Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
Kasih sayang Alex.


__ADS_3

BAB 43.


Rani tidak ingin menunggu waktu 14 hari itu, dengan terus di incar oleh Denis, Rani membulatkan tekat nya untuk menemui Orang tua nya, dan akan menunggu waktu 14 hari itu di Rumah Orang tua nya. Rani yakin bahwa perkataan Alex tentang Orang tua nya, ada benar nya.


Rani mendapatkan kabar, kalau Orang tua nya berada di Indonesia beberapa hari ini. Rani akan memberanikan diri nya untuk bertemu dengan Orang tua nya.


Saat Rani sudah di dalam mobil nya, Denis terus memperhatikan Mobil Rani, untuk mengikuti nya, Namun mobil Denis ada yang mencegah. Beberapa Orang dengan Fostur tubuh yang tinggi besar, dan memakai seragam serba hitam.


Saat Rani sudah berlalu dengan mobil nya, Selang beberapa menit mobil Denis pun sudah bisa keluar tidak ada yang menghalangi nya lagi, Denis tidak ingin babak belur hanya karna ingin menanyakan siapa mereka, dan suruhan siapa mereka.


Denis lebih memilih untuk mengalah saja, dari pada dia keluar dari mobil dan pada akhir nya harus berakhir di ranjang Rumah sakit.


Entah suruhan siapa, Orang-orang yang menghadang mobil Denis itu, yang jelas Orang itu di tugas kan untuk menjaga Rani.


Denis tidak bisa melihat kemana arah mobil Rani pergi. Denis memilih untuk pulang ke Apartemen Gwen, karna Handphone Denis dari tadi bergetar terus-menerus, karna Gwen terus mencoba menghubungi Denis.


Rani hampir saja dekat ke arah Rumah Orang tua nya, Rani ragu namun Rani selalu ingat perkataan Alex, Lagian sampai kapan Rani harus menahan kerinduan nya lagi pada kedua Orang tua nya.


Pintu gerbang besi milik istana kedua Orang tua Rani terbuka lebar, saat Petugas keamanan mengetahui ada mobil Rani datang, Rani melihat kesekeliling Rumah nya, tidak ada yang berubah. Masih sama seperti dulu, sebelum Rani menikah dengan Denis.


Mobil Rani berhenti, dengan cepat petugas keamanan pun, membukakan pintu mobil Rani, layak nya seorang Princess. Rani menyapa Petugas keamanan itu, Petugas yang tidak Rani ketahui, mungkin Orang tua Rani sudah mengganti Petugas keamanan di Rumah nya.


Rani membuka Pintu utama rumah nya, Udara dalam rumah pun, seakan menyambut ke datangan Rani, Suasana yang sangat Rani rindukan dan Rani impikan setiap malam nya.

__ADS_1


Di tempat itu Lah, Rani selalu menghabiskan waktu nya bersama kedua Orang tua nya, di tempat itu lah Rani selalu di sayang dan di manja, di Rumah itu lah Rani selalu mendapat kan kebahagiaan tanpa ada yang berani menyakiti nya.


Rani tersenyum bahagia dan haru, saat Rani melihat seorang Ibu yang sedang duduk santai, sambil menikmati segelas teh di samping nya.


"Mommy ... " Ucap Rani pelan.


Rani berlari melewati beberapa ruangan, saat Rani rasa itu sudah cukup. Rani berteriak memanggil Ibu nya, Seperti Anak kecil yang merindukan Ibu nya, karna Ibu nya seharian sudah bekerja di luar.


Ibu Rani menoleh, terkejut lah beliau. "Sayang !! Ya ampun, Anak Mommy. Apa kabar kamu Nak ?? " Ucap Ibu Rani sambil menyambut Rani, dengan sebuah pelukan.


Pelukan yang sangat Rani rindukan, Pelukan yang selalu membuat Rani nyaman. Rani tak mampu menjawab pertanyaan Ibu nya Rani hanya menangis.


Tiba-tiba seorang Lelaki paruh baya pun datang dari belakang Rani.


"Nak, Itu ada Daddy !! " Bisik Ibu Rani.


Karna Rani seakan-akan menemukan sesuatu yang telah lama Hilang. Rani dan kedua Orang tua nya pun duduk bersama, melepas rasa Rindu yang telah lama mereka pendam.


Alex mendapat kan kabar, bahwa Rani kini sedang berada di Rumah kedua Orang tua nya, Alex tersenyum lega mendengar nya, dan Alex senang karna Rani mau mendengar kan nya.


Alex memerintah kan beberapa Orang untuk terus memantau Rani, ternyata itu anak buah suruhan Alex. Alex segera memesan buket bunga besar untuk di kirim kan ke rumah Rani, tanpa sepengetahuan Rani.


Denis tiba di Apartemen Gwen.

__ADS_1


" Mas, kenapa sih ?? Ko belakangan ini kamu berubah ?? Apa aku buat salah pada mu ?? " Tanya Gwen pada Denis.


"Aku sedang lelah saja, banyak yang harus aku selesai kan, jadi aku kecapean !! " Jawab Denis sambil duduk, untuk beristirahat.


"Pasti tentang Rani, Iya kan ?? " Jawab Gwen kesal.


Wajah Denis, menjadi muram. " Jika ia memang kenapa ?? kamu marah ?? kenapa harus marah ?? sebelum aku menikahi mu, kamu sudah tau Rani itu istri ku, terus apa salah nya jika aku memikirkan Rani, dia Istri ku !! " Jawab Denis tegas.


Gwen mendengar jawaban Denis, tidak ada lembut-lembut nya. " Kamu ini kenapa sih Mas, kan bisa jawab nya biasa aja, wajar dong, istri muda cemburu sama istri Tua, bagai mana aku gak cemburu kalau belakangan ini, kamu gak ada perhatian nya sama aku, kamu malah sering bentak-bentak aku, Apa kamu lupa aku ini sedang mengandung ?? " ucap Gwen, nampak akan menangis.


Denis mencerna perkataan Gwen, Denis memang merasa kesal belakangan ini, Denis kesal pada Rani tapi Gwen yang menjadi sasaran nya, Denis juga tidak tau kenapa, belakangan ini tidak mau memikirkan Gwen sama sekali, atau bahkan Anak yang di kandung Gwen.


Yang Denis pikir kan hanya lah Rani dan Rani, Denis masih kekeh tidak mau bercerai dengan Rani, ada Rasa tidak rela saat Denis harus merelakan Rani menjadi seorang janda.


Bahkan belakangan ini, Denis merasa ada rasa penyesalan, saat mengingat Denis sudah menikahi Gwen, karna yang membuat Rani ingin berpisah dengan nya. Yaitu karna ada nya Gwen.


Gwen tidak mendapatkan jawaban dari Denis, Gwen hanya melihat Denis sedang melamun. "Mas !! Aku ini sedang bicara. !! " Ucap keras Gwen.


Denis merasa pusing pada omelan Gwen, Mau tida mau Denis harus mengalah, Denis harus berusaha tidak ada masalah di hadapan Gwen, kalau saja Gwen tidak hamil. Denis akan melakukan apa saja yang dia ingin kan, sesuai dengan suasana hati nya.


Saat Denis memeluk Gwen, dan meminta maaf pada Gwen, pikiran Denis tetap saja pada Rani. Denis terus memikirkan keberadaan Rani saat ini.


Sekilas, Denis memikirkan tubuh Rani yang semakin menggoda saat itu, karna sudah lama Denis tidak menyentuh nya. Denis tidak rela jikalau tubuh mulus Rani, di sentuh oleh laki-laki lain.

__ADS_1


Apa lagi kalau mengingat Rani nanti nya akan menjadi seorang janda. pikiran itu semakin membuat Denis takut akan kehilangan Rani. Sungguh Denis bingung harus bagai mana, dan Denis bingung harus meminta tolong pada siapa.


Untuk berbicara berdua pun rasa nya sangat sulit dengan Rani.


__ADS_2