
BAB 34.
Denis menggerut kan Kedua Alis nya, dengan seksama Denis membuka dan membaca isi dari kertas itu, Tiba-tiba wajah Denis berubah menjadi Merah padam, dengan emosi Denis menggebrak meja yang ada di hadapan nya, sehingga Rekan satu ruangan kerja Denis pun, sontak kaget. Dan bertanya-tanya.
Namun Denis tidak menggubris setiap pertanyaan yang dia dapat kan dari rekan nya.
Denis langsung mengambil kunci mobil yang ada di Laci meja nya, Dengan sedikit berlari Denis keluar dari Ruangan nya, tanpa memperdulikan Jam Kerja nya masih berlaku saat itu.
Denis terus berjalan menuju mobil nya, Denis kelihatan sangat murka kali ini, Denis ingin segera bertemu dengan Rani untuk memperhitungkan perbuatan yang sangat tidak di sukai oleh diri Denis.
Saat dalam perjalanan, Wanita yang selama ini Denis bangga-bangga kan Tiba-tiba menelpon, Gwen menelpon Denis, seakan tau kalau Denis saat itu ingin menemui Rani.
Dengan alasan perut nya yang agak sakit, Gwen berhasil mengurungkan niat Denis untuk menemui Rani, karna bagi Denis kandungan Gwen lebih penting, tapi Denis tetap tidak akan mau di cerai kan atau pun menceraikan Rani.
Denis pun sampai di Apartemen Gwen, dengan langkah gontai Denis berjalan menuju kamar Gwen.
Setibanya Denis di Depan pintu kamar Gwen, Denis langsung membukakan pintu nya, terlihat lah Gwen sedang duduk santai sambil menonton Tayangan Televisi, Gwen memang membatasi karir nya sebagai Model, sampai dia sudah melahirkan.
__ADS_1
"Hay ... sayang !! Suami siaga banget sih, Istri nya nelpon langsung datang !! " Ucap Gwen sambil memeluk Denis.
Denis hanya tersenyum berusaha menutupi amarah yang ada pada diri nya.
"Kenapa ?? Apa ada masalah !! " Ucap Gwen karna melihat Wajah Denis tidak Fokus.
"Aku hanya khawatir sama kandungan kamu Gwen !! bagaimana ?? apa perlu kita ke Dokter. " Ucap Denis pada Gwen.
"Sayang .... !! Yang aku mau bukan nya ke Dokter, tapi yang aku mau ke Mall, Pengen belanja, Kita beli perlengkapan Anak kita yu ?? " Ucap Gwen manja pada Denis.
Denis menjauhkan tubuh nya dari pelukan Gwen, dan berjalan menuju Sofa lalu Denis menjatuhkan tubuh nya di atas sofa itu, Denis memijat kening nya perlahan, lalu mengusap wajah nya pelan.
Gwen yang mendengar penjelasan dari Denis, langsung mengerti walau pun hati nya sedikit kesal, karna secara tidak langsung Denis menyuruh Gwen untuk berhemat, sedangkan berhemat itu bukan lah Sifat Gwen.
Gwen berpikir. " Hah ... kenapa tidak minta ke Ibu Mertua saja !! Lagian kan Ibu mertua ku itu, super duper kaya, Hahahahaha. Pintar kamu Gwen !! " Gumam Gwen dalam hati nya.
Gwen menghampiri Denis, " Emm ... Baik lah sayang, aku mengerti !! Maaf kan aku, jika aku mengganggu waktu kerja mu. " Ucap Gwen memasang ekspresi wajah menyesal.
__ADS_1
Denis seketika tersenyum. Dan Denis seketika pamit untuk kembali ke kantor nya, niat nya untuk menemui Rani seketika Gagal, karna Denis baru sadar jika dia keluar pada saat jam kerja.
Denis berlalu dari hadapan Gwen, Dan Gwen dengan cepat menjalankan rencana dan Aksi nya.
Gwen bersiap untuk berbicara seperti lemas dan memelas, saat akan menelpon Ibu mertua nya. tak perlu memakan waktu lama, sambungan suara lewat Tlp pun tersambung.
Gwen berbicara seolah dia khawatir, karna belum juga mempersiapkan Alat-alat untuk Bayi nya nanti.
Saat Ibu Denis mendengar keluh kesah Gwen, Ibu nya Denis langsung mengerutkan Dahi nya. " Loh kenapa, dia yang hamil aku yang harus repot sih ?? " Gerutu Ibu Denis dalam hati nya.
Tapi Ibu nya Denis meng iyakan apa yang di minta oleh Anak menantu nya itu, walau pun Ibu nya Denis masih merasa heran. karna batu kali ini dia akan mengeluarkan Uang kesayangan nya untuk Orang lain.
Biasa nya Ibu nya Denis lah yang meminta sesuatu pada Denis atau pun pada Rani. Namun Ibu nya Denis tidak mempermasalahkan nya Kali ini, karna mengingat Bayi yang di kandung Gwen adalah Anak dari Denis.
Gwen tertawa bahagia karna kini bukan saja Denis yang berhasil ia kendalikan, tapi Ibu mertua nya pun berhasil ia kendalikan dengan
mudah nya.
__ADS_1
"Sungguh Anak yang membawa keberuntungan kamu Nak. " Ucap Gwen sambil mengusap Perut nya dengan bangga.
Sementara Denis merasa beruntung saat tiba di kantor nya, karna Denis tidak mendapat kan teguran dari Atasan nya,