Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
Emosi Alex.


__ADS_3

BAB 49.


Denis meludah ke sembarang tempat, " Cuihhh ... persetan dengan ancaman mu itu, ingat jika aku tidak mendapat kan Rani lagi, kau pun sama tidak akan pernah mendapatkan Rani, cam kan itu !! " jawab Denis tidak ada Takut-takut nya, sama sekali.


Alex semakin ingin membuat Denis menyesal, oleh sikap dan perkataan nya sendiri, Alex membanting kan tubuh Denis, dan dengan cepat petugas keamanan pun melerai perkelahian itu, Alex menarik lengan Rani, Rani yang lemas menjadi sangat enteng saat Alex menarik tubuh nya, untuk segera keluar dari tempat itu.


Alex terus menarik tangan Rani tanpa menoleh, Rani yang mengikuti langkah ALex sedikit berlari, karna tak mampu menyeimbangi langkah Alex yang lebih cepat dari nya.


Saat sudah keluar dari Pusat perbelanjaan itu, Rani tersandung dan akhir nya jatuh, sehingga kaki nya terkilir. Alex panik dan langsung mengangkat tubuh Rani.


"Aww ... " Rani meringis kesakitan, saat berdiri.


"Seperti nya kamu terkilir Ran, Maaf kan aku karna jalan terlalu cepat. " Ucap Alex sambil melihat kondisi kaki Rani.


"Aku tidak Apa-apa, Jangan hiraukan aku !! Kamu harus Cepat-cepat pergi Lex, sebelum Denis menghampiri kita lagi !! " Ujar Rani, terus kesakitan karna kaki dan tangan nya lebam.


"Kita kerumah sakit sekarang !! kamu harus sehat Ran, besok persidangan Vonis perceraian kamu. Setelah hakim mengetukkan palu nya, Aku akan segera menikahi mu setelah Masa iddah mu berakhir. " Ujar Alex sambil menggendong Tubuh Rani, untuk segera sampai di dalam mobil.


"Asal kau tau Ran, aku tidak takut oleh Bajing** Denis itu, dan Aku tidak sakit sekali pun Denis sudah memukul ku. Aku akan merasa sakit jika aku melihat mu terluka apa lagi oleh ulah si Bajing** itu. " Jawab Alex tegas, dan kesal.


Rani melihat luka di sudut bibir Alex, Alex tidak juga mengemudikan mobil nya, Mungkin Alex merasa masih kacau saat itu. Alex terus saja mengeratkan kepalan tangan nya, serasa belum puas saat menghajar Denis tadi.


Rani menangkup wajah Alex dengan kedua tangan nya, sehingga Alex memposisikan badan nya menghadap Rani. " Sayang !! Tenang, sabar, Maaf kan aku !! Ini semua karna kecerobohan ku, untuk yang kesekian kali nya. Kamu terluka karna diri ku. Tolong jangan seperti ini, Karna aku sungguh merasa khawatir pada mu !! " Ucap lembut Rani, terus mengusap sudut bibir Alex yang terluka.

__ADS_1


Alex menatap Rani, saat Rani hendak akan mengeluarkan sebuah cairan bening di pelupuk mata nya, Alex menjadi tenang. Karna Alex sadar Lagi-lagi Rani bisa dia selamat kan. Walaupun ada beberapa luka di tubuh nya.


Rani masih sibuk ingin mengobati luka Alex, Alex mengusap Air mata Rani yang belum sempat terjatuh, sehingga tatapan Rani kini ber alih pada Mata Alex. Seperti ada tarikan Magnet di antara kedua nya.


Sehingga kedua nya semakin mendekatkan Wajah nya satu sama Lain, Sehingga sentuhan Bib** pun dapat mereka rasakan satu sama lain nya. Deruan nafas kedua nya semakin tersengal-sengal, karna saling menuntut antara kedua nya.


Tanpa Rani sadari Denis telah melihat adegan itu, Mobil Alex memang memiliki kaca berwarna hitam, namun apabila di lihat dari jarak dekat semua isi di dalam mobil itu akan terlihat jelas.


Tapi Alex sengaja melakukan adegan itu, karna Alex sadar Denis sedang memperhatikan mobil yang ia naiki bersama Rani. Denis semakin tersulut emosi nya, seakan tubuh nya terasa terbakar hebat.


Denis menggebrak kaca mobil Alex dengan Keras, untung saja Mobil Alex bukan mobil murahan, sehingga saat Denis memukul kaca mobil Alex tidak sampai pecah.


Rani sontak kaget dan menoleh ke kaca mobil nya, sementara Alex terus membelai Wajah Rani. Rani menatao sendu pada Denis, ada rasa bersalah karna bagaimana pun Rani masih Sah sebagai Istri Denis, walaupun semua kesalahan ada pada Denis, Rani masih tetap ada rasa bersalah dalam hati nya.


Alex sangat tidak terima saat Denis terus saja berteriak, Alex langsung ingin keluar namun di cegah oleh Rani.


"Lex Tolong !! Kali ini saja, Tolong jangan keluar dari mobil lebih baik kita pergi saja dari sini. Aku mohon !! " Rani sangat memohon pada Alex, karna Rani tidak mau melihat Alex terlukai oleh Amarah Denis.


"Keluar !! Keleuar kalian, Rani Keluar !! Untuk apa kau bersama Laki-laki itu, Aku Suami mu !! Raniiiiii !!! " Teriak Denis seperti orang gila


Alex menyalakan mesin mobip nya, karna Alex lebih khawatir pada kondisi kaki Rani, yang pasti akan bengkak.


Denis yang melihat mobil yang di tumpangi oleh Rani dan Alex, memberu tanda akan segera jalan. Denis mengambil batu untuk memecahkan kaca mobil Alex, namun dengan sigap dan cepat 4 Orang berseragam Hitam, segera menghadang sikap Brutal Denis saat itu.

__ADS_1


Alex tersenyum mengejek pada Denis, dan Rani menghela nafas panjang, namun Rani sadar keadaan kaki nya kini sedang tidak sehat.


Rani terus meringis kesakitan. Alex memperhatikan Rani. dan melihat kaki Rani sudah membengkak.


"Sabar Sayang, kita ke Rumah sakit sekarang. kamu harus sehat ,ingat besok hari penting kamu !! " Ujar Alex tidak mau jikalau sidang Rani di tunda kembali.


Rani terdenyum. "Tenang saja, hari esok pasti akan terjadi apa yang kita harap kan !! " Jawab Rani, pada ke khawatiran Alex.


"Aku sudah tidak sabar !! yang jelas aku semakin khawatir akan keselamatan mu Sayang. " Ujar Alex pada Rani.


"Aku tau, aku berjanji mulai detik ini aku tidak akan, keluar tanpa seijin dari mu !! Sungguh, aku berjanji !! " Janji Rani pada Alex, membuat Alex semakin menyayangi Rani sepenuh nya.


Alex sudah sampai di depan Rumah sakit, Alex tidak sampai menunggu blankar atau pun kursi roda untuk membawa Rani ke dalam Rumah sakit.


Alex hanya menggunakan tenaga nya saja, untuk mengangkat tubuh Rani menuju ruang pemeriksaan.


Dalam perjalanan menuju Ruang pemeriksaan, tidak ada mata yang tidak kagum pada sosok Alex, yang dengan berani nya dan tidak malu, mengangkat Rani di depan umum, menuju Ruang pemeriksaan.


Rani sangat Haru dan terus menatap Alex, yang mulai berkeringat saat mengangkat tubuh Rani, padahal Rani bisa berjalan, walau pun Tertatih-tatih. Tapi Alex tidak mau mendengar rengekan Rani.


Alex seolah-olah tidak mau jikalau Rani terluka sedikit pun walaupun Alex harus menahan rasa sakit dan lelah di dalam diri nya.


Rani tau Alex belum Istirahat, semenjak dari kepulangan nya, Rani Semakin merasa bersalah Saat melihat keringat terus bercucuran di wajah Alex.

__ADS_1


__ADS_2