
Singkat cerita mereka pun sudah sampai di Ibu kota, perjalanan menuju Ibu kota mereka lalui dengan canda dan tawa.
Sehingga bagi siapa pun yang melihat nya pasti akan menyangka bahwa mereka adalah pasangan pengantin yang baru pulang bulan madu.
Mereka sangat menikmati perjalanan itu, tak menghiraukan pandangan orang lain pada mereka.
Sesampai nya di bandara Rani mengikuti langkah Alex yang tidak melepaskan genggaman nya sama sekali.
"Aku antar kamu ke rumah yah ? ," Ucap Alex.
"Apa papah sudah tau tentang ini semua ? " Tanya Rani pada Alex.
Alex menggelengkan kepala nya. " Kita harus segera memberitahu nya Sayang, bagaimana pun kedua pihak keluarga kita harus tahu, setidak nya ada salah satu pihak yang mendukung kita. "
"Mudah-mudahan Orang tua ku bisa membantu ya Sayang, dan tidak memperkeruh suasana semakin menjadi rumit. " Rani sangat berharap.
"Apa yang kamu takutkan tidak akan pernah terjadi Sayang, yakin lah. " Ujar Alex.
Rani hanya mengelengkan kepala nya, dan harus yakin akan perkataan calon suami nya itu.
Mereka kini sedang dalam perjalanan menuju rumah Rani, menggunakan jemputan pribadi Alex.
Rani terlelap tidur dalam pundak Alex, tangan Rani melingkar di perut Alex, begitu pun Alex yang enggan melepaskan Rani sedikit pun.
"Sayang, kita sudah sampai. " Ucap Alex sangat lembut.
"Ko ceper sih Sayang ? " Gumam Rani.
Alex tersenyum dan mengecup kening Rani.
"Udah ke 1000x kamu mencium ku Sayang. " Goda Rani.
"Balasan, karna kamu sudah menjambak ku tadi malam. " Jawab Alex tertawa gemas.
"Kalau begitu, aku bakalan sering-sering menjambak rambut mu, biar setiap detik aku selalu mendapat kecupan dari kamu. " Ujar Rani membalas kecupan kecil di pipi Alex.
"Bebas Sayang, semua yang aku punya milik mu sekarang. " Jawab Alex.
__ADS_1
"Ya sudah kita turun, Orang tua kamu pasti sudah menunggu. " Sambung Alex.
Rani menganggukan kepala nya, mereka keluar dari pintu yang berbeda, setelah keluar mereka pun saling berpegangan tangan kembali.
"Kamu baru pertama bertemu dengan kedua Orang tua ku Sayang. " Ucap Rani, ingin menakuti Alex.
"Kata siapa ? kita lihat saja nanti. " Jawab Alex santai.
"Iihh kamu tuh, paling pinter buat Orang penasaran. " Rani mencubit pelan pinggang Alex.
"Nama nya juga Alex. " Alex tertawa bangga.
Ternyata pintu rumah Rani tidak di Kunci, dengan bangga Rani ingin memperkenalkan Alex pada Kedua Orang tua nya.
Rani dan Alex memberikan salam, namun tidak ada satu pun yang menjawab nya.
Rani sudah tau berada dimana kedua Orang tua nya.
"Mommy .... " Teriak Rani, ingin berlari namun di cegah oleh Alex.
Rani tersenyum. " Oh iya yah ... aku lupa Sayang. "
Akhir nya Kedua Orang tua Rani pun keluar dan menyambut Rani dengn hangat.
Ayah Rani yang masih memakai syal tebal di leher nya, nampak masih terlihat pucat.
"Ya Ampun Nak Alex ? Ya Tuhan, Mih kita kedatangan Orang hebat hari ini. " Ujar Ayah Rani merjabatan tangan dengan Alex.
"Ah Om bisa saja, justru aku yang gugup datang kerumah Orang hebat seperti Om. Kita terakhir bertemu kapan ya Om, emmm ... kalau gak salah waktu pameran itu ya Om. " Ucap Alex sopan.
Alex dan Ayah Rani pun saling memuji dan mereka tertawa bersama-sama.
Rani terdiam saat Ayah nya menyambut Alex. " Mom ... " Ucap kecil Rani pada Ibu nya.
Ibu nya Rani hanya tersenyum simpul pada Rani, lalu berjabat tangan dengan Alex. "Apa kabar Nak ? "
"Ehh .. Tan, aku baik Tan ! Tante bagaimana ? Pantes Om betah di rumah, Orang Istri nya awet muda seperti ini. " Sambung Alex pandai mengambil hati ke dua Orang tua Rani.
__ADS_1
Mereka pun duduk di ruang tamu, bercanda gurau itu sudah pasti, tidak ada ketegangan di antara kedua nya. Baik Alex maupun Ayah Rani, seperti rekan bisnis yang baru bertemu, atau bahkan seperti Anak dan Ayah yang begitu akrab.
Rani ijin ke kamar nya untuk menyimpan Tas nya terlebih dahulu, menyisakan Ayah Rani dan juga Alex di ruangan itu.
Sementara Ibu nya Rani sedang menyiapkan makanan untuk ia hidangkan nanti nya.
"Om .... emmm ... Saya mau bicara serius sama Om. " Ucap Alex berubah serius.
"Iya, Ada apa ? Tentang Anak Om ya ? Oh ya Om lupa belum mengucapkan terima kasih atas kejadian di perusahaan Om kemarin. " Jawab Ayah Rani.
"Itu hanya masalah kecil Om, yang lebih serius lagi, niat saya pada anak Om. " Sambung Alex.
"Ohh ... kalau itu Om bagaimana kalian sajalah yang menjalan kan nya, lagian kamu sudah pasti tau masa lalu anak Om bagaimana, kekurangan anak apa. " Jawab Ayah Rani tak kalah serius.
"Om jangan pikirkan soal itu, Saya sudah mencintai Rani dari segi kekurangan nya atau pun kelebihan nya, Mungkin Rani nanti akan menjelaskan nya, sebenar nya saya mengenal Rani dan dekat dengan Rani, sebelum Rani resmi bercerai dengan Denis, karna pertama nya saya merasa kasihan saya membantu Rani mengurusi proses saat di pengadilan, nah di sana lah kami mulai dekat dan akhir nya sampai sekarang ini Om, Tapi saya mohon Om, jangan sampai Om memarahi Rani, Saya akan secepat nya mengurusi pernikahan saya dengan Rani, saya mohon doa nya agar semua berjalan dengan Baik. " Jelas Alex sangat dalam.
Alex bukan tidak berani mengatakan bahwa Rani kini sesang hamil, namun Alex takut jika Rani sendiri belum siap.
Mungkin nanti saat Rani menjelaskan nya, Ayah Rani akan teringat akan kata-kata Alex barusan.
Entah itu akan menjadi kebahagiaan untuk keluarga Rani, atau bahkan sebalik nya, apa pun itu Alex dan Rani sudah sepakat untuk menghadapi nya bersama-sama.
"Om sudah menduga, bahwa ada seseorang yang hebat di belakang anak Om itu, kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk berbicara sama Om, jika ada yang bisa Om bantu Om pasti bantu. " Jawab Ayah Rani, tidak berpikir apa sebenar ny arti dari ucapan Alex pada nya.
Makanan yang di buat Ibu Rani pun sudah siap di hidangkan, Rani yang sudah keluar dari kamar nya kini sudah bergabung dan duduk di samping Alex kembali.
Canda tawa tak sungkan mereka perlihatkan di hadapan kedua Orang tua Rani.
Sehingga Ibu Rani sangat bahagia melihat nya.
"Mudah-mudahan ini benar-benar kebahagiaan mu Nak. " Batin Ibu Rani.
Makanan yang di hidangkan Ibu Rani sangat sederhana namun sangat nikmat, sangat cocok di lidah seorang Alex yang sudah mencicipi makanan mewah sekali pun.
Dan pada akhir nya mereka selesai makan, dan Alex pun pamit pulang. Sebelum pulang Alex dan Rani berbicara sejenak.
Kedua nya saling meyakinkan bahwa semua nya akan baik-baik saja.
__ADS_1