Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
Kedok Denis


__ADS_3

BAB 72.


~" Iihhh .. ya gak lah, Sayang cepat kesini ya ?? aku butuh kamu. " Ucap Rani meyakinkan Alex bahwa diri nya tak bisa jika tanpa Alex.


~"Secepat nya Sayang !! " Jawab Alex mengelus wajah Rani di layar Ponsel nya.


Ini lah alasan Rani tidak ingin mengurusi perusahaan Orang tua nya karna terlalu keras, beda saat diri nya mengurusi bisnis butik nya.


Ke esokan hari nya Alex terkejut saat Ibu nya yang ia tau sedang sakit, kini sudah rapih dan siap untuk pergi, dengan langkah sangat pelan dengan tujuan agar tidak ada yang tahu bahwa diri nya akan pergi dari rumah.


Alex mulai curiga dan sengaja membiarkan Ibu nya pergi, walaupun ada perasaan khawatir akan kondisi nya, tapi Alex lebih ingin tau hendak pergi kemana Ibu nya itu.


Alex rela menggunakan ojeg dan memakai helm yang sudah di sediakan oleh tukang ojeg nya, Alex tidak menghiraukan bau apa yang menempel dalam helm yang sudah menutupi kepala dan kaca helm itu sudah menutupi wajah nya.


Jelas bau nya tidak sedap karna sudah berapa orang yang meninggalkan sisa keringat nya di dalam Helm itu. Alex terpaksa memakai nya demi rasa ingin tau nya saat itu.


"Bang, jalan nya cepat ya! jangan sampai kita kehilangan jejak mobil warna Silver itu. " Ucap Alex pada tukang ojeg yang ia tumpangi.


"Baik Den. " Ucap tukang ojeg itu sambil terus fokus dan terus saja menarik Gas untuk melaju lebih kencang lagi.


Alex seperti takut saat Abang ojeg itu melajukan kendaraan nya , Alex memegang erat jaket tukang ojeg itu.


"Kenapa Den ? Aden takut ? " Ucap Abang ojeg itu merasakan genggaman yang kuat di bagian pinggang nya.


"Saya kan laki Bang, masa takut !" Jawab Alex namun tak sadar pegangannya begitu keras pada jaket Abang tukang ojeg itu.


"Dasar anak Sultan, Gengsi aja di gedein. " Gerutu Abang ojeg di dalam hati nya.


"Bang, berapa lama sih jadi tukang ojeg, ko berani nya bawa kendaraan seperti ini, keselamatan penumpang harus di utamakan Bang. " Ucap Alex entah itu menasehati apa karna rasa takut nya akan jatuh ke atas aspal.


"Uh ... sebelum Aden lahir saya sudah jadi tukang ojeg Den. "Jawab Abang ojeg meladeni ucapan Alex.


"Buset Bang, berarti helm yang saya pake umur nya lebih tua dari saya dong Bang ?? " jawab Spontan Alex.

__ADS_1


Tukang ojeg itu tiba-tiba tertawa ke enakan, " Kenapa Den ?? Bau ya ?? "


"Uhh ... bukan lagi Bang. " Jawab Alex sambil merasakan gatal di kepala nya.


"Ya tolong di maklum lah Den, bau seperti itu pun itu adalah teman sejati yang paling mengerti saya, sama hal nya sama si Jalu ini. penyelamat hidup Den. " Ucap Abang ojeg itu sedikit curhat.


Alex yang tadi nya tidak mau tau dan mendengar celotehan Abang ojeg itu, tiba-tiba mengerutkan dahi nya dan mulai mencerna arti dari perkataan tukang ojeg itu.


Tukang ojeg itu melihat wajah Alex dari kaca spion nya, "Pasti Aden belum tau ya rasa nya kehabisan beras di rumah !! nah helm itu dan si Jalu ini yang dengan cepat membantu saya untuk mengisi kembali Stock beras di rumah. " Ucap Abang ojeg dengan bangga nya, sambil menepuk motor yang sedang ia kendarai.


"Oh begitu ya Bang, baru paham saya Bang !! " Jawab Alex sambil mengelus helm yang ia kenakan.


"Trus Aden juga pasti kalah tau sama saya, Aden pasti belum pernah tau bunyi meteran listrik kalau habis seperti apa !! " Tanya Abang ojeg membuat Alex tidak paham, karna Alex tidak pernah sama sekali memperhatikan meteran listrik di rumah nya.


"Si Jalu sama Helm ini lagi ya Bang yang menolong, untuk menghentikan bunyi meteran Listrik nya. " Jawab Alex mengingat jawaban Abang ojeg sebelum nya.


"Beeeetuuuul Den !! " Jawab Abang ojeg tertawa bersama dengan Alex. " Hahahahahahahaha. "


Alex merenungi nasib diri nya yang lebih beruntung dari orang lain yang berada di bawah nya, terutama jika di bandingkan oleh Abang ojeg itu.


"Bang, Abang tunggu di sini sampai saya kembali, soal nya saya gak bawa uang Kes. Abang mau kan beras nya Full, terus meteran listrik nya gak bunyi selama 10 tahun. " Ucap Alex sambil melihat situasi sekitar nya.


Abang ojeg itu tidak menjawab.


"Makanya Abang tunggu sampai saya kembali Ok. " Ucap Alex mulai melangkah mengikuti Ibu nya.


"Den ... Den ... Helm bau nya jangan di bawa masuk kedalam, nanti semua orang yang di dalam menertawakan Aden. " Teriak Abang ojeg pada Alex yang masih mengenakan Helm.


"Oh ya Bang, Lupa saya Bang. " Ucap kaget Alex, sambil membuka Helm itu.


Abang ojeg itu hanya terdiam dan menunggu sampai penyelamat beras dan meteran listrik nya kembali.


Alex melihat Ibu nya sudah duduk di sebuah kursi yang ada di dalam cafe mewah itu.

__ADS_1


Alex merasakan itu hal biasa, karna Ibu nya memang sering nongkrong bersama teman-teman nya.


Namun saat Alex melihat ada Laki-laki yang mendatangi Ibu nya dengan pakaian lengkap, Laki-laki itu mengenakan topi dan Masker yang hampir menutupi wajah nya.


Tapi Alex seperti kenal dengan postur tubuh nya, pundak Alex di tepuk oleh seseorang yang sebelum nya sudah Alex hubungi.


Petra tinggal menunggu perintah apahkah pada saat itu juga atau menunggu waktu yang Pas. Alex ingin memainkan permainan yang tidak biasa.


Alex ingin pelakunya terjebak di dalam permainan nya sendiri, yang penting Alex sudah tau pelaku di belakang Ibu nya, Tak lain dan tak bukan ia adalah Denis, bajingan yang sudah menghancurkan hati kekasih nya.


Alex tersenyum picik melihat permainan Denis yang sudah berhasil meracuni pikiran Ibu nya yang ia anggap sebagai seseorang yang tidak gampang percaya pada Orang lain.


Alex memilih untuk keluar dari cafe itu bersama dengan Petra, namun sebelum Alex keluar Alex menyempatkan untuk masuk terlebih dahulu ke sebuah ATM yang ada di luar cafe itu.


Petra menanggapi nya biasa saja, namun saat Petra melihat sebuah keresek hitam yang berisi tumpukan sesuatu di dalam nya, dan tentu nya itu adalah sebuah Uang tunai yang jumlah nya tidak sedikit.


"Bawa apan itu ? " Tanya Petra heran, karna jarang sekali Alex mau memungut sebuah plastik hitam yang sudah di buang oleh pemilik nya, dan sudah jelas itu adalah sebuah benda bekas.


"Sejak kapan Lo gak bisa lihat Uang banyak ? " Ucap Alex kembali bertanya pada Petra.


"Uang ?? Sebanyak itu ?? buat apa Woy, kalau Lo mau bunuh tu Orang serahin uang nya sama Gua, Lo tau beres. " bisik Petra pada Alex, sambil merangkul pundak Alex.


"Bodoh, sejak kapan seorang pengacara seperti Lo jadi pembunuh bayaran, Hah ?? Apa kemampuan Lo sebagai pengacara sudah tidak laku, Hah ?? seandainya gua mau liat tu bajingan mati sekarang, dalam satu detik pun Gua bisa melakukan nya, tapi itu terlalu mudah bagi Bajingan itu Mati. Asal Lo tau ini uang buat bayar tukang Ojeg, Paham !! " Ucap Alex sambil melepaskan rangkulan tangan sahabat nya itu.


"Hah !! " Ucap Petra heran.


Petra mengikuti kemana Alex melangkahkan Kaki nya, dan langkah Alex terhenti pada seorang Laki-laki yang duduk kelelahan dengan cucuran keringat di pelipis wajah nya.


"Ini Bang, sesuai janji saya ini cukup buat beli beras dan toko nya, lalu saya jamin meteran listrik di rumah Abang tidak akan mengeluarkan bunyi selama 10 tahun. ok !! terima. " ucap Alex sambil mengangkat tangan Tukang ojek ituh untuk segera menerima pemberian nya.


Alex dan Petra melangkah pergi untuk menaiki mobil Petra, namun saat ingat sesuatu Alex membalikan badan nya kembali pada Abang tukang ojeg itu.


"Bang jangan lupa suruh pensiun aja Helm nya, ganti yang baru ok !! " Teriak Alex sambil mengangkat jempol nya.

__ADS_1


lalu di balas senyuman haru dan teriakan terima kasih dari Abang tukang ojeg itu.


__ADS_2