
BAB 55.
"Baiklah, silahkan masuk tapi jangan sampai ganggu adik saya ya ?? kalau ada Apa-apa panggil saya, saya di sini. " Jawab Wanita itu masih dingin namun nada bicara nya terdengar tenang.
Rani yakin wanita itu wanita baik, namun sangat wajar jika wanita itu bersikap dingin atau acuh, terhadap Orang yang baru ia temui.
Rani berterima kasih pada Wanita itu, lalu masuk kedalam Ruangan Alex.
Langkah demi langkah Rani menyimpan sebuah harapan, harapan yang selalu Rani tunggu dan harapkan, Rani ingin menemani Alex.
Saat Rani hendak mendekati Alex, Rani tersenyum, senyuman yang sangat bahagia bagi Rani, namun senyuman itu berubah jadi sendu kala melihat sang pujaan hati masih berbaring lemas, tidak ada gerakan sedikit pun.
Rani duduk di sebelah Alex, Rani perlahan menggenggam tangan Alex. " Hay ... Apa kabar ?? ko tidur nya lama sih Sayang !! " Ucap Rani berbisik pada telinga Alex.
Rani yakin Alex bisa mendengar dan merasakan kedatangan Rani di samping nya, Rani menatap wajah Alex tanpa henti.
Rani mengecup kening Alex dan mengusap rambut Alex dengan sentuhan lembut, Rani tak mampu berkata-kata apa pun, yang Rani ingin saat itu hanyalah bersama dengan Alex, kalau Rani bisa memilih Rani ingin menemani Alex sampai Alex Benar-benar sadar.
Rani terus saja mengusap lengan Alex, dengan harapan Alex bisa sadar saat itu juga, Rani tak mampu membendung air mata nya.
Rani menundukan kepala nya, dan menangis tanpa suara. Tak lama dari itu seseorang yang Rani takut kan pun datang, Ibu nya Alex.
Ibu Alex mengerutkan dahi nya, Rani terkejut dan langsung berdiri dari duduk nya lalu mengusap Air mata nya.
__ADS_1
"Ta-tante !! " Ucap Rani gugup.
"Sejak kapan kamu di sini ?? Lalu air mata apa itu ?? " Tanya Ibu Alex, sambil memperhatikan Alex yang.
"Belum lama ko Tan. " Jawab Rani sopan.
"Air mata apa itu ?? Apa itu air mata penyesalan, karna sudah membuat anak saya seperti ini !! " Sambung Ibu Alex, dengan ekspresi wajah datar, namun sangat menusuk kedalam hati.
Rani menggelengkan kepala nya. " Tan, apa tante berpikir saya mau melihat Alex di posisi seperti ini, Kenapa Tante terus saja menyalahkan saya ?? Saya pun di sini Sama-sama terpukul Tan melihat kondisi Alex seperti ini !! dan saya pun sama ingin segera melihat Alex sadar dan ingin menanyakan, kenapa ini bisa terjadi !! "
"Saya mau kamu keluar dari ruangan Anak saya, dan jangan lagi datang menemui Anak saya, Lupakan Anak saya. Dan perlu kamu ingat, Alex sudah mempunyai calon pendamping yang lebih baik dari kamu !! Saya harap, perkataan saya ini bisa membuat kamu mengerti, dan menjauhi Anak saya. " Ucap Ibu Alex, berhasil meremukkan hati Rani.
"Degggg .... !!!! " Hati Rani serasa terpukul.
"Ini bukan yang terbaik untuk Alex Tan, tapi ini terbaik untuk Tante !! Saya memang sekarang seperti kaki yang pincang dan bisa di katakan lemah, tapi jika Alex sadar, kaki pincang itu akan kokoh tegak berdiri untuk meyakinkan Tante, jika perkataan tante itu bukan yang terbaik untuk Alex, dan itu akan keluar dari mulut Alex sendiri !! dan saya tidak akan mengatakan, bahwa saya lah yang terbaik untuk Alex, Tapi Anak Tante juga yang akan mengatakan mana yang terbaik untuk diri nya. Maaf kan saya Tan, jika perkataan saya menyinggung Tante. Saya hanya melakukan apa yang sudah Alex lakukan, untuk mempertahan kan saya !! " Ucap Rani tenang, namu Rani terlihat sedang berusaha menahan emosi dan Air mata nya.
Rani menghela nafas panjang, lalu mengeluarkan nya secara perlahan. " Tante benar, Alex adalah sosok Laki-laki yang sangat mencintai Orang tua nya. Alex selalu Membangga-bangga kan Tante, Dan jika Alex di hadapkan oleh dua pilihan, Untuk memilih Antara saya dan juga Tante, maka saya yang akan lebih dulu mengatakan pada Alex untuk memilih Tante !! Saya pun sama Tan, keluar dari Rahim seorang Ibu, betapa berharga nya seorang Ibu di kehidupan saya, dan Alex pun pasti akan sama berpikir seperti itu. tapi di samping itu, Apa Tante bisa menjamin Alex akan bahagia ?? " Ucap Rani masih tenang, karna Rani tidak ingin terlihat emosi saat berbicara dengan Ibu nya Alex, Rani harus tetap menghormati Ibu nya Alex.
Ibu nya Alex tersenyum. " Saya tidak ingin berdebat dengan kamu, karna itu akan mengganggu kenyamanan Anak saya, saya tidak mau masa pemulihan Anak saya terganggu. Maka dari itu sialahkan keluar !! Jam besuk pun sudah mulai habis. " Ucap Ibu Alex, tanpa menoleh sedikit pun ke arah Rani.
Rani merasa, apa yang di katakan Ibu nya Alex ada benar nya juga, tidak baik berdebat di saat Alex sedang berada di masa pemulihan nya, Rani masih memegang tangan Alex, Rani menengok ke arah Alex, dan mengusap rambut Alex lalu berbisik.
"Sayang, cepat pulih yah !! Aku pulang dulu, nanti aku datang lagi. Aku yakin kamu bisa merasakan kedatangan diri ku saat ini. Cepat pulih !! " Bisik Rani, dan mengecup lembut kening Alex.
__ADS_1
"Saya permisi dulu Tan, Maaf kan saya jika kedatangan saya menganggu kenyamanan Tante, tapi saya harap kedatangan saya bisa membuat Alex cepat pulih. " Rani berpamitan pada Ibu Alex, namun saat Rani ingin melepaskan genggaman tangan nya dari tangan Alex, Tangan Alex malah memegang kencang tangan Rani.
Rani terkejut, sangat senang melihat Respon yang Alex berikan pada nya. Ibu Alex pun melihat gerkan tangan Alex, Ibu Alex langsung memanggil Dokter, namun Egois Ibu Alex masih saja Ada.
Ibu Alex melepas paksa, genggaman Tangan Alex dari tangan Rani, Rani pun terkejut karna Ibu Alex sangat keras meraih lengan Alex dari genggaman nya.
Dokter pun tiba, dan mempersilahkan siapa pun yang ada di ruangan itu untuk segera menunggi di luar, karna Dokter akan memeriksa keadaan pasien.
Rani segera mundur untuk keluar dari ruangan Alex, dengan perasaan yang sedikit lega, karna Alex memberikan Respon yang sangat baik untuk diri Rani.
Alex Seolah-olah tidak mau jika Rani pergi dari sisi nya, dan Rani yakin Ibu nya Alex pun melihat dan dapat menyimpulkan arti dari Respon yang Alex lakukan.
Rani keluar lebih dulu dari Ibu Alex, dan Rani mendapati Kaka Alex sedang berdiri di Luar ruangan Alex, Kaka Alex melihat dengan sendu nya ke arah Rani.
Kaka Alex memang sudah mendengar percakapan Rani dan Ibu nya di dalam Ruangan Alex, Kaka Alex mengusap pundak Rani, lalau memeluk nya.
Kaka Alex meminta maaf atas ucapan yang menyakitkan, yang di lontarkan oleh Ibu nya terhadap Rani. Rani hanya tersenyum, lalu Kaka Alex mengajak Rani untuk keluar dari Rumah sakit, untuk mengobrol lebih banyak lagi tanpa sepengetahuan dari Ibu nya.
Rani sangat merasakan kebaikan dari Kaka Alex itu, dan Rani bisa menceritakan sedekat apa kedekatan Rani dan Alex saat itu, Rani berharap Kaka Alex bisa membantu nya, untuk mempertahankan hubungan diri nya dan Alex.
...****************...
...****************...
__ADS_1
Assalamualikum, Apa kabar semua ?? Mudah-mudahan semua Sehat ya 🤗🤗 Aamiin.
Lagi-lagi Author mau minta Maaf, untuk ketidak nyamanan nya. Karna Author belakangan ini tidak bisa berpikir jernih untuk menulis. 😥😥. Ternyata setelah Auhor sehat, kabar duka datang. Author harus kehilangan Orang yang sangat penting dalam keluarga, Auhor harus menelan Pil pahit, kalau Author harus merelakan Nenek tercinta untuk berpulang ketempat yang lebih baik, yaitu di sisi Alloh S.W.T .. Minta doa nya kaka Reader's semua ... semoga Almarhumah di tempat kan di tempat yang layak, dan di ampuni segala Dosa nya ... Aamiin.