebenar nya. " Batin Rani menatap wajah Alex yang tiba-tiba saja diam.


"Mas ! kenapa ? " Tanya Rani khawatir.


"Emmm .... sayang ! apa sebaik nya kamu tidak ikut saja ? aku khawatir jika masalah ini membuat mu sakit atau terbebani nanti nya. Lebih baik kamu tunggu saja di hotel atau mau ke butik ? " Ucap kecil Alex.


Rani seketika menegakkan tubuh nya. " Mas ko gitu sih ? aku ini Istri kamu loh, apapun masalah nya aku harus ada di samping kamu Mas. Aku ikut ! " Jawab Rani memaksa.


"Tapi Mas khawatir sama kamu Sayang ! " Sambung Alex mengelus perut Rani yang mulai terasa keras saat di sentuh.


"Aku akan lebih khawatir jika tidak ikut bersama kamu Mas, aku mohon bawa aku ! " Ucap Rani memohon.


"Ya ampun sayang, tidak usah memohon apapun akan aku lakukan, tapi untuk masalah di rumah, Mas tidak ingin membuat kamu pusing memikirkan nya. " Jawab Alex lembut mengelus wajah Rani.


"Mas jangan berpikir aku akan tega melihat Mas menanggung semua nya sendiri, aku tidak mau itu Mas ! " Sambung Rani menjadi sendu.


Alex melihat mata istri nya itu mulai berkaca-kaca, " Ya sudah ... ya sudah ... iya Mas akan bawa kamu ! tapi dengan satu syarat. "


"Apa ? pake syarat segala. " Dengus Rani kesal.


"Mas tidak ingin melihat kamu stres5 memikirkan nya, dan jangan di masukan ke hati jika Mommy mengatakan hal buruk pada kita. Kamu bisa kan ? " Ujar Alex.


"Iya Mas, sepahit apapun masalah itu akan aku telan tanpa aku kunyah, setelah itu akan aku buang ke toilet. " Jawab Rani seketika merubah suasana hening menjadi tak tahan menahan rasa ingin tertawa.


Termasuk Pak sopir yang ikut tertawa mendengar ucapan Rani, yang keluar begitu saja.


Alex tertawa dan Rani pun tertawa seketika dan memeluk kembali tubuh Suami nya itu.

__ADS_1


"Kamu ini, harus nya di muntahkan saja langsung, tidak usah di telan ! " Timpal Alex merasa gemas pada Istri nya itu.


__ADS_2