Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
Tahap selanjut nya.


__ADS_3

BAB 39.


Dan Alex tidak lupa dan tidak akan pernah lupa, saat gerakan tangan Denis menampar keras pipi Rani, wanita yang sangat ia cintai sekarang ini dan selama nya, Emosi Alex tetap ada pada Denis, Alex berjanji dan Yakin, suatu saat nanti Alex pasti akan mengembalikan Rasa sakit yang Denis berikan pada Rani.


Sementara Denis di dalam terkaman Petra. Saat Petra ingin memberi nya peringatan, Denis berhasil kabur, dan pergi dengan mengendarai mobil nya.


" Dasar bodoh, kau tidak ingin menceraikan Rani, tapi kau malah membuat Bukti untuk memperlancar proses perceraian mu bersama Rani, Laki-laki Tolol. Mikir ko pakr Otot bukan pake Otak !! " Dengus Petra pada Denis, yang sudah tidak terlihat oleh pandangan nya.


Denis memukuli setir nya, Denis tak rela jika harus berpisah dengan Rani. Tiba-tiba Hp Denis berdering, dengan mengeluarkan suara Getaran.


Drrttt ... Drtttt ... Drtttt !! Tanda ada panggilan suara.


"Iya hallo Mah ?? " Ucap Denis cepat.


Denis mendapat perintah, kalau Denis harus segera kerumah Ibu nya, Denis mendengar nada bicara Ibu nya sangat kesal sekali.


Tanpa bertanya, dan berpikir panjang. Denis segera mengemudikan kendaraan nya ke arah Rumah Orang tua nya.


Alex dan Rani masih di tempat yang sama, "Maaf kan aku Ran, aku tidak bisa mencegah Bajingan itu saat menyakiti mu !! " Ucap Alex lirih.


Rani tersenyum, " Justru aku akan marah, jika kamu sampai mencegah Denis saat itu, Bahkan jika itu terjadi akau akan menjauh dari diri mu !! " Jawab Rani.


Alex menatap Rani dengan tatapan garang nya, " Kenapa ?? " Tanya Alex ketus.


Rani seketika teringat dengan perkataan Denis, yang akan menyakiti siapapun Laki-laki yang dekat dengan Rani, namun Rani tidak sampai menceritakan nya pada Alex.


"Ti-tidak !! Aku hanya khawatir, Alex akan menyakiti mu juga !! " Jawab Rani gugup.


"Hah ?? Cecunguk seperti dia ingin menyakiti ku ?? Yang benar saja, sebelum aku merasakan sakit, dia duluan yanh akan merasakan nya !! " Ucap Alex percaya diri.


Rani hanya menghela nafas nya panjang.


"Sudah, Mana kunci mu ?? Biar aku yang bawa, setelah itu kita ke Rumah sakit. " Ucap Alex langsung menarik lengan Rani, karna Alex tidak mau mendengar bantahan dari mulut Rani.


Saat Alex menarik lengan Rani, Rani tidak mau beranjak dari tempat ia duduk. Sehingga tarikan tangan Alex pun tidak berhasil.

__ADS_1


"Ada apa Sayang ?? " Tanya ALex.


Tetap lah di sini, aku bingung harus pulang kemana Lex, Denis pasti akan gencar mencari ku.


Alex menggelengkan kepala nya, " Kenapa harus bingung sih ?? Kamu tinggal tunjuk menginap di Penginapan mana ?? Pake nama ku, dengan begitu kamu akan aman. " Jelas Alex.


"Lagi-lagi aku akan merepotkan mu !! " Ucap Rani merasa tidak enak.


"Apa kau masih merasa sungkan pada ku ?? " Tanya Alex, sambil menangkup pipi Rani dengan kedua telapak tangan nya.


"Jawab ?? Apa kau masih merasa sungkan ?? " Sambung Alex menekan Rani.


"A-aku hanya tidak mau, terlalu menyusahkan mu Lex !! " Jawab Rani datar.


"Aku kecewa Ran, dengan jawaban mu !! " Ucap Alex kesal dan membuang tatapan nya dari wajah Rani.


Rani tersenyum saat melihat Alex meraju kesal.


"Kau marah ?? " Tanya Rani, sambil memegang lengan Alex.


" Aku tidak marah, aku hanya kecewa !! " Jawab Alex sambil menatap Rani.


Alex terdiam menatap Rani, "Aku benar-benar mencintai mu Ran, apa kau masih ragu dengan perasaan ku ini ?? Jika rasa Cinta sudah ada, Rasa tanggung jawab pun pasti ada Ran, Maka dari itu aku merasa kamu adalah tanggung jawab ku sekarang !! " Sambung Alex pada Rani.


Ran merasa tersentuh dengan jawaban Alex,


" Ya sudah, aku hanya ingin tau jawaban mu saja Lex, aku merasakan apa yang kau rasakan !! aku hanya ingin memastikan nya saja, Terima kasih karna kamu datang di waktu yang tepat. Tapi maaf kamu harus ikut terlebih dahulu dalam permainan nasib ku saat ini !! " Jelas Rani pada Alex.


Alex mengelus lengan Rani, "Jangan Ragu dan khawatir Ran, sekali aku mengatakan nya aku akan mempertanggung jawab kan perkataan ku, apan kau lupa aku ini siapa, aku tidak mungkin menjadi seperti sekarang, jika kau tidak konsisten dalam berucap ?? " Ucap Alex membuat Rani heran.


"Memang nya kau siapa ?? " Tanya Rani.


Alex baru ingat, kalau Rani memang belum tau tentang kehidupan Alex, Rani belum tau bahwa Alex adalah Orang terpenting se Asia, Tapi Alex tidak mau membahas itu lebih lanjut lagi, karna Menutut Alex itu tidak penting, Nanti juga Rani pasti akan tau dengan sendiri nya.


"Emm .. Aku Ya, Aku adalah seorang Alex yang selalu berani mempertanggung jawab kan, sebuah keputusan yang keluar dari mulut ku !! Jadi jangan khawatir ya ?? Aku selalu memikirkan keputusan ku, sebelum aku mengatakan nya, Dan Ingat jangan sungkan !! " Jelas Alex lembut pada Rani.

__ADS_1


Rani semakin lega memdengar nya, dan Rani memberikan kembali kunci mobil nya pada Alex.


Dan Alex pun menerima nya dengan senang hati, Rani kagum pada Alex, karna yang di katakan Alex tentang ke pribadinya memang benar.


Kini Rani selalu menuruti Alex, walaupun Rani dan Alex sudah semakin dekat, tapi Alex tidak pernah menyentuh Rani dengan berlebihan, Alex selalu mengingat batasan nya. Alex selalu mengingat kalau Diri nya dan Rani, belum ada ikatan suci, jadi Alex selalu mengingat batasan nya.


Sementara Denis kini telah sampai di rumah Orang tua nya. Denis segera masuk ke dalam Rumah nya, dengan wajah masih di tekuk dan perasaan nya masih kacau. Denis menyesal karna Denis sempat menyakiti Rani dengan tamparan keras nya.


Denis tidak menggubris saat Pak Danu menyambut nya, Pak Danu hanya menggelengkan kepala nya.


"Apa kabar Nyonya Rani ya ?? Sudah lama dia tidak berkunjung !! Mudah-mudahan dia baik-baik saja, Dasar Bodoh si Denis itu !! dia akan menyesal nanti !! " Umpat pak Danu dalam hati nya pada majikan nya Denis.


Denis langsung bertemu dengan Orang tua nya, terutama dengan Ibu nya.


"Kenapa Mah ?? " Tanya Denis sambil duduk di samping Ibu nya.


"Bersama siapa kau kesini ?? Rani atau Gwen ?? " Tanya balik Ibu nya Denis serius.


"Harus nya aku bersama Rani Mah, Tapi Rani tidak mau ikut dengan ku !! " Jawab Alex menjatuh kan badan nya di senderan Kursi Soffa yang empuk itu.


"Bagus lah, itu artinya kamu seorang diri ke sini !! Mamah kesal pada Istri kedua mu itu. " Ucap Ibu Denis, langsung pada Inti nya.


"Maksud Mamah Gwen atau Rani ?? " Tanya Denis.


"Mamah kesal pada Gwen, dia tiap hari Tlp Mamah, dia selalu minta di belanjaain, bahkan minta Uang pada Mamah, dengan Alasan dia Ingin membeli peralatan Bayi !! Kenapa harus selalu minta ke Mamah sih ?? " Ucap Ibu Denis tanpa jeda.


Denis mengusap wajah nya kasar, " Kenapa Gwen, melakukan ini sih ?? Apa uang dari ku tidak cukup ?? " Keluh Denis dalam hati nya.


Denis meminta maaf pada Ibu nya, atas nama Gwen, dan Denis dengn cepat mengganti semua Uang Ibu nya yang sudah terpakai oleh Gwen.


Mempunyai Istri dua, ternyata membuat Denis merasa pusing, Denis tidak berpikir sejauh ini saat ingin menikahi Gwen.


Denis akan membuat perhitungan Dengan Gwen, karna sudah berani meminta uang pada Ibu nya, secara tidak langsung itu sudah membuat Denis malu, walaupun itu pada Ibu nya sendiri. Karna sebelum nya Rani tidak pernah seperti itu.


Denis belum menceritakan gugatan cerai Rani pada siapa pun.

__ADS_1


__ADS_2