Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
BAB 120. Ketakutan.


__ADS_3

Mobil mewah yang membawa Alex menuju rumah nya, kini telah sampai di pelataran rumah nya.


Alex sejenak menatap rumah mewah utuh, yang benar-benar dari hasil kerja keras nya, memang ayah Alex meninggalkan beberapa aset termasuk rumah, namun Alex lebih memilih menempati rumah hasil jerih payah nya sendiri.


"Tuan kita sudah sampai. " Ucap Pak sopir yang mengira jika Tuan nya sedang tertidur.


Padahal Alex tidak sedang tertidur, Alex sedang melihat dan menikmati hasil dari keringat nya, namun saat itu pun terselip rasa kekecewaan yang dalam, karna Ibu nya sendiri tidak pernah puas dengan hasil yang sudah ia dapati.


Selama ini Alex memberikan pasilitas lebih dari kata mewah pada setiap anggota keluarga nya, dan Alex senang melakukan nya.


Tapi detik itu Alex merasa sakit hati dan kecewa, kala hasil yang menurut nya lebih dari cukup, ternyata tidak di hargai oleh Ibu nya sendiri.


"Tuan ? Apa Tuan baik-baik saja ? " Sambung Pak Sopir itu lagi.


"Oh iya Pak, Saya Baik-baik saja ko ! " Jawab Alex sambil merapihkan pakaian nya, lalu keluar dari mobil mewah nya.


Langkah Alex kian berat memasuki rumah nya itu, ada beban berat yang sedang menindih pundak dan pikiran nya.


Alex terus melangkah, sampai nya di depan pintu rumah, pintu rumah itu sudah terbuka untuk nya ternyata Kak Vera yang membuka nya.


"Lex ? Mana Rani ? " Tanya Kak Vera memperhatikan wajah kusut adik nya itu.


Perasaan seorang Kakak sungguh terpukul kala itu, melihat wajah yang selama ini ia anggap sebagai wajah yang tidak pernah kenal lelah, wajah yang selalu tersenyum.

__ADS_1


Kini wajah itu berubah menjadi wajah yang seperti enggan menunjukan bahwa wajah itu bisa tersenyum kembali.


"Rani di rumah orang tua nya Kak, aku ke sini hanya sebentar saja untuk bertemu Mommy dan setelah itu aku akan kembali ke rumah Rani, dia sedang menunggu ku Kak. " Jawab Alex datar.


Alex masuk dan di ikuti oleh Kak Vera.


"Kenapa gak tinggal di sini saja sih Lex, bawa Rani ke sini. Ini kan rumah kamu. " Ujar Kak Vera.


"Belum saat nya Kak, suasana di rumah ini belum kondusif, Alex tidak ingin gara-gara masalah di rumah ini Rani jadi terganggu kesehatan nya. " Jawab Alex.


"Lalu .... bagaimana dengan Mommy ? bagaimana dengan kesehatan Mommy ? " Ucap Tiba-tiba Kak Vera yang merasa Alex lebih memikirkan Rani di banding Ibu kandung nya.


"Kak .. apa Kakak pikir aku selama ini tidak memikirkan Mommy ? Rani ? bahkan Rani berusaha bersikap dia tidak apa-apa untuk tidak jadi beban pikiran ku, padahal aku tau dia pun cemas memikirkan masalah ini. " Bantah Alex.


"I-iya Mak-maksud Kakak .... " Ucap Kak Vera langsung di potong oleh Alex.


Kak Vera menuruti dan mengikuti langkah Alex, menaiki setiap anak tangga menuju kamar Ibu nya.


Sesampai nya di sana, Ibu Alex sedang duduk santai seperti biasa di balkon nya menikmati secangkir teh hangat sambil memainkan Ponsel nya.


"Lex ! " Ucap Ibu nya menyimpan ponsel itu di atas meja yang ada di depan nya.


Alex duduk di kursi yang ada di depan Ibu nya, sementara Kak Vera duduk di samping Ibu nya.

__ADS_1


Beberapa detik Alex menertralisir keadaan diri nya, menyimpan segenap emosi yang ada di dalam diri nya.


Alex mengehela nafas dan membuang nya perlahan. " Ok ... disini Alex ingin menyampaikan solusi apa yang sudah Alex ambil, dan tentu saja solusi itu bukan hanya pandangan Alex saja, tapi dari tim kuasa hukum yang kita pegang selama ini yaitu tim Petra. Petra dan tim nya mempunyai pandangan yang menurut nya ini merupakan masalah yang cukup pelik Mom-Kak, hingga dengan berat hati Petra menyimpulkan bahwa .... Alex tidak akan mampu membantu Mommy untuk melunasi setiap kerugian Orang-orang yang sudah Mommy rugikan tentu nya, Alex bukan sayang pada harta Alex, jika pun bisa Alex akan melakukan nya demi Mommy walaupun hal pahit akan Alex terima saat Alex harus mendapati semua nya habis, tapi jika Alex melakukan nya pun itu akan sia-siap Mom, jadi .... Mommy tetap harus melewati semua nya sesuai apa yang di tentukan oleh pengadilan. " Jelas Alex dengan raut wajah sangat kusut.


Kak Vera yang mendengar penjelasan Alex langsung memeluk tubuh Ibu nya, begitu pun dengan Ibu nya yang hanya terdiam sambil mencerna perkataan Alex.


"Lex, lakukan apa saja asal Mommy tidak mendapatkan hukuman. Atau biar Kakak saja yang melakukan nya. " Sambung Kak Vera pilu.


"Ya ... itu yang Alex ingin kan Kak, andai bisa Alex juga tidak ingin Mommy melewati semua itu, ya ... walaupun itu memang kesalahan Mommy. " Ujar Alex.


"Dan untuk Mommy, Maaf kan Alex kali ini Alex hanya bisa ada di belakang Mommy, dan Alex mohon jelaskan semua nya pada Petra siapa saja orang yang terlibat dalam masalah ini. Agar Petra setidak nya bisa meringankan hukuman Mommy nanti nya. " Ucap Lembut Alex, memegang lengan Ibu nya.


"Tapi Lex bagaimana jika Mommy harus di kurung di penjara dalam jangka waktu yang lama ? Mommy tidak mau itu. " Ibu Alex baru mengeluarkan suara nya, itu pun karna rasa takut.


"Tidak Mom, berdoa saja ! Alex akan melakukan yang terbaik bersama Petra. Asal Mommy mau bicara siapa dalang dari semua ini, Alex jamin Mommy tidak akan mendapati hukuman seberat itu. " Jawab Alex.


"Tapi Lex, kenapa ? kenapa, jika kita mengambil jalan damai dengan Menganti semua kerugian mereka, itu akan sia-sia saja ? bukan kah itu yang mereka mau Lex ? " Tanya Kak Vera masih tidak terima jika Ibu nya harus di hukum.


Alex menggelengkan kepala nya. " Tidak Kak, sesuai perkataan Petra di kasus ini Uang bukan segala nya mereka tidak ingin rasa sakit hati mereka lunas begitu saja, mereka tetap ingin mendapatkan ke Adilan yang se adil-adil nya bagi tersangka yang sudah menjahati pikiran dan hati mereka. Mungkin sampai sini Kakak sudah paham. Kakak bisa saja membayar semua kerugian sampai Kakak tidak mempunyai apa-apa, begitu pun dengan Alex tapi itu tidak akan ada guna nya Kak, mereka akan tetap melimpahkan kasus ini pada pihak yang berwajib. " Jelas Alex terus meyakinkan Kakak nya.


Setelah beberapa lama Alex pun pamit untuk pulang menemui istri nya.


"Kenapa harus ada Rani sih Nak, fokus lah dulu pada kasus Mommy ini. " Tiba-tiba kata menohok itu keluar dari mulut Ibu nya.

__ADS_1


Alex membalikan badan nya, laku tersenyum simpul. " Rani yang bisa membuat ku kuat seperti ini, Rani yang selalu membuat aku sabar mengahadapi sikap Mommy selama ini, Apa Mommy belum sadar juga siapa Rani itu sebenar nya ? Rani adalah istri ku Mom, Rani adalah Ibu dari anak-anak ku kelak. "


Lalu Alex melanjutkan langkah nya Tampa menoleh kembali ke belakang.


__ADS_2