Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
Rindu


__ADS_3

BAB 57.


Rani tak menyangka kesan pertama kali bertemu dengan Ibu Alex sangat lah baik, namun kebaikan itu tidak terlihat lagi saat bertemu kembali dengan Ibu nya Alex.


Rani menatapi nanar kepergian Kak Vera, Rani hanya menitipkan salam pada Kak Vera untuk Alex.


Dalam batin Rani. "Kenapa di saat aku sudah melepaskan cinta yang lain, aku malah mengemis cinta yang lain nya ?? Sebegitu besar kah cinta ku pada mu Lex, Cinta yang singkat mampu melupakan Cinta yang bertahun-tahun sudah ku pupuk dengan kesabaran, namun berbuah penghianatan. "


Rani menghela nafas panjang dan menghembuskan nya secara kasar. Saat Rani ingin melangkahkan kaki nya suara teriakan terdengar dari arah yang berlawanan.


Rani menghentikan langkah nya dan melihat ke arah sember suara itu, ternyata itu kak Vera. Rani menggereyitkan dahi nya, karna melihat Kak Vera sangat lelah kelihatan nya.


Rani menghampiri Kak Vera, yang masih memegang dada nya, mungkin karna Kak Vera sudah Berlari-lari Sampai-sampai kelelahan.


"Kak kenapa ?? Ada apa dengan Alex ?? " Tanya Rani, sambil menyodorkan minuman botol pada Kak Vera.


"Ran !! Untung lah kamu masih ada di sini, Kakak sampai harus Lari-lari, Kakak kira kamu sudah pergi. " Ucap Kak Vera lalu meneguk minuman pemberian dari Rani.


Rani memilih untuk sabar menunggu kabar apa yang di bawa oleh Kak Vera,


"Ran !! Alex sudah sadar, dan dia terus saja Memanggil-manggil nama kamu, Temuilah dia, dan katakan bahwa kamu ada di samping nya. " Ucap Kak Vera, membuat tubuh Rani terserang Panas dingin yang hebat dan gemetar di seluruh tubuh.


Rani tersenyum bahagia, " Syukurlah Kak, Ta-tapi .... !! " Ucap Rani terhenti ketika mengingat sikap Ibu nya Alex pada nya.


"Mamah ?? Jangan hiraukan Ran, yang terpenting saat ini Alex. " Jawab Kak Vera, menepis ke khawatiran tentang Ibu nya.


"Baik lah Kak, terima kasih atas bantuan nya !! " Ucap Rani tidak sabar ingin menemui Alex.


Kak Vera hanya tersenyum, lalu bangkit dari tidur nya dan berjalan dengan ceoat bersama dengan Rani.


Sesampai nya di depan ruangan Alex, langkah Rani terhenti, entah kenapa Rani merasa ragu saat tau dan yakin bahwa Ibu nya Alex ada di dalam ruangan Alex.


"Sudah !! Ayo, Mommy tidak akan memakan kamu, percaya sama Kakak. Tapi Kakak minta kamu sabar dan tenang, apa bila Ibu menunjukan rasa tidak suka nya. Lihat lah Alex. " Ucap Kak Vera, terus meyakinkan Rani.


Rani membuka pintu ruangan Alex, dan benar saja Ibu Alex sedang berada di samping Alex, Alex yang masih memejamkan mata nya terus saja Memanggil-manggil nama Rani.


Rani berjalan perlahan mendekat pada Alex, Air mata tak sanggup Rani bendung. Rani tak perduli dengan Tatapan yang di pancarkan oleh mata Ibu nya Alex.

__ADS_1


Rani mendekat dan meraih lengan Alex, lalu Rani berbisik. " Sayang !! bangun lah, buka matamu aku ada di sini. " Bisik Rani, menahan air mata nya.


Alex yang terlihat gelisah mulai tenang, namun Alex belum juga membuka mata nya. Ruangan itu sangat sunyi menunggu kedatangan Dokter.


Saat Dokter datang, Rani mundur dan melihat Dokter yang sedang memeriksa Tubuh Alex.


Saat Dokter menekan kecil bagian tubuh Alex, Alex mulai bergerak kembali. Dan perlahan mata Alex terbuka, Rani membungkam mulut nya tak kuasa menahan tangis yang begitu bahagia, Saat Alex sudah membuka mata nya.


Ibu Alex menghampiri putra nya yang sudah lama tertidur, dengan tangisan kecil Ibu Alex memeluk lembut tubuh Alex.


"Nak !! Syukurlah, Mommy senang kau sudah sadar. " Ucap Ibu Alex terbata-bata, terus menciumi wajah Alex.


Rani masih terpaku melihat Alex, dan Alex hanya tersenyum saat Ibu nya terus saja menciumi dan memeluk diri nya.


Alex melihat ke lain arah, dan tatapan nya terhenti saat melihat sosok wanita cantik yang sedang berdiri menatap nya dengan linangan Air mata.


Alex tersenyum, seperti orang yang baru bangun dari tidur pulas nya.


"Sayang ?? " Ucap lemas Alex pada Rani.


Ibu Alex menatap, apa yang di tatap oleh Anak kesayangan nya. Ibu Alex seketika terlihat kesal saat tau yang pertama Anak nya cari adalah Wanita yang saat ini tidak ia sukai.


Lalu Dokter meminta Ibu Alex untuk ikut bersama nya, karna ada sesuatu yang harus di bicarakan, tentang perkembangan kesehatan Alex.


Ibu Alex mengangguk lalu mengelus wajah Alex dengan lembut. Doktor membalikan badan nya untuk segera pergi dari ruangan Alex.


Dokter menyapa Rani, dan di balas senyuman ramah oleh Rani dan tak lupa Rani berterima kasih pada Dokter yang menangani Alex.


Ibu nya Alex bingung, saat melihat Dokter menyapa dengan sopan pada Rani.


Ibu Alex mengikuti langkah Dokter itu, untuk segera pergi ke ruangan nya.


Saat Semua orang sudah keluar, tinggal lah Alex dan Rani yang berada di ruangan itu.


Rani masih terpaku dan tidak bergerak sama sekali dari pijakan kaki nya. Rani menatap Alex yang tersenyum pada nya. Rani hanya bisa menetes kan air mata nya.


Alex sadar bahwa kondisi ia belakangan ini, sangat memukul perasaan Orang-orang di sekitar nya termasuk Rani.

__ADS_1


Alex dengan susah payah merentangkan kedua tangan nya, untuk menjemput pelukan dari Rani yang sangat ia rindukan.


Rani semakin meneteskan Air mata nya, Alex menganggukan kepala nya dan Rani langsung berlari untuk masuk kedalam pelukan Alex.


Rani tak mampu berkata Apa-apa saat berada di dalam pelukan Alex, Alex tersenyum walaupun Alex sadar diri nya belum pulih 100%, tapi Alex mampu merasakan kerinduan yang di rasakan oleh Rani.


Alex mengusap rambut Rani dengan tangan kiri nya, Rani mengangkat wajah nya untuk menatap Alex, lalu tertunduk kembali di dada bidang Alex.


"Sudah ... sudah !! Maaf kan Mas, sudah membuat mu menangis dan menunggu, Mas terlalu lelah Sayang, sehingga Mas harus tidur untuk beberapa hari. " Ucap Alex dengan nada yang lemas, namun berusaha menenangkan Rani.


Rani hanya menangis, dan terus saja memeluk Alex lebih dalam lagi.


"Aku rindu Mas ... " Hanya itu yang Alex dengar dari mulut Rani yang terbalut dengan isakan tangis yang begitu sakit terdengar oleh Alex.


"Mas janji akan membayar semua waktu mu karna sudah menunggu Mas untuk bangun !! Terima kasih sayang. " Ucap Alex tak kuat, sehingga Alex meneteskan Air mata nya.


Rani menatap wajah Alex, dan menghapus Air mata yang keluar dari sudut mata Alex.


Alex hanya menatap wajah Rani, yang sama sekali tidak berubah, Rani yang masih terlihat sangat mencintai nya sama seperti Saat Alex menatap nya sebelum kejadian Naas itu menimpa diri nya.


Namun Alex merasa, rasa kasih sayang Rani pada diri nya semakin besar tanpa ada beban dan penghalang lagi.


"Sayang katakan pada ku, Apa semua nya sudah beres ?? " Tanya Alex, penuh harapan.


Alex masih terlihat pucat, tapi Alex ingat betul masalah apa yang menimpa Rani saat itu.


Rani tersenyum, lalu Rani mengecup kening Alex dengan lembut." Semua sudah beres Sayang !! Sekarang tinggal aku yang harus menagih janji mu, Maka dari itu, Mas harus sehat dan pulih seperti biasa ya ?? Maafin aku Mas, karna aku Mas seperti ini. " Ucap Rani lembut pada Alex.


"Syukur lah Sayang, Mas menunggu kabar baik itu. Janji Mas pasti akan Mas tepati, dan ini bukan salah kamu, Ini sudah takdir Sayang, tapi Mas sangat berterima kasih, karna Takdir Mas bisa tau seberapa Sayang nya kamu sama Mas. " Ucap Alex dengan tatapan yang masih belum stabil.


Rani mengingat sikap yang di tunjukan oleh Ibu nya Alex, biarkan lah Alex mengetahui nya sendiri. Karna Rani tidak ingin menabur kebencian dalam diri Alex dan juga diri nya.


Rani langsung menepis pikiran nya, "Dan terima kasih, karna Mas sudah mengingat aku, aku takut saat Mas sadar Mas tidak lagi mengingat aku, Mas tidak langi mengingat tentang kita !! " Ucap Rani, memeluk kembali tubuh Alex.


Mereka pun menikmati suasana hangat yang di berikan kedua nya. Alex pun ber istirahat kembali setelah Rani menyuapi nya makanan, setelah itu Rani memberikan Alex obat yang sudah di sediakan oleh Suster, dan akhir nya Alex pun meminta untuk beristirahat, agar saat ia terbangun badan nya bisa lebih baik lagi.


Tak lupa Rani pun berpamitan pada Alex, untuk pulang terlebih dahulu saat Alex sudah tertidur. Dan Rani janji akan segera kembali menemui dan menemani Alex secepat nya.

__ADS_1


__ADS_2