
Ayah Rani memang kecewa terhadap Ibunya Alex, namun ia tak boleh menutup mata dan menuntut dirinya untuk kecewa dan membenci pada anak nya juga.
Ayah Rani menepuk pundak Alex. "Sudah lah, kami memang kecewa pada Ibu mu, tapi jangan sampai kami pun kecewa pada diri mu Lex. "
"Saya benar-benar mencintai Rani Om, bukan hanya sekarang tapi dari dulu. Yakin lah Om, saat ini kami memang sedang memperjuangkan itu, ber awal dari mantan suami Denis dan kini Ibu ku Om. " Jawab Alex dengan wajah memerah dan air mata yang tidak bisa ia bendung.
Kini Ibu nya Rani duduk di samping nya, kini Alex berada di tengah-tengah antara Ibu dan Ayah nya Alex.
"Maaf kan saya Tante !! " Ujar Alex saat Ibu nya Rani duduk di samping nya.
"Entah lah Lex, Tante bingung apa sebenar nya yang terjadi, kenapa Rani tidak menceritakan dari awal terlebih dahulu, sebelum ini terjadi. Kalau begini Tante bingung harus menyalahkan siapa. " Jawab Ibu nya Rani kecewa.
"Saya yang salah Tan, Tante boleh hukum saya ! tapi jangan suruh saya untuk meninggalkan anak Tante, itu tidak akan bisa Tan. " Ujar Alex dengan kepala tertunduk, menyembunyikan air mata nya.
"Tidak ada salah dan tidak ada yang perlu di salah kan Mom, ini ujian untuk hubungan mereka. Lex coba jelaskan apa yang kamu ketahui dari yang belum kami ketahui, Agar kami mengerti. " Ujar Ayah Rani memotong pembicaraan antara Istri nya dan juga Alex.
"Om, Tante ! sebenar nya Rani kini sedang mengandung ... dan .... " Jelas Alex tidak ingin membuat kedua Orang tua Rani semakin marah jika saja mereka tahu dari Orang lain.
Kedua Orang tua Rani terkejut dan tidak percaya.
"Apa ? Apa Lex ? apa maksud kamu ? " Teriak Ibu nya Rani.
"Mom tenang. " Sambung Ayah Rani.
"Maaf kan saya Om, maaf kan Rani juga. Jika saja kabar ini merupakan kabar buruk bagi Tante dan Om, sungguh bagi kami ini adalah kabar gembira saat mengetahui ternyata Rani tidak mandul, dan saya yakin di dalam janin Rani itu adalah darah daging saya Om. Karna kami sudah melakukan nya. Maaf kan saya Om, jangan marahi Rani. Karna ini merupakan impian bagi Rani. " Jelas Alex sudah pasrah jika saja dia akan menerima pukulan dari arah mana saja.
"Ya Tuhan ! " Ucap Ayah Rami mengusap kasar wajah nya.
Ibu Rani semakin histeris saat setelah mendengar penjelasan dari Alex.
Beberapa menit kemudian ketiga Orang yang menunggu kabar baik dari Dokter itu, seketika terdiam tidak ada yang bersuara.
Masing-masing ada di dalam pikiran nya masing-masing.
__ADS_1
"Nak, kenapa kamu tidak menceritakan nya sama Papah, kenapa kamu menanggung nya sendiri ? " Ucap kecil Ayah Rani merasa gagal menjadi seorang Ayah.
Kini giliran Ayah Rani yang menangis. Kesedihan kini benar-benar sedang menimpa ke tiga nya, memikirkan apa bila sesuatu terjadi pada Rani dan janin nya.
Alex sudah tidak bisa berpikir panjang lagi, Alex langsung menelpon Petra dan meminta nya datang membawa seseorang ke rumah sakit.
Setelah itu Dokter pun keluar dari ruangan Rani. Ke tiga orang itu pun dengan langkah bersamaan menghampiri Dokter.
"Bagimana Dok ? " Tanya Alex lebih dulu bertanya.
"Syukurlah, Pasien dan Janin selamat, benturan nya tidak sampai pada janin. Pasien sudah bisa di jenguk, Silahkan. " Jawab Dokter menyampaikan kabar baik itu.
Tanpa lama ketiga orang itupun menghampiri Rani, yang sedang dalam perawatan.
Rani sedang memejamkan mata nya, tak ada satu orang pun yang berani membangunkan nya. Mereka sabar sampai menunggu Rani membuka mata nya.
Setelah beberapa lama, Rani terbangun dan memanggil Ibu nya. " Mom ! "
"Iya Sayang, Mommy di sini. " Jawab Ibu nya Rani.
"Perut ku sakit Mom, apa semua nya Baik-baik saja ? " Tanya Rani lemas.
Dan di sana pun Alex menghampiri Rani, di sambut senyuman oleh Rani.
Alex membungkukkan badan nya dan mengecup kening Rani di hadapan kedua Orang tua nya.
"Semua baik-baik saja Sayang, Anak kita Baik-baik saja. " Jawab Alex membuat Rani langsung melihat kedua wajah Orang tua nya.
Air mata Rani mulai menetes. " Maaf kan Rani Mom-Pah ... "
Sebuah pelukan langsung Rani dapatkan dari kedua Orang tua nya.
"Kenapa kamu menyembunyikan nya dari kami Nak. " Ujar Ayah Rani.
__ADS_1
Rani hanya diam, dan menangis.
"Jangan menangis, Nak ! Ayah tidak akan menyalahkan mu dalam hal ini. " Ujar Ayah Rani di ikuti anggukan lembut Ibu nya Rani.
Rani sedikit tenang dan menatap Alex kembali dan tersenyum.
"Terima kasih Sayang, sudah memberikan ku kesempatan untuk berjuang kembali. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Sungguh ! " Ucap kecil Alex, mengusap rambut Rani.
"Semua karna kekuatan dari cinta kita, cinta kita pada calon anak kita Sayang. " Jawab Rani sangat pelan.
Dan saat semua nya sudah membaik, Alex mengajak Ayah Rani untuk keluat sebentar.
Sesampai nya di luar, Alex duduk dan di ikuti oleh Ayah Rani yang duduk di samping nya.
"Om, semoga langkah saya kali ini tidak salah. Seperti yang saya katakan tadi di hadapan Om dan Tante, bahwa saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. " Ujar Alex serius.
Ayah Rani hanya mengangguk paham.
"Saya hari ini akan menikahi Rani tanpa persetujuan dari Ibu saya sekali pun, Tolong bantu saya Om. " Jelas Alex memohon pada Ayah Rani.
Terkejutlah Ayah Rani. " Tapi Nak, Om paham tapi ... apakah ini akan baik-baik saja untuk hubungan antara kamu dan Ibu kamu. "
"Tolong jangan pikirkan itu Om, hubungan saya dan Ibu saya sudah tidak baik-baik saya saat Ibu saya terlalu mementingkan ego nya. Bantu saya Om. Tolong nikahkan saya dengan anak Om Rani, demi janin yang ada di dalam kandungan Rani Cucu Om sendiri. " Jelas Alex tidak ingin menunda waktu lagi.
Ayah Rani berpikir sejenak, dan berkata. " Baik lah Nak, Om akan menikahkan kalian, andai saja ada hal lain yang akan terjadi setelah pernikahan, Om akan ikut menyelesaikan nya, dan Om lakukan ini demi Cucu Om. "
Meraka pun saling berpelukan. " Terima kasih Pah." Ucap Alex memanggil Ayah Rani sebagai Papah, karna sebentar lagi Ayah Rani akan menjadi Ayah mertua nya.
Tak lama kemudian Petra, Kak Vera, dan satu Laki-laki datang dengan Pakaian resmi nya. Seperti nya Petra datang bersama dengan Bapak penghulu, sesuai permintaan Alex di dalam sambungan Tlp.
Alex memeluk Kak Vera, Kak Vera yang sudah mendapat penjelasan dari Petra, langsung menyetujui nya, "Restu Kakak selalu ada untuk kamu Lex. "
"Terima kasih Kak. " Jawab Alex dalam pelukan haru itu.
__ADS_1