
Di pagi hari saat matahari sampai di peraduan nya, Alex melihat istri nya sudah tidak ada di samping diri nya.
Pencahayaan di kamar itu membuat Alex silau karna baru saja terbangun dari lelap nya tidur di malam hari.
Alex perlahan terduduk dan menyesuaikan penglihatan nya, benar saja Rani sudah tidak ada di samping nya.
Dengan nikmat Alex menggeliat di atas tempat tidur nya, perlahan menjauhkan selimut tebal itu dari tubuh nya.
"Sayang ? " Alex memanggil Rani dengan suara serak nya, berharap sang istri masih ada di dalam kamar nya.
Panggilan itu tidak ada yang menjawab, Alex terbangun dan masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah selesai, Alex terasa lebih segar dan jiwa nya terasa utuh tidak seperti saat bangun tidur tadi.
Saat Alex keluar dari kamar mandi, Alex melihat wanita yang dari tadi ia cari sudah berada di hadapan nya, menyiapkan pakaian diri nya.
Alex memeluk Rani dari belakang, " Aku dari tadi mencari mu ! " Bisik Alex.
"Kaya anak yang masih nete aja cari Ibu nya. " Jawab Rani menggoda Alex.
"Emm .. bahkan aku ini lebih dari seorang anak yang masih ingin air susu Ibu nya. " Jawab Alex lebih menggoda Rani dengan mengeratkan pelukan nya.
"Hahahahaha ... kau ini bisa saja Sayang, Ya sudah pakai baju nya aku sudah menyiapkan sarapan pagi di bawah. " Ujar Rani.
"Kenapa kamu, kenapa tidak Bibi saja ? " Tanya Alex.
"Bibi lagi beres-beres yang lain Sayang, lagian aku yang minta ko. " Jawab Rani.
"Lain kali tidak usah, itu sudah menjadi tugas Bibi, apa Kak Vera dan Mommy ada ? " Tanya Alex sambil mengenakan pakaian nya.
"Emm .. Kak Vera seperti nya masih di dalam kamar begitupun dengan Ibu. " Jawab Rani santai sambil melipat selimut yang sudah ia pakai bersama Alex.
__ADS_1
"Hari ini Mas mau ke tempat Petra. Kamu mau aku antar pulang atau bagaimana ? " Tanya Alex.
Rani terdiam sejenak, Rani sebenar nya ingin ikut bersama Alex, namun Rani tidak ingin membuat Alex merasa kaku jika saat bersama Petra ada diri nya.
"Emmm ... aku sebenar nya ingin ikut bersama kamu Mas, tapi aku tidak mau membuat kamu sungkan nanti nya, aku pulang saja deh Mas, kalah gak aku di sini aja nunggu kamu. " Jawab Rani.
Alex memegang kedua pipi Rani dengan lembut, " Pulang saja dulu, Mas antar ya ?Mas tidak akan tenang jika kamu ada di sini sementara Mas tidak ada. " Ujar Alex.
Rani mengangguk paham. " Iya Mas, Mas hati-hati ya. Aku tidak mau Mas kenapa-kenapa. "
"Tenang saja Sayang. " Jawab Alex menenangkan istri nya.
Waktu pun berlalu, Alex sudah mengantar Rani ke tempat dimana Rani sudah benar-benar aman, dan kini giliran Alex melanjutkan perjalanan nya ke tempat Petra.
Sesampai nya di sana Petra menyambut kedatangan Alex dengan rangkulan seorang sahabat.
"Gimana ? " Tanya Alex datar.
"Tenang, duduk dulu ! Istri Lo gak ikut ? " Tanya Petra.
"Ok ...." Petra duduk di dekat Alex dengan setumpuk selebaran kertas dan dua cangkir teh hangat di depan nya.
"Lex, hari ini kita akan mulai mendatangi ... ya kita sebutlah para korban, Sorry bukan nya gue menganggap nyokap Lo seratus persen salah, Ehem .... Lo pasti tau maksud gue." Ujar Petra.
"Ya ... lalu ? " Timpal Alex dengan ekspresi wajah dingin.
"Kita akan mendatangi korban satu persatu, setelah itu kita pasti akan mendapatkan jawaban dari mereka masing-masing, mah setelah itu kita akan membicarakan jalan terbaik nya seperti apa. " Jelas Petra.
"Ok ... lebih cepat lebih baik." Jawab Alex.
Lalu setelah itu Petra dan juga Alex bergegas menemui mereka satu per satu, setelah menemui beberapa orang.
__ADS_1
Singkat cerita, setelah mendapatkan jawaban dari beberapa orang yang mereka datangi. Petra bisa mendapatkan titik terang akar dari permasalahan nya itu.
Lalu setelah Petra merasa cukup, Petra mengajak Alex yang sudah mulai pusing karna ikut ber adu argumen dengan para korban itu.
Sesampai nya di kediaman Petra, Alex di biarkan rolex terlebih dahulu sebelum membicarakan nya kembali.
Beberapa menit Alex nampak sudah membaik setelah mendapatkan sambungan Tlp dari istri nya.
"Are you ok ? " Tanya Petra.
"Ya ... " Jawab Alex singkat.
"Lex gue sudah bisa menyimpulkan, ini lah kata-kata Semua bisa di selesaikan dengan uang Itu tidak akan ada guna nya di kasus nyokap Lo sekarang, karna apa ? jikalau pun Lo mau membayar ganti rugi mereka masing-masing, Lo gak akan sanggup karna itu akan memekan waktu jangka panjang, gue tidak bermaksud meremehkan kekayaan Lo, tapi ... ya menurut gue itu akan sia-sia saja. " Jelas Petra.
"Duh, tolong dong Lu kalau ngomong langsung pada inti nya bisa kan ? gue udah gak bisa mikir, gue tau Harta kekayaan gue pasti cukup untuk menutupi kerugian mereka, tapi bagaimana dengan istri dan anak gue nanti nya ? " Ujar Alex.
"Lu harus tenang Lex, ya ... itu maksud gue, saran gue .... kita tidak akan memilih cara pertama, untuk mengganti semua kerugian mereka masing-masing, dengan menyesal gue katakan ... kita harus melalui jalur hukum saja Lex, dengan begitu kita bisa tahu putusan hakim seperti apa, karna gue lihat ada beberapa orang di belakang nyokap Lo itu. " Ucap Petra serius.
"Hukum ? tapi bagaimana jika nyokap gue di hukum dengan hukuman yang lama ? gue gak bisa lihat itu. " Sambung Alex tak terima.
"Gue tahu Lex, tapi itu yang akan terjadi, walaupun lu ganti kerugian mereka, tetap saja ada beberapa orang yang tidak ingin uang nya kembali dengan cara gampang seperti itu Lex, mereka ingin melihat pelaku mendapatkan hukuman sesuai dengan apan yang mereka perbuat. " Ujar Alex terus dengan Hati-hati.
Di sana lah Alex tak kuasa membayangkan nya.
"Sabar Lex, gue akan jamin hukuman nyokap Lo gak akan lama seperti apa yang Lo pikirkan. " Petra menepuk pundak Alex dengan penuh dorongan semangat.
Setelah itu Alex pun pamit untuk pulang ke rumah nya, untuk menyampaikan solusi pahit pada Ibu nya.
Walau bagaimana pun Ibu Alex harus mengetahui nya terlebih dahulu, agar tidak syok saat sebuah keadilan akan menghakimi nya.
Jika saja satu atau dua orang korban dari ke serakahan Ibu nya, mungkin Alex bisa menyelesaikan nya dan menjamin agar Ibu nya tidak menyentuh ruangan pengadilan sedikit pun.
__ADS_1
Tapi Ibu Alex sudah merugikan lebih banyak orang dan bahkan bukan dari satu kota saja, itulah ke dalam Alex yang tidak bisa membantu Ibu nya sendiri.
Hukum tetap lah hukum, tidak bisa di beli oleh setumpuk uang sekali pun.