Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
BAB 107. Tak percaya.


__ADS_3

Dalam kesendirian Ibu nya Alex terus di temani dengan ketakutan akan hal fatal yang terjadi pada Rani akan sikap dan tingkah nya.


Bukan hanya hukuman dari kedua orang tua Rani saja, tentu nya hukuman dari Alex juga akan ia dapat.


Di dalam kepanikan nya Ibu Alex mendapatkan seruan dari Pembantu di rumah nya.


"Nyah ... ada tamu yang cari Nyonya di depan. " Ucap keras Pembantu itu dari luar kamar Ibu nya Alex.


Deggg .... " Tamu ? Apa itu polisi ? " Gumam Ibu nya Alex.


Ibu nya Alex membuka pintu nya perlahan, untuk menanyakan siapa tamu yang mencari nya itu.


"Siapa Bi ? " Tanya Ibu nya Alex panik pada Pembantu nya.


"Saya tidak tahu nama nya Nyonya, dia pernah kesini mencari Nyonya. Dan kini dia datang pun mencari Nyonya. " Jawab Pembantu itu.


Perasaan lega mulai terasa di hati Ibu nya Alex. " Ya sudah, kembali kamu ke dapur. "


"Baik Nyah. " jawab Pembantu itu cepat.


Ibu nya Alex menutup rapat pintu kamar nya terlebih dahulu untuk menemui Tamu nya itu.


Langkah demi langkah ia pijakki, berharap ketakutan nya tidak menjadi kenyataan.


Saat tatapan mata nya sudah bisa menebak siapa yang datang, langkah Ibu Alex menjadi cepat di iringi emosi dalam jiwa nya.


"Masih berani kamu datang kesini ? " Ucap keras Ibu nya Alex.


Ternyata yang datang Denis.


Denis tanpa malu dan berani datang ke rumah Alex, itupun karna tahu Alex sedang tidak ada di rumah nya.

__ADS_1


Denis tertawa sinis, dengan wajah masih terlihat sisa-sisa pukulan dari Alex tempo hari.


"Tenang Tante, tenang ! sambutlah tamu dengan baik, karna saya datang kesini dengan cara baik-baik. " Ujar Denis dengan santai nya.


"Berani-berani nya kamu mengatur saya ! mau saya usir langsung tamu yang datang pun itu hak saya, termasuk kamu ! " Ibu nya Alex kesal akan hasutan Denis pada nya.


Denis menyunggingkan senyuman kecil nya. " Saya tahu Tante, sudah tahu semua nya ! Ya saya memang sengaja memberikan perkataan tidak baik tentang Rani, dengan tujuan agar Tante benci pada Rani, dan tidak membiarkan Rani menikah dengan anak Tante itu. Karna apa Tan, karna saya sangat mencintai mantan istri saya, saya ingin dia kembali. " Jelas Denis memasang wajah sendu nya agar Ibu nya Alex kembali percaya pada nya.


"Bulsit, dengan apa yang kamu katakan. Dengar tanpa mendapatkan hasutan dari mulut mu itu, saya tetap tidak akan menyetujui anak saya menikah dengan si Rani itu, MANTAN ISTRI YANG KAMU CINTAI ITU. " Ujar Ibu Alex menekan nada bicara nya.


"Benarkah Tan, Tante tidak tergiur dengan harta keluarga Rani ? "Tanya Denis membuat Ibu Alex ketakutan kembali.


Ibu nya Alex mengingat sedikit masa lalu nya. Dulu sebelum Alex lahir, kedua Orang tua Alex bukan lah siapa-siapa, Ayah Alex hanya pekerja kentoran di perusahaan kedua Orang tua Rani, itupun jabatan yang ia dapat tidak ada penting nya sama sekali di perusahaan Ayah Rani.


Karna ambisi Ibu Alex untuk menjadi seseorang yang kaya Raya, Ibu nya Alex menghasut Ayah Alex untuk melakukan hal yang sangat fatal bagi perusahaan Ayah Rani.


Karna kepintaran Ayah ALex, Ayah Alex berbuat kecurangan sehingga perusahaan Ayah Rani menjadi gulung tikar di buat nya.


Walupun kini Ayah Alex sudah menjadi Orang terkaya di masa nya, Setelah ada niatan untuk menyerah kan diri.


Polisi sudah lebih dulu mengetahui nya, saat Polisi mengergam keadaan Ibu Alex sedang mengandung Alex yang sebentar lagi akan lahir.


Sementara Kak Vera sedang mengenyam pendidikan di luar Negri pada saat itu.


Saat ingin melindungi Ibu nya Alex, Ayah Alex panik dan ketakutan sehingga Ayah Alex mengalami serangan jantung dengan tiba-tiba.


Di sana lah awal mula permasalahan antara keluarga Rani dan keluarga Alex.


Karna kebaikan Ayah Rani, ia tidak sampai mengambil hak nya kembali mengingat Istri dari pelaku sedang hamil besar dan Pelaku pun meninggal.


Bagi kedua Orang tua Rani sudah cukup bagi mereka untuk mengetahui kebenaran nya.

__ADS_1


Kekayaan itu bertahan sampai saat ini, apalagi saat Alex berhasil menjadi pengusaha sukses dengan tangan nya sendiri, kekayaan Ibu Alex semakin bertambah.


Lamunan Ibu Alex terhenti saat Pembantu nya membawakan dua gelas teh hangat ke hadapan diri nya.


"Silah kan. " Ucap Pembantu itu membangunkan lamunan AIbu Alex.


Setelah Pembantu itu berlalu. Ibu Alex menatap Denis dengan bengis nya.


"Untuk apa saya tergiur dengan harta kedua Orang tua Rani, semua yang dia punya saya juga punya. Jadi jangn harap kamu bisa menerima bantuan dari saya. " Jawab Ibu Alex merasa di posisi paling atas.


"Lagian saya saran kan untuk kamu, Bagi saya ini pasti akan mudah tapi bagi kamu ini akan lebih sulit. Karna Apa ? anak saya tidak akan mudah meninggalkan Rani dengan cara-cara kampungan mu itu, apa lagi ....... sekarang Rani sedang mengandung anak Alex. " Sambung Ibu Alex.


Jantung dan Nadi Denis seketika terhenti wajah nya menjadi pusat pasi, namun ia tidak sampai meninggal saat mengetahui kabar jika Rani dengan mengandung, setau nya Rani adalah wanita mandul yang selama ini membuat diri nya ingin mencari wanita lain dari Rani.


"Hehhh, Denis ? Kamu belum mati Kan ? " Ujar Ibu Alex melihat Denis hanya terdiam dalam pandangan hanya pada satu titik saja.


"A-apa Tan ? Rani hamil ? Tan-tante jangan bercanda. " Tanya Denis terbata-bata.


"Emmm ... sukur lah kamu belum mati ! Iya Rani kini sedang hamil, dan itu anak dari Alex. " Jawab Ibu Rani santai dengan meneguk segelas teh hangat.


"Ti-tidak mungkin Tan, Rani itu wanita mandul, mustahil bagi nya untuk bisa hamil, Saya yang menyaksikan dan mendengarkan Vonis dokter itu. " Ucap Denis tetap tidak percaya.


Niat Denis datang ke rumah Alex untuk menghimpit Ibu nya Alex agar bisa lebih membantu nya, tapi malah Denis yang terhimpit.


"Heh .... bodoh, bisa saja itu vonis untuk diri kamu sendiri, apa nya yang tidak mungkin Rani sedang hamil saat ini. " Dengus Ibu Alex pada Denis.


"Ti-tidak mungkin Tan. " Denis sangat lemas.


Pikir Denis dalam hati nya. " Apa iya vonis itu sebenarnya untuk diri ku ? aku saat bersama dengan Gwen pun, Gwen hamil karna Laki-laki lain, bukan dengan ku. Aaaaahhhhhh ..... tidak mungkin. "


Denis berdiri dan berlari keluar dengan wajah pucat nya tanpa berpamitan terlebih dahulu, sementara Ibu Alex tertawa puas melihat keterpurukan Denis di hadapan nya.

__ADS_1


__ADS_2