Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
Meluapkan Emosi.


__ADS_3

BAB 47.


Cairan bening mulai membasahi pakaian Gwen, Denis panik, sehingga Denis dapat melupakan kecurigaan nya pada Gwen. Denis mendekat pada Gwen. Denis bingung harus bagaimana dan Denis tidak pernah di posisi sekarang ini.


Denis menelpon Ambulance, dan setelah itu Denis mencoba menenangkan Gwen, yang terus berteriak kesakitan. Denis sungguh merasa bersalah walau pun Denis tidak sengaja menyikutkan lengan nya pada perut Gwen.


Denis akan mengatur waktu nya, Denis akan mengantar Gwen ke Rumah sakit, dan setelah itu Denis pasti akan menemui Rani.


Sesampai nya di Rumah sakit, dan Gwen langsung di larikan keruangan untuk mendapatkan penanganan medis, dan Denis sedang menunggu hasil dari pemeriksaan itu.


Denis melihat jam, sudah mendekat pada Waktu dimana Denis menjanjikan untuk bertemu dengan Rani, di salah satu tempat yang sudah di sepakati oleh kedua nya.


Rani bingung, jika Alex tau. Alex pasti akan marah, dan Rani bingung harus bagaimana. sedangkan Rani sudah terlanjur menyetujui permintaan Denis.


Rani ingin bicara terlebih dahulu pada Alex, namun Alex susah untuk di hubungi, Rani memutuskan untuk bertemu dengan Denis, di tempat keramaian. Jadi jika Denis melakukan sesuatu, Rani tidak akan segan-segan untuk berteriak.


Alex dengan santai duduk di belakang kemudi mobil yang sedang di bawa oleh, Supir pribadi nya. Alex sengaja tidak mengangkat sambungan Tlp dari Rani, karna Alex ingin memberikan kejutan pads Rani, untuk tidak memberitahukan pada Rani perihal kembali nya Alex dari pekerjaan nya.


Saat Alex tiba di dekat Rumah Rani, Alex melihat mobil Rani akan segera pergi, dan Alex memutuskan untuk mengikuti Rank terlebih dahulu, karna Alex merasa khawatir pada Rani.


Alex terus mengikuti mobil Rani, tanpa Rani sadar ada yang telah mengikuti nya. dari belakang.


Sesampai nya di sebuah tempat perbelanjaan, Rani turun dari kendaraan nya.


Alex menjauh dari Rani, Alex akan memperhatikan Rani dari kejauhan.


terkejut lah Alex saat tahu siapa yang akan hendak Rani jumpai.

__ADS_1


Suasana Hati Alex seakan langsung di rundung oleh awan hitam yang sangat tebal. Alex sempat kecewa pada Rani, kenapa Rani Mau di ajak bertemu oleh Denis, bukan kan Denis pernah akan menyakiti nya.


Rani memasuki cafe yang sudah ada Denis di dalam nya, Denis bangkit dari duduk nya saat mengetahui Rani sudah datang.


Denis tersenyum haru saat melihat kedatangan Rani, Denis ingin memeluk Rani. Namun dengan cepat Rani menolak nya, dengan menghindar dari Denis hanya dengan kata Maaf.


Denis tidak terlalu mempermasalahkan nya, dan Denis duduk kembali dengan santai di hadapan Rani.


Sedangkan Rani, sedang sibuk memperhatikan ke adaan sekitar.


"Cepat ada apa kau mengajak ku, untuk bertemu ?? " Tanya ketus Rani, tanpa menoleh pada Denis.


"Ran, Apa tidak ada kesempatan kedua untuk Mas ?? Sungguh Mas, sampai detik ini tidak mau jika harus berpisah dengan diri mu Ran !! " Jawab Denis lembut.


Rani tersenyum simpul, dan menggelengkan kepala nya, " Untuk apa kau menanyakan tentang kesempatan ?? dan kenapa kau meminta nya ?? Bukan kah aku telah gampang memberikan mu kesempatan itu, hah ?? " Tanya Rani sangat puas, dan ingin sekali mengeluarkan semua Amarah nya saat itu juga.


Rani melepaskan sentuhan Tangan Denis pada tangan nya, " Kesempatan itu, sudah aku ubah menjadi keputusan yang tidak bisa di rubah, bahkan dengan tangisan darah sekal pun, jika sudah aku ingin pergi dari sini !! " Tegas Rani, sudah muak dengan wajah memelas Denis.


"Ran, begitu keras nya hati mu sekarang !! sehingga aku tidak melihat kelembutan lagi dalam diri mu, apa kau sudah lupa tentang Masa-masa dimana kita pernah melewati nya, Bersama-sama ?? tolong Ran, biarkan Mas merasakan kehadiran mu lebih lama lagi Ran !! " Ucap Denis, terus memelas.


"Aku sudah lupa, kenangan bahagia itu sudah tertumpuk sangat dalam, oleh lapisan kepedihan berupa kesakitan yang telah kau lakukan, dan itu kau lakukan dengan otak mu yang masih sadar dan waras !! sekarang aku bertanya pada mu !! Apa sekarang otak mu sudah tidak waras, memelas pada ku, Hah ?? Sedang kan di saat otak mu sedang waras, kau dengan gampang nya menorehkan kesakitan yang Bertubi-tubi pada ku, dan itu tanpa ampun dan jeda !! Apa masih pantas aku mempertahankan kaki ku, di atas kepedihan yang sudah teramat banyak itu, Hah ?? Maaf Sayang, kaki ini terlalu lemah. untuk terus bertahan dan berdiri di atas kepedihan itu !! " Jawab Rani sangat puas, dan terus saja emosi yang ia rasakan.


Tidak ada sedikitpun rasa kasihan pada Denis, yang kini terlihat semakin lusuh dan terus saja memelas pada Rani, jika Rani meminta Denis untuk berlutut dan menciumi telapak kaki nya, Rani yakin Denis akan bersedia melakukan nya, Tapi Rani tidak sudi jika Denis menyentuh tubuh nya kembali, walau pun hanya telapak kaki nya saja.


Denis merasa tergores hati nya, dengan ucapan yang di lontarkan oleh Rani, namun Denis tidak menyerah sampai Rani mau bicara Baik-baik terhadap nya.


Alex sangat lega, saat melihat gaya Rani berbicara pada Denis, maka Alex membiarkan Rani untuk terus mengeluarkan kekesalan nya pada Denis, namun apabila Denis menunjukan Gerak-gerik yang tidak di sukai oleh Alex, Alex tidak akan segan-segan menghampiri Denis dan mengembalikan rasa sakit, yang sudah Denis berikan pada Rani.

__ADS_1


"Apa Istri model mu itu, sudah lemah ?? Apa Istri mu yang tidak mandul itu, sudah tidak menggairahkan lagi ?? Apa Istri model mu itu, sudah ketauan busuk nya, hah ?? " Tanya Rani dengan nada di tekan, karna emosi yang terus saja menghampiri diri nya.


"Di-dia kini sedang di rumah sakit Ran, karna tadi tidak di sangka Gwen terjatuh dan harus mendapatkan penanganan dari team medis, Apa kau tau sesuatu tentang Gwen ?? Sehingga kau berbicara tentang kebusukan nya. " Tanya Denis pada Rani.


Rani tidak percaya bahwa Denis, sampai saat ini belum mengetahui busuk nya Gwen," Begitu pintar si Gwen itu, Ehh ... mungkin si Denis nya yang terlalu bodoh !! " Dengus Rani dalam hati nya.


"Untuk apa aku harus perduli pada Istri mu itu, dan kenapa aku harus membicarakan nya ?? Masih banyak yang harus aku lalukan, di banding mengurusi urusan mu bersama Gwen !! "


Rani enggan memberitahukan pada Denis, karna jika Denis tau dari Rani, bukan mustahil lagi jika Denis akan semakin mempersulit sidang Vonis perceraian nya esok.


Denis sangat berharap, jika Rani mengetahui tentang ke curigaan nya saat ini pada Gwen, namun Denis rasa Rani tidak mengetahui nya. Namun Denis tetap menegaskan diri nya bahwa Rani membicarakan kebusukan Gwen saat itu.


Rani sudah Muak, dan ingin segera pergi dari hadapan Denis, Rani berusaha terus menutup rasa kasihan nya pada Denis, walaupun itu sangat sulit, karna Sungguh itu bukan lah sikap asli dari Rani.


Rani berdiri dari duduk nya, dan akan segera pergi. Namun lengan Rani di tarik oleh Denis, saat Alex melihat itu, langkah Alex sudah lebar untuk segera menghampiri Rani.


Namun belum sampai Alex melanjutkan langkah nya, Telapak tangan Rani sudah menampar keras pada pipi Denis, " PPPLLLLAAAAKKKK !! " Suara tamparan itu sangat keras, dan mampu membuat tariakan lengan Denis pada Tangan Rani terlepas.


"Berani sekali lagi kau menyentuh ku, maka akan banyak tamparan yang kau dapat kan, dan itu bukan dari telapak tangan ku ini, tapi dari telapak tangan orang lain, yang sakit nya lebih dari tamparan yang kau rasakan saat ini. " Ucap Rani, memberi peringatan pada Denis.


"Aku tidak perduli Ran, seberapa rasa sakit itu, yang jelas aku tidak mau pisah dari kamu Ran. " Ucap Denis terus saja tidak menyerah.


Sehingga Orang-orang di sekitar memperhatikan Denis dan juga Rani.


Denis terus berusaha memeluk Rani, namun Rani berhasil lari dan lepas dari usaha Denis untuk memeluk nya.


Alex mengejar Rani, karna Alex melihat Denis akan mengejar Rani juga. Alex akan mendapat kan Rani terlebih dahulu di banding kan Denis,.

__ADS_1


__ADS_2