
BAB 15.
Dan kini Denis dan Gwen berlalu dari hadapan. Rani, Rani menutup Pintu nya. Dan merobohkan Tubuh nya seketika.
Rani menangis Saat ini, karna Denis sudah pergi dengan Gwen, Rani menangis saat dari tadi Ia hanya menahan kesakitan atas luka yang di berikan oleh Suami nya sendiri.
Rani berlari menaiki Anak tangga, Ingin sekali berbicara pada kedua Orang tua nya. namun Rani tidak mempunyai keberanian untuk itu.
Rani mengamati Fhoto pernikahan nya dengan Denis. Anita mengusap Wajah Denis dalam Fhoto itu, Andai aku bisa Mas. Aku akan Meninggal kan Mu saat ini juga.
"Tapi Aku tidak bisa, dan aku belum Siap Untuk Berpisah dengan kamu. Walau pun kini kamu Telah menyakiti aku !! " Ucap Rani di dalam kesendirian nya.
"Kamu Bodoh Ran, kamu Bodoh !! " Ucao Rani meratapi kebodohan nya.
"Mommy ... Dady .. !! " Rani menangis memanggil kedua Orang tua nya.
Rani hanya lah Wanita Biasa, yang sudah di buta kan Oleh Cinta.
Malam Pun ber larut, Rani tidak menyangka Bahwa Denis menepati Perkataan nya. Untuk Pulang dan Hanya mengantarkan Gwen saja.
Rani tertidur Sambil memeluk Potret Pernikahan nya Berapa tahun silam.
Denis Berbaring di Samping Rani, yang sudah Tertidur Lelap. Denis mengambil Bingkai Fhoto itu dari dekapan Rani. Rani belum Sadar Bahwa Kini Denis ada di dekat nya.
Rani hanya lah Wanita Biasa, saat Sentuhan Hangat memeluk Tubuh nya, Rani semakin nyaman di Buat nya. Dan Semakin Tertidur Lelap Saat Tangan Denis memeluk Tubuh nya dari Arah belakang.
Denis hanya memeluk Rani, Namun tidak sampai menggauli nya. Karna Mungkin Yang membuat Denis terbangun Kan Nafsu hanyalah Gwen sekarang ini.
Rani dan Denis pun, melewati Malam itu dengan Sentuhan Hangat dari Pelukan Tubuh Masing-masing.
Saat Malam itu terlewati. Rani terbangun, dan Langsung melihat Denis sudah ada di samping nya, Rani mengangkat Pelukan Lengan Denis di Pinggang nya.
"Bukan ini yang aku Mau Mas !! " Ucap Rani dalam Hati nya.
Rani segera Masuk ke dalam Kamar mandi, Dengan cepat. setelah itu Rani bersiap Untuk Pergi ke Butik lebih Awal. Karna Tidak mau bertatap Muka terlebih dahulu dengan Denis saat Denis terbangun Nanti.
Namun Rani tak Lupa, Untuk menyiapkan Sarapan terlebih dahulu untuk Suami nya.
__ADS_1
Walau pun, Rani tau di Hati Denis sudah ada Wanita Lain, Namun Rani tidak akan Lupa Tugas Diri nya sebagai Seorang Istri.
Dan Akhir nya Rani Pergi, Tanpa menunggu Terlebih dahulu Sampai Denis terbangun.
Setelah Beberapa Saat, Denis yang mulai menunjukan Gerakan, bahwa diri nya akan Terbangun, Mulai mencari keberadaan Rani. Dan memanggil-manggil Rani dengan Panggilan.
" Sayang ".
Denis yang tidak melihat Rani, Langsung mengetahui, bahwa Rani sudah Berangkat ke Butik nya.
Denis terdiam Di Tengah-tengah Anak Tangga, saat menyadari Rani sudah tidak ada Di rumah nya.
"Kenapa kamu Keras kepala Ran ?? " Ucap Denis, sambil menggelengkan Kepala nya.
Denis kembali melanjutkan Melangkah menuruni Anak Tangga itu, Karna Penciuman Hidung Denis menuntun nya untuk menghampiri Meja Makan itu.
Denis melihat, sepiring Nasi Goreng dengan Toping yang Lengkap.
Denis tersenyum, " Ini lah salah satu hal yang membuat aku, Tidak mau melepaskan mu Rani !! Andai kamu Bisa Hamil Ran, mungkin aku tidak akan menyakiti mu, sampai sejauh ini !! " Ucap Denis, sambil terduduk dan Mulai menyantap Sarapan itu. setelah mencuci muka nya.
Setelah Beberapa Hari Denis Ijin tidak masuk kantor, kini Denis memutuskan Untuk Masuk Kantor. Supaya Tidak mendapat kan Omelan Dari Atasan nya. walau pun Denis saat ini sangat Malas sekali, Untuk Pergi ke kantor nya.
Seorang Bajingan Denis memang sudah Membutakan Mata dan Hati Rani.
Satu Orang pun tidak Berani untuk Menyapa Rani di Butik nya. Karna Rani kini memang sedang tidak bisa di ajak berteman Oleh siapa pun.
Karna Rani sedang Penat, Rani Memutuskan Untuk Memanjakan diri nya saja, Rani ingin sekali memanjakan Diri di Salon kecantikan Langganan nya.
Hidup Rani terasa Hampa, Rani tidak memikirkan Bagaimana cara nya Bahagia. Bahkan untuk diri nya sendiri.
Rani memang Tidak Suka dengan Posisi nya sebagai Seorang Istri yang di Madu oleh Suami nya, Tapi Entah apa Yang membuat Rani Harus bertahan dengan Denis. Rani berharap Rasa cinta Nya pada Denis, Akan Pudar dengan Berjalan nya Waktu.
Rani Bingung Oleh ke adaan, Rani Mengemudi kan Mobil nya dengan Laju yang sangat Kencang, Agar segera sampai di Salon Langganan nya.
Sesampai nya Di Salon, Rani harus menunggu Giliran nya, Karna kebetulan Salon itu Penuh, Dan harus sabar menunggu. Rani lebih Baik Menunggu dari pada Pindah ke salon yang Lain.
Di sebuah Sofa di Ruang Tunggu itu, Ada seorang Laki-laki yang sedang santai nya duduk di sudut Sofa sambil Membaca Koran, sejajar dengan Tempat Rani Duduk.
__ADS_1
Rani ingat, Saat Rani datang ke salon ini. Denis lah yang selalu Duduk menunggu nya dengan Sabar, Tak Jarang Denis ketiduran. Saat menunggu Rani selesai Mempercantik Diri nya.
Rani Tersenyum ke Arah Laki-laki itu, Membayangkan Kalau Denis lah yang sedang Terduduk di Sudut Sofa itu.
Namun senyuman Rani kali ini di Hiasi deraian Air mata.
Sebut saja nama nya "Alex ".
Alex Adalah Seorang Pengusaha Sukses, Dimana dia selalu Bersikap Tegas dalam mengambil keputusan. Alex selalu bersikap Baik apda Orang yang Baik, Namun sebalik nya. Jika menurut Alex Seseorang sudah menunjukan Kepribadian nya yang buruk, Alex pun akan Melakukan Hal yang sama.
Alex sekilas Melihat Rani, yang Duduk Tidak jauh dari diri nya. Alex melihat senyuman Rani namun Alex juga Melihat Deraian Air mata di Wajah Rani. Namun Tatapan Rani sangat Kosong.
Alex melipat kan kembali Kertas Koran dengan rapih, Dan menyimpan nya kembali pada Tempat semula.
ALex Mendekat pada Rani, dan Menyodorkan Kotak Tisu Untuk Rani.
Rani yang kaget akan Kehadiran Sosok Laki-laki yang tidak Ia kenal, Kini sosok Laki-laki itu duduk hanya beberapa Jengkal dari nya.
Hingga Rani mengeser lebih jauh lagi dari Posisi Duduk Alex saat ini.
"Ini kotak Tisu nya, Kalau ada yang Lihat selain diri ku, Pasti akan melihat mu Seperti Orang yang sangat Aneh. Harus nya kamu Bukan datang ke salon, tapi ke Pisikolog. " Ucap Alex tanpa melihat Wajah Rani.
"Siapa kamu ?? Berani nya mengatur ku !! Mau aku datang ke Mana Pun, terserah aku Dong !! " Umpat Rani sambil mengambil Beberapa helai Tisu.
Alex tersenyum Heran. "Aku adalah Orang yang melihat ke anehan pada diri mu, Kau ini tersenyum tapi Menangis !! Bagai mana Aku tidak menyaran kan mu untuk pergi Ke Pisikolog, bukan malah ke salon !! " Jawab Alex, Kini menatap wajah Rani
Alex terkesima Dengan Wajah Wanita yang kini sedang memasang wajah kesal di hadapan nya.
"Dasar Gak Jelas !! " Umpat Rani kesal.
"Kau yang Aneh, tadi saja kau terlihat. tersenyum lalu menangis nah sekarang kesal !! Ampun deh !! Unik sekali kamu, Bisa merasakan Semua rasa secara bersamaan, dan Ekspresi wajah yang sangat Meyakin kan di setiap Rasa itu. " Puji Alex pada Rani.
Namun Rani yang mendengar Perkataan Alex, se akan-akan Alex sedang mengejek nya.
"Nona Rani, Silah kan !! " Ucap Pegawai Salon itu.
"Syukur lah, ini giliran ku. Jadi aku tidak Usah menunggu Lama-lama lagi Di Ruangan ini !! Karna Ruangan ini sangat Horor bagi ku Ada Suara tapi tidak ada Wujud nya. Iihhh ... " Ucap Rani sambil berlari Sedikit, meninggalkan Ruangan itu dan meninggal kan Alex, yang Rani anggap sebagai Hantu.
__ADS_1
Alex yang mendegar celotehan Rani, Langsung Tertawa. " Baik lah Nona Rani, kau menganggap ku sebagai Hantu, Maka dari itu aku akan menghantui Hidup mu, Mau siang atau pun malam. " Ucap Alex, menahan Tawa nya.