Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
BAB 98. Tangis.


__ADS_3

Rani menangis seorang diri, saat Alex di tangani oleh Dokter.


Lalu dengan langkah cepat Kak Vera datang menghampiri Rani.


"Ran ... bagaimana Alex ? " Tanya Kak Vera duduk di samping Rani yang terus saja menutupi muka nya, karna tak kuasa menahan rasa sakit dan ia keluarkan dengan tangisan.


"A-alex sedang di tangani oleh Dokter Kak. " Jawab Rani terbata.


Kak Vera melihat ketakutan Rani yang begitu dalam. Kak Vera menarik lengan Rani, dan memeluk nya agar sedikit tenang.


"Tapi tidak ada luka parah kan ? " Tanya Kak Vera.


"Tidak Kak, tadi bajingan itu mau menusuk Alex, tapi aku keburu datang. Dan syukurlah Alex tidak sampai kena hujaman benda tajam itu. Tapi Kak jika Alex kenapa-kenapa aku tidak akan memaafkan diri ku sendiri. " Jelas Rani menahan tangis nya.


*Tidak Ran, ini bukan salah kamu ! Justru kamu yang sudah menyelamatkan Alex dari bahaya. Alex memang sebelum nya ada masalah di rumah sama Mommy, entah kenapa Alex sampai melukai tangan nya dan pergi. " Jawab Kak Vera khawatir pada keadaan adik nya.


"Kami saling mencintai Kak, tapi aku pun bingung kenapa Ibu nya Alex sangat tidak suka sama aku. Alex sungguh terpukul kak dengan pertentangan ini. " Sambung Rani.


Kak Vera menganggukan kepala nya. " Iya Kakak tahu, dan Kakak paham, Mommy memang seperti itu. Kalian harus kuat dan sabar. "


Dokter pun keluar, kedua nya berdiri dan langsung menghampiri Dokter yang sudah menangani keadaan Alex.


"Bagai mana Dok ? " Tanya Rani dan Kak Vera bersamaan.


"Alex mendapatkan 3 jahitan di telapak tangan nya, Tapi di luar dari itu semua baik-baik saja. Dan hanya luka memar saja. " Jelas Dokter itu.


Kedua nya merasa lega, namun belum begitu tenang, jika belum melihat langsung kondisi Alex saat itu.


"Pasien sudah bisa di jenguk, tapi jangan paksa dia untuk berbicara terlebih dahulu. " Ucap Dokter.


Rani dan Kak Vera langsung masuk, dan dengan cepat nya melihat kondisi Alex.


Alex berbaring seperti orang yang sedang tertidur dengan sangat pulas, Rani duduk di samping Alex dan mengecup kening Alex.


Kak Vera menyaksikan betapa besar nya cinta Rani pada Alex.


"Andai Mommy bisa melihat semua ini, Mommy terlalu membutakan mata nya untuk hal ini. " Batin Kak Vera merasa kasihan melihat kondisi Alex.


Tiba-tiba Handphone Rani berdering, dan Rani segera mengangkat nya itu sambungan Tlp dari kedua Orang tua nya.

__ADS_1


Rani menjelaskan kondisi yang sebenar nya, sehingga kedua Orang tua Rani merasa Syok mendengar nya.


Rani memutuskan untuk bermalam di Rumah sakit menemani Alex, dan Ibu nya Rani mengatakan jika Ibu nya akan menjenguk Alex di ke esokan hari nya.


"Kak , jika Kakak mau pulang pulang lah, biar aku yang di sini. " Lirih Rani pada Kak Vera.


Kak Vera paham pada perasaan Rani. " Kakak akan pulang, tapi setelah Alex sadar. "


"Iya Kak, mudah-mudahan Alex segera sadar ya Kak. " Rani menguatkan Kak Vera, sementara diri nya sendiri pun rapuh.


"Iya Ran, kamu yang sabar ya Ran. " jawab Kak Vera saling menguatkan satu sama lain.


Setelah menunggu beberapa jam, akhir nya Alex siuman. Alex menggerakan tangan nya.


Rani yang pertama melihat Alex mulai menggerakan tangan nya.


"Kak ... Kak Vera, Alex Kak ! " Teriak Rani membangunkan Kak Vera yang memejamkan mata nya di atas sofa.


"Sayang .... Sayang .... !! " Panggil Rani sangat pelan pada telinga Alex.


Alex membuka mata nya perlahan, dan mulai menyesuaikan penglihatan nya.


"Lex ... ini Kakak ! kamu baik-baik saja kan ? " Tanya Kak Vera.


Tangis Rani pecah kembali, saat wajah pucat dan memar Alex terlihat jelas, belum saat melihat balutan perban di telapak tangan Alex.


Alex mendengar isakan tangis itu.


"Aku Baik-baik saja Kak. " Jawab Alex pada Kakak nya.


"Jangan nangis dong Sayang ! " Ucap Alex perlahan pada Rani.


"Rani tak berhenti menangis Lex, kamu harus cepat sembuh ya. " Sambung Kak Vera.


"Aku yang selalu membuat nya menangis Kak. " Jawab Alex masih setengah sadar.


"Tidak Sayang, Aku menangis karna aku membayangkan jika saja aku terlambat sedikit saja, entah apah yang akan terjadi. Aku tak sanggup jika mengingat nya." Ujar Rani di samping Alex.


"Semua yang kamu takutkan tidak akan terjadi, Maaf kan aku terlalu emosi. " Ucap Alex menyadari kebodohan nya.

__ADS_1


Rani memeluk Alex dan menangis di pelukan Alex.


"Sudah Ran, Alex sudah tidak apa-apa. " Usap lembut Kak Vera di punggung Rani.


Rani bangkit dan memeluk Kak Vera.


"Aku takut Kak .. aku takut !! " Ucap Rani melemah.


"E-ehh ... jangan begini Sayang, kasihan Alex dia juga tidak akan mempu jika melihat mu lemah seperti ini. Kuatkan diri mu dan kuatkan Alex. " Nasihat Kak Vera merasakan tubuh Rani yang mulai melemah.


"Sekarang duduk dulu, dan minum lah. " Sambung Kak Vera mendudukkan Rani di sofa, dan memberi nya minum.


Setelah itu Kak Vera memberikan minum pada Alex dengan sangat hati-hati.


"Kak, apakah Mommy tau soal ini ? " Tanya Alex.


Kak Vera menggelengkan kepala nya. " Tidak Lex, Mommy masih dengan emosi nya, tidak mau mendengar siapa pun. "


"Kakak bingung harus melakukan apa Lex, untuk membantu kalian. " Sambung Kak Vera.


Alex melirik ke arah Rani, wajah lelah sangat terlihat di wajah Rani.


"Kak aku akan terus memperjuangkan Rani, meskipun Mommy melakukan hal buruk sekali pun terhadap diri ku. " Ungkap Alex akan jujur pada Kakak nya.


"Kakak tau itu, Kakak bangga pada mu Lex, andai dulu Kakak bisa sama seperti mu. Mungkin .... tapi ya sudah lah, yang penting sekarang kebahagiaan mu. " Kak Vera mengelus lembut wajah Alex.


"Apa Petra sudah mengetahui ini semua ? " Tanya Alex.


Kak Vera menganggukan kepala nya. "Sudah kakak hubungi Lex, mungkin besok dia kesini untuk mengurus nya. Kakak sebenar nya tidak mengerti Lex, ini terlalu rumit. "


"Jika waktu nya tiba, kakak akan paham. " Jawab Alex singkat.


Kak Vera memilih untuk tidak pulang malam itu, Rani tidur di samping Alex karna tempat tidur Alex cukup luas, dan Kak Vera tidak keberatan.


Kak Vera tidur di atas sofa, dan membiarkan kedua nya saling menangkan satu sama lain nya.


Sementara Petra yang sudah mengantar Gwen dari tadi langsung mengurus Denis. Karna saat Kak Vera mengabarkan tentang Alex, Petra langsung ke rumah Denis, beruntung Petra hanya mengurung Denis di kamar nya tidak sampai menghubungi polisi, jika saja polisi datang. Masalah akan rumit, dan Alex pun bisa terlibat karna Alex lah yang memulai nya.


Jika masalah Denis dan Ibu nya Alex sudah selesai, Petra tidak masalah jika Alex akan membuang Denis kemana pun Sesuka nya Alex.

__ADS_1


__ADS_2