
BAB 59.
Gwen yang tidak mengenakan pakaian apa pun, kini dia sedang memposisikan badan nya seperti binatang, lalu laki-laki itu memberikan dan meluapkan gairah nya pada posisi yang menurut nya pas untuk keadaan Gwen yang sedang hamil besar.
Gwen mengerang ke enakan saat kedua gundukan milik nya teremas hebat oleh kekasih nya. Tanpa sadar Denis sedang Siap-siap untuk mengeluarkan emosi nya.
Denis bertepuk tangan dan santai besender di meja yang berada di ruangan kamar itu, seketika para hewan yang sedang sedang bercinta itu melepaskan kenikmatan nya Masing-masing.
Mereka langsung menyambar pakaian mereka Masing-masing yang tergeletak di Mana-mana.
Denis tidak membiarkan nya begitu saja, pukulan kini akan di daratkan di wajah kekasih nya Gwen, beberapa kali pukulan itu Denis daratkan sehingga wajah Laki-laki itu tidak terlihat lagi bentuk nya, semua memar dan berdarah.
Gwen teriak dengan kuat, untuk menghentikan perkelahian itu, tapi Denis malah berteriak lebih kencang dan kuat dari pada Gwen.
Gwen ketakutan, namun mulut nya tak henti mengucapkan kata Maaf dan terus menangis.
"Bodohhhhhhh .... Arghhhhhh ... betapa bodoh nya aku, dan kau sudah membuat ku bodoh, karna sudah melepaskan Rani demi wanita ****** seperti mu, Anjin****** !!! " Teriak Denis pada Gwen, dengan penuh emosi. Denis tak memperdulikan Gwen yang sedang ketakutan dan memegang perut nya.
"Mas, Stop Mas. Aku tau aku salah tapi aku mohon, Maaf kan aku !! Sebentar lagi aku akan melahirkan anak mu Mas. " Teriak Gwen membela diri dengan pikiran pintar nya namun tetap terdengar bodoh, oleh siapa saja yang mendengar nya.
Denis meludah jijik, " HEEhh ... bagaimana cara nya kamu berpikir dan mengatakan jika anak yang kamu kandung itu adalah anak ku Hah ?? Bangsa***** kalian berdua !! " Teriak Denis semakin menjadi.
Gwen terus saja menangis, lalu Denis menghampiri Laki-laki itu yang akan hendak pergi meninggalkan Denis dan juga Gwen.
__ADS_1
"Heh ... berengsek !! mau pergi kemana kamu Hah ?? " Ucap Denis sambil mengangkat kerah baju kemeja yang di kenakan oleh Laki-laki itu.
Laki-laki itu duduk tanpa ada perlawanan, karna sungguh Laki-laki itu seperti tidak mempunyai tenaga untuk melawan amarah Denis, bagaimana tidak Laki-laki itu merasa lelah saat sudah bercinta dengan Gwen, lalu wajah nya sudah babak belur juga oleh Denis.
"Mas, sudah Mas !! kita bicarakan semua nya secara baik-baik. " Ucap Gwen, memohon pada Denis.
"Arrrggghhh .... Sampah !!!! " Teriak Denis di ruangan itu.
"Dengar !!! mulai detik ini, aku lepaskan diri mu Gwen, karna aku yakin anak yang sedang kamu kandung itu bukanlah anak ku. Jadi mulai dari detik ini Stop jangan cari dan ganggu temui aku lagi. " Peringatan Denis pada Gwen, dengan nada tegas nya.
Denis mengambil sebuah tas, dan menghampiri sebuah lemari dan membuka nya, Denis dengan cepat mengambil semua pakaian dan ia masukan ke dalam tas yang sudah ia siap kan.
Semua barang telah Denis ambil tanpa sisa, Denis memang tidak memiliki banyak barang di apartemen Gwen, karna semua barang Denis masih tersimpan rapih di rumah nya saat bersama dengan Rani.
Gwen berteriak menghentikan agar Denis tidak pergi meninggalkan nya, namun Denis tidak menghiraukan nya sama sekali. Denis tidak perduli jika Gwen sampai mati di hadapan nya pun, Denis tidak akan memperdulikan nya lagi.
Gwen tidak menyangka kecerobohan nya kali ini, dapat berakibat fatal bagi masa depan nya bersama dengan Denis.
Sementara Denis terus saja melangkahkan kaki nya cepat, dengan perasaan emosi yang sangat membakar jiwa nya, Denis tidak berpikir bahwa semua yang dia alami dan rasakan kini buah dari perbuatan nya sendiri.
Sungguh Denis terus berpikir kalau dia hanyalah korban dari kegilaan nya Gwen selama ini, tanpa berpikir jika ia pun selama dengan Gwen dengan sepenuh hati menikmati nya.
Denis berencana untuk pulang ke rumah orang tua nya, dan menceritakan semua kejadian yang menimpa diri nya, Denis beruntung masih mempunyai Orang tua. Apa jadi nya Denis jika tidak ada Orang tua nya, pada siapa Denis akan lari dan menceritakan masalah nya.
__ADS_1
Dan di tempat lain Rani, mencoba menghubungi Kakak dari Alex namun tidak ada jawaban sama sekali, Rani mencoba menghubungi Petra dan ternyata jawaban dari sambungan telpon hanyalah suara operator yang mengatakan jika sedang sibuk.
Rani mencoba menghubungi Rumah sakit, namun Rani mendapatkan jawaban jika Pasien yang bernama Alex sudah tidak di rawat lagi.
Rani mencoba mendatangi Rumah Alex, namun sial nya rumah Alex kosong, Rani berprasangka jika Ibu Alex mempunyai rumah lebih dari satu.
Rani merasa memperjuangkan cinta nya bersama Alex, akan menguras tenaga dan juga pikiran nya.
Rani duduk di ruang tamu rumah nya, dan di hampiri oleh ayah nya. Tanpa basa-basi Ayah Rani menyodorkan sebuah buku kecil, dan Rani tau itu adalah sebuah Pasport sesuai yang di bicarakan oleh Ibu nya tempo hari.
"Dad ... Rani mau di rumah saja !! " Ucap Rani memohon pada Ayah nya.
"Ini hanya liburan singkat dan kecil Nak, Daddy tidak mau Anak kesayangan Daddy terus-terusan suntuk di rumah. " Jawab Ayah Rani, sambil santai menyalakan sebuah televisi besar yang ada di ruangan itu.
"Tapi Dad ... !! " Rani ingin mencari alasan agar dia tidak pergi, namun perkataan Rani di tepis oleh Ayah nya.
"Kamu berangkat 2 hari lagi, selesai kan jika ada yang perlu di selesai kan dalam waktu dekat ini, dan setelah itu Daddy mau kamu pergi untuk berlibur, di sana Daddy sudah hubungi kerabat terbaik Daddy, untuk menemani mu. Jadi jangan kecewakan usaha Daddy untuk membuat mu bahagia. " Jawaban Ayah Rani, berhasil membungkam mulut Rani saat itu juga.
Rani menghela nafas panjang, lalu menghembuskan nya tanpa suara. "Apa aku ceritakan saja semua nya sama Daddy ya ?? " Gumam Rani dalam hati nya.
Saat Rani ingin menceritakan semua nya, Ayah Rani mendapatkan telpon dari rekan bisnis nya, sehingga usaha Rani untuk bercerita pada Ayah nya, saat itu gagal.
Rani di minta untuk menemani Ibu nya pergi ke suatu tempat untuk membeli sesuatu, Rani mengiyakan ajakan Ibu nya.
__ADS_1
Rani berniat untuk menceritakan semua nya pada Ibu nya, setidak nya ada salah satu Orang tua nya yang mengetahui masalah apa yang sedang Rani hadapi saat ini.
Rani yakin jika Ayah nya itu, merencanakan sesuatu saat Rani tiba di Negara yang di tunjuk oleh Ayah nya itu.