
BAB 27.
Alex tertawa tak bisa lagi menahan rasa Geli yang menerpa diri nya, karna Sikap Rani yang Alex lihat. " Baik lah Sayang !! Alex mu ini akan menjadi Alex mu Seutuh nya, Tanpa ada sentuhan Dari Tante-tante itu, Asalkan Kau bisa memberikan kasih sayang melebihi Kasih sayang dari Tante-tante itu !! Bagaimana ?? " Tanya Alex sambil menggoda Rani.
"Bodo Amat !!!! " Jawab Rani ketus, namun semakin membuat Alex tertawa Lepas saat mendengar kekesalan Rani saat itu.
Dalam perjalanan Alex hanya menahan tawa nya, Akhir nya Waktu yang di Tunggu-tunggu datang juga.
Dimana Rani akan Di pertemukan dengan Ibu nya Alex, Alex sudah Sampai di Tempat yang sudah ia tentukan bersama Ibu nya.
Rani tidak tau menau tentang rencana pertemuan antara Alex dan Ibu nya.
Rabi berjalan di samping Alex, Dengn Mata yang Berbinar-binar Rani menatapi Pajangan-pajangan Barang yang tersimpan si Masing-masing Toko itu.
Namun Kali ini Rani tidak berniat untuk membeli apa pun, Rani hanya akan Menemani Alex. Saat sampai di Sebuah Toko Perhiasan Alex Menarik lengan Rani. Rani bingung kenapa Alex membawa Rani ke dalam Toko itu.
Ternyata Pelayan Toko itu sudah mengenal Alex, Dan salah satu dari Pelayan Toko itu memperlihatkan Barang Terbaru mereka,
"Mbak, Pilihkan yang paling Terbagus ya ?? " Ucap Alex yang berdiri di belakang Rani.
"Apa kau akan menghadiahi Tante-tante mu itu dengan Perhiasan Semahal dan semewah ini, Hah ?? Apa kau sudah Gila Tuan !! Kenapa kau tidak membelikan Mobil Sport termahal saja sekalian, Toh harga nya juga sama dengan perhiasan ini !! " Umpat Rani berbisik pada Alex. yang berdiri di belakang nya.
Alex hanya tersenyum, Tanpa Rani sadar Alex sudah menjauh dari diri nya, Rani terpana akan kemewahan Yang di miliki oleh Perhiasan itu.
Tiba-tiba Suara panggilan terdengar dari belakang Rani, " Sayang !! "
Rani menoleh dan Kaget lah Rani, ternyata yang di belakang nya itu bukan lah Alex melainkan Denis dan Gwen.
Rani langsung mencari keberadaan Alex, Namun Rani tidak melihat nya.
"Kau disini juga !! Kalau begitu kenapa kita tidak berangkat bareng saja tadi !! " Ucap Denis sambil tersenyum pada kedua Istri nya itu.
Sementara Gwen dengan Bangga nya menggandeng Denis di hadapan Rabi dengan manja nya.
Saat Gwen melihat penampakan dari perhiasan yang ada di depan nya, Gwen langsung melepaskan Pegangan nya pada Lengan Denis.
"Wow .... " Ucap Kagum Gwen sangat Terpikat pada Perhiasan itu.
__ADS_1
Gwen ingin mengambil Perhiasan yang di Letakan di Kotak yang sangat indah itu, yang sedang di pegang oleh Pemilik Toko perhiasan itu.
Namun seketika Perhiasan itu di jauhkan Oleh pemilik toko dari Jangkauan Gwen. " Maaf Nona, Perhiasan ini milik Nona Rani !! Silahkan Anda, mencari yang lain. Masih banyak yang bagus ko Nona !! " Ucap pemilik toko itu.
Rani seketika melirik pada Pemilik toko itu, " Dari mana dia tau nama ku ?? " Gumam Rani dalam hati nya.
Seketika Gwen sangat kecewa, dan merasa di hina oleh Pelayan itu, pelayang yang di Anggap oleg Gwen adalah Pemilik Toko itu. bukan Pelayan Toko itu.
"Sayang !! Aku mau perhiasan itu. " Rengek Gwen pada Denis sambil mengelus perut nya yang terlihat sedikit buncit.
"Sebentar ya sayang !! " Jawab Denis sambil mengelus kembali perut Gwen.
"Emm ... Ran, apa sebaik nya perhiasan itu untuk Gwen saja ?? kasihan dia sedang Hamil !! " Ucap Lembut Denis merayu Rani tanpa memperdulikan perasaan Rani.
Rani seketika tersenyum Nyinyir pada Denis dan Gwen, seketika Gwen pun merasa menang saat itu.
Rani mengambil kotak Perhiasan itu. " Kau Mau ini Sayang ?? Ambilah kasihan Nanti Bayi yang ada di Perut mu, ngeces lagi !! Nihh. " Ucap Rani sambil menyodorkan kan nya ke arah Gwen.
Seketika Denis tersenyum lega melihat sikap Rani, Dan gwen semakin merasa senang. Saat Gwen akan meraih Kotak perhiasan itu. Dengan cepat Rani menarik nya kembali.
"Sayang !! " Rengek Gwen kembali pada Denis.
"Ya sudah-sudah !! " Denis menggelangkan Kepala nya, dan menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Berapa Mba ?? " Tanya Denis pada Pelayan Toko itu.
Dan pelayan toko itu pun, Menyebutkan Harga dari Perhiasan Murni itu. Seketika Denis pun di Buat Syok oleh harga Pantastis dari perhiasan itu.
Sementara Rani tak Tahan menahan tawa nya, Dan Rani sengaja Membuang Wajah Tatapan nya ke sembarang Arah, karna Tak Tahan menahan Gelak tawa nya, saat melihat Ekspresi wajah Denis.
Denis menatap Rani lalu menatap Gwen.
"Emm ... Sayang nanti saja ya ?? Kamu dengar kan, Harga perhiasan itu, setara dengan Harga Mobil Sport termahal sekali pun !! Jadi Lain kali saja ya ?? " Bujuk Denis lembut pada Gwen.
"Ehmm ... Berarti perhiasan ini Tetap Aku yang menjadi Pemilik nya. Karna suami mu tidak sanggup untuk membelikan nya !! " Ucap Rani tersenyum kemenangan pada Gwen.
"Bungkus saja ya Mba !! " Ucap Rani pada pemilik toko itu.
__ADS_1
Tapi dalam hati Rani, Rani bingung. " Mampus !! Bagaimana Aku bayar nya ?? Sementara Denis dan Gwen masih ada di sini !! Uang dengan Nominal segitu mana aku Punya ?? Kalau pun aku punya, aku harus menjual Butik ku terlebih dahulu !! " Gumam Rani cemas dalam Hati nya.
Sementara Di Tempat Lain, ada sosok Laki-laki yang menertawakan kembali Tingkah Rani saat itu.
"Baik lah Nona, Saya akan melakukan Pembayaran terlebih dahulu !! Sebentar ya, Silah kan Duduk terlebih dahulu. " Ucap Pemilik Toko itu sambil memperlihatkan Benda Tipis yang berupa Black Card ke hadapan Mereka ber tiga.
"Hah ?? Black Card siapa itu ?? Apa itu punya Alex ya ?? Mampus .... Alex pasti marah, Tapi gak Papa lah. Yang penting aku selamat saat inim Dan Nilai harga diri ku lebih Tinggi dari pada Harga diri mereka !! Biar Alex urusan belakangan !! " Dengus Rani dalam hati nya.
Denis terperanga, Karna Denis sungguh tidak pernah memberikan Pasilitas Black Card itu pada Rani, Bahkan Uang bulanan pun belum Denis kasih pada Rani.
"Kau yang memberikan kartu itu pada Rani Ya ?? " Bisik Gwen kesal pada Denis.
Denis melirik kesal pada Gwen, Dan langsung membungkap Rengekan Gwen dengan Tataoan tajam nya. Gwen semakin kesal dan Sirik pada Rani.
Denis bersikap baik pada Rani, "Sayang !! Apa kau mau ikut pulang bersama ku ?? " Ajak Denis pada Rani.
"Tidak usah, Terim kasih. Aku tidak mau mengganggu Pengantin baru seperti kalian !! Lagian masih banyak barang yang harus aku Beli. Tas, sepatu, Baju !! Wahh poko nya masih banyak Deh !! Dari pada Kalian ikutin aku, mending kalian Pergi saja Deh. Nanti kalau ada yang ngeces dan merengek kamu juga Yang repot Mas !! " Ucap Rani menyindir Gwen, sambil menahan Tawa nya.
Gwen menjadi Kesal, Atas Tingkah Sombong Rani pada nya, Denis pun memasang wajah Kesal pada Rani. Sementara Rani Bersikap Biasa saja.
Gwen mendekat pada Rani. " Kau memeng memiliki segala nya, Tapi kau tidak akan bisa mendapat kan apa yang aku punya saat ini !! Aku punya Suami mu, san Anak dari Suami mu !! Apa kau mampu memiliki nya ?? " Bisik Gwen kejam pada Rani.
Rani seketika membulat kan Mata nya, Saat mendengar kata-kata Anak dari Mulut pedas Gwen, kata-kata pedas yang mampu membuat Rani akan Pedih saat mendengar nya.
Rani seketika lebih mwndekat pada Gwen, dan Berbisik "Aku bisa mendapat kan Laki-laki yang melebihi Suami mu itu, atau bahkan 100x Lipat dari Suami mu itu, Dan Satu Lagi. Apa kau yakin Anak yang di kandung mu itu Anak dari Denis, Hah ?? " Ucap Rani tertawa mengejak pada Gwen.
Rani kembali berbisik pada Gwen, Dengn wajah Marah Rani menatap Gwen. " Kenapa Kau Diam, Hah ?? Lalu kenapa Wajah mu menjadi Pucat Pasi seperti itu ?? " Ucap Rani semakin membuat Gwen mengerat kan Tangan nya untuk menampar Mulut Rani.
Rani yang melihat ke arah telapak tangan Gwen, Rani mengerti kini Gwen sedang emosi dan akan segera menampar nya, Rani seketika memegang Kepalan tangan Gwen dan mengerat kan nya dengan kuat.
"Berani kau menyentuh kulit ku !! Maka Aku akan membongkar semua kebusukan mu, Ambil saja Suami mu itu, Aku tidak Butuh. Jika aku butuh sudah aku Bongkar Kebusukan mu dari Awal pernikahan mu itu !! Paham !! " Ucap Rani menekan nada bicara nya.
Gwen sangat Emosi namun dia harus menahan nya, Gwen sangat kacau ketika Tau Rani mengetahui Tentang bayi yang di kandung oleh nya bukan lah anak dari Denis.
Seketika Gwen mundur dari hadapan Rani, dan segera meraih tangan Denis, dan menarik nya keluar dari Toko perhiasan itu.
Rani hanya menatap Puas pada Kepergian Gwen dan Denis dari hadapan nya.
__ADS_1