
BAB 43.
Anak buah Petra yang mengetahui, Alex sudah keluar dari rumah itu, langsung memberikan kode pada Petra, dan Petra pun mengerti.
Kini Rani yang menarik lengan alex, dengan cepat Alex mengikuti Rani.
Akhir nya Alex berhasil membawa Rani lolos dari terkaman Denis, kini Rani dan Alex sudah berada di dalam mobil, Denis yang mendengar suara mobil, langsung berdiri dan melihat ke luar, dugaan Denis Rani pasti sudah pergi dari kamar nya.
Denis berlari kecil menaiki anak tangga, tanpa menghirau kan Petra dan Antek-antek nya, Denis berlari menuju kamar nya untuk melihat Rani, dan benar apa yang Denis sangka kan, mobil itu sudah membawa Rani pergi.
Denis emosi, Denis dengan keras menutupi kamar nya, sehingga suara benturan pintu terdengar oleh Petra, Petra tersenyum simpul.
Denis turun, hendak mengusir orang-orang yang ada di bawah. Denis ingin sekali memukul Petra, sesuai rencana Petra. Denis menyangka Petra lah yang ada di belakang semua ini.
Saat Denis ingin meluapkan emosi nya pada Petra, Tubuh Denis terlebih dahulu mendapat tarikan keras dari anak buah Petra.
Petra tersenyum, " Mohon pengertian nya Pak Denis, saya hanya melakukan kewajiban saja sebagi seorang kuasa hukum, jika anda ingin berbicara Baik-baik pada Klien saya, maka saya akan membantu Anda. namun jika anda melakukan nya secara paksa, saya pun akan pasang padan terlebih dahulu untuk Klien saya. Saya tunggu Anda di Proses selanjut nya, sampai Vonis perceraian di jatuh kan oleh hakim. " Ujar Petra, lalu pergi meninggalkan Denis yang masih dalam rangkulan anak buah nya.
Denis hanya bisa menatap Petra dan meratapi kekalahan nya saat itu, "Rani, aku ini suami kamu !! tapi kenapa Seolah-olah aku seperti penculik yang ingin selalu menculik mu dan mengancam keberadaan mu !! Siapa sebenar nya Orang yang telah membuat mu, menjadi sekeras hati ini Ran ?? " Ucap Denis masih tertunduk lesu di lantai rumah nya.
Rani melihat Alex masih memasang muka tegang, wajah Alex memerah dan wajah Alex terlihat basah oleh keringat.
"Aku tubuh ku semenakut kan itu kah ?? sehingga kamu terus merasa tegang seperti itu Lex ?? " Tanya Rani, berhasil membuat Alex menoleh tanpa senyuman.
"Apa yang kamu pikir kan Ran, tubuh mu tidak menakutkan, justru di dalam tubuh ku yang menakut kan. Aku masih menahan nya Ran, Apa kau tau ?? " Gumam Alex dalam hati nya, tak berani mengatakan nya pada Rani.
"Diam ... !! Lagi ... Lagi Diam !! " Dengus Rani pelan, namun Alex dapat mendengar nya.
"Sayang, jika kau tau !! kau pasti akan menertawakan ku, Paham ?? jadi Stttt ... jangan ungkit-ungkit masalah itu lagi. " Jawab Alex lembut, sambil mencubit gemas pipi Rani.
__ADS_1
"Tiga hari lagi, kamu akan hadir lagi di sidang perceraian kamu Ran. Aku berharap .... Hakim akan mengetuk kan Palu nya, tanpa kamu sudah cerai dari Denis. " Ucap Alex, terus fokus pada kemudi nya.
"Jika aku sudah berpisah dengan Denis !! Apa yang akan kamu lakukan dan apa yang kamu ingin kan !! " Tanya Rani menatap Alex.
"Tentu, aku akan puas. melihat Denis, Apa kau tau ?? Kesakitan ku telah menumpuk tersimpan rapih di dalam diri ini, meskipun kesakitan itu, Denis lakukan terhadap mu Ran. Dengan begitu rasa sakit ini akan terbayarkan, oleh ketukan palu hakim itu !! " Jawab Alex.
"Trus ?? " Sambung Rani, kembali bertanya dengan senyuman bahagia di bibir nya.
"Trus !! Aku akan cepat menghalal kan mu, agar si jantan dapat terpenuhi ke inginan nya !! " Ucap Alex tegas, namun tak tahan menahan tawa dalam diri nya.
"Hah, Si jantan !! maksud kamu ?? " Sambung Rani, sambil melihat ke arah sleting celana Alex.
Rani tertawa, karna Rani melihat isi celana Alex lebih berisi. Si jantan kepunyaan Alex belum juga luluh terus saja ingin menunjukan kehebatan nya.
"Sayang !! Iihh kamu, malah menertawakan nya. jika kau sudah tau kehebatan ny, Huhhh ... jangan salah !! " Ucap Alex membela si jantan.
Alex melihat Rani menjadi gelisah, Alex tertawa terbahak. " Hahahahahaha ...... sekarang giliran kamu yang cemas, Sabar sayang !! Kita akan melakukan nya. " Ucap Alex sambil tertawa.
"Ihhh ... Apaan sih !! " Jawab Rani, Malu-malu.
"Oh Iya Ran, Apa Orang tua kamu tau tentang masalah ini ?? " Tanya Alex serius kali ini.
Rani menggelengkan kepala nya, dan kini suasana hati Rani menjadi murung.
"Kenapa kamu tidak mencoba, menghubungi Orang tua kamu ?? Se Marah-marah nya Orang tua, pasti akan luluh jika Anak nya mau menemui nya atau berbicara pada nya. Coba lah !! Bagaimana pun, dukungan Orang tua lebih penting, dan Mereka pasti akan sedih. Jika saja tau kabar dari mulut Orang lain. " Ucap Alex, sambil mengelus rambut Rani.
"Aku belum siap Lex, aku malu karna dulu aku lah yang tidak menuruti Orang tua ku, untuk tidak menikah dengan Denis. dan ketakutan yang di rasakan oleh Orang tua ku, kini menjadi kenyataan Lex. " Jawab Rani, masih murung.
Alex tersenyum, "Aku yakin Ran, Orang tua mu pasti mengerti, dan aku yakin kedua Orang tua mu pasti sangat merindukan, Anak yang bandel seperti mu !! Yakin lah. " Ucap Alex, sambil menggoda Rani.
__ADS_1
"Iiiihhhhhh .... " Rani mencubit pinggang Alex.
Dan Denis kini masih duduk, dan memijat kening nya yang sangat sakit. Tiba-tiba suara ponsel nya berdering. ternyata itu panggilan dari Istri ke dua nya Gwen. Denis dengan malas menjawab sambungan panggilan itu.
"Mas ?? kamu dimana ?? Ko lama, sih !! " Tanya Gwen manja.
"Emmm .... Iya, sebentar lagi aku pulang !! " Jawab Denis tegas, sambil menutup sambungan panggilan nya.
Gwen kesal, karna Denis dengan gampang nya memutus panggilan Tlp nya.
"Sial !! berani nya dia melakukan ini, ini pasti Gara-gara si Rani, wanita keras kepala itu !! Awas saja, kalau sampai aku ketemu Wanita itu, jangan harap kamu bisa lolos Rani. " Umpat Gwen sangat kesal pada Rani.
Karna Gwen kini merasa Denis, semakin dingin terhadap nya, Denis selalu memasang kesal saat di hadapan nya, dan bentakan Denis pun selalu ia dapat. Gwen tidak melihat Denis yang dulu, Denis yang selalu romantis saat dekat dengan diri nya.
Hari pun berlalu, hingga pada akhir nya hari dimana Rani akan menghadiri proses mediasi, Rani hanya di dampingi oleh Petra kuasa hukum nya, Alex tidak hadir di dalam persidangan itu. Alex hanya memberikan Suport leawat tlp dan pesan singkat.
Karna Alex harus menyelesaikan pekerjaan nya selama beberapa hari ini, dengan sangat menyesal Alex tidak akan bisa bertemu dengan Rani, dalam beberapa waktu ini.
Rani meng iyakan perkataan Alex, dan Rani memberikan Suport balik pada Alex, agar semangat dalam menyelesaikan pekerjaan nya. Walau pun sebenar nya Rani sangat membutuhkan Alex berada di samping nya.
Petra terus membimbing Rani, agar tidak kalah dari Denis, dan akhir nya Denis dab Rani kini di pertemukan dalam satu ruangan, dimana di dalam ruangan itu, hanya di hadiri oleh Rani, Denis, Hakim, Hakim ketua dan saksi.
Denis tidak tetap tidak mau cerai dari Rani, dan Rani tetap mau cerai dari Denis, hingga pada akhir nya hakim memutuskan untuk mengakhiri tahap mediasi itu, Seolah-olah hakim sudah tau keputusan yang akan ia keluarkan nanti. Namun Rani harus sabar kembali, satu tahap lagi Rani harus menunggu nya.
Petra meyakinkan Rani, bahwa Hakim akan memutuskan Vonis nya, dalam waktu 14 hari. dan Petra yakin di waktu 14 hari itu. Rani akan putus hubungan dari Denis.
Rani tidak ingin menunggu waktu 14 hari itu, dengan terus di incar oleh Denis, Rani membulatkan tekat nya untuk menemui Orang tua nya, dan akan menunggu waktu 14 hari itu di Rumah Orang tua nya. Rani yakin bahwa perkataan Alex tentang Orang tua nya, ada bernar nya.
Rani mendapatkan kabar, kalau Orang tua nya berada di Indonesia beberapa hari ini. Rani akan memberanikan diri nya untuk bertemu dengan Orang tua nya.
__ADS_1