Aku Dan Maduku

Aku Dan Maduku
BAB 104. Kekecewaan.


__ADS_3

Semua mata tertuju pada Rani yang baru saja tiba. Rani berada suasana saat itu sangat tegang melihat wajah Ibu nya yang penuh dengan emosi.


Rani menghampiri Ibu nya dan duduk di sebelah nya.


"Apa apa Mom ? " Tanya Rani pada Ibu nya.


"Nak, apa kamu sudah mengenali wanita itu sebelum nya ? "Tanya Ibu Rani sambil menunjuk ke arah Ibu nya Alex.


Rani melihat ke arah Ibu nya Alex.


"I-iya sudah Mom, kita sudah beberapa kali bertemu. " Jawab Rani mencoba terlihat lebih tenang.


"Apa dia menghina mu ? Apa saja yang dia katakan ? " Ucap keras Ibu nya Rani menitikkan air mata sambil memaksa Rani untuk berbicara.


Rani tidak mungkin berbicara tentang sikap Ibu nya Alex pada nya, itu akan membuat keadaan semakin memanas.


"Ti-tidak Mom, tidak sama sekali. Ada apa ini sebenar nya Tan ? Mommy sudah jangan menangis, jangan buat Rani bingung. " Rani berpura-pura tidak tahu.


Emosi pada Ibu nya Alex terlihat akan menggeludak kembali, tidak ada rasa malu nya sama sekali walaupun saat itu Ibu nya Alex berada di rumah Rani, dan jelas Ibu nya Alex mempunyai kesalahan di masa lalu dengan Orang tua Rani.


Bukan nya meminta maaf malah semakin menjadi ke egoisan nya saat itu.


Perdebatan pun mulai terdengar di telinga Rani, Rani yang tidak mau melihat kedua nya semakin memanas, Rani langsung berdiri.


Dan menghampiri Ibu nya Alex, dan hendak menarik nya keluar.


"Tan, jangan buat Orang tua saya emosi sepagi ini. Urusan Tante sama saya bukan dengan Orang tua saya. Ikut saya ! " Bisik Rani memegang tangan Ibu nya Alex dan membawa nya keluar.


"Nak !! " Panggil Ibu nya Rani.


"Sudah lah Mom, anak kita sudah besar, dia tahu apa yang harus dia lakukan. " Cegah Ayah Rani saat Istri nya akan mengejar Rani.


Sesampai nya di luar Rani meminta penjelasan dari Ibu nya Alex, kenapa harus datang ke orang tua nya.

__ADS_1


Sebelum nya, seperti biasa Alex yang mendapat kabar dari anak buah nya, Alex langsung menuju rumah Rani.


Saat Rani dan Ibu nya berada di halaman rumah nya.


"Tan, Tante bisa hina saya tapi jangan di hadapan Orang tua saya, Mereka jelas tidak akan terima. " Ucap Rani lembut walaupun nafas nya berseru karna emosi.


"Ingat, saya tidak akan pernah Sudi apa pun kebenaran yang sudah terungkap. Saya tidak sudi menikahkan anak saya dengan kamu seorang janda dan sekarang lihat lah kamu sudah hamil dan itu pun di luar nikah. " Jelas tegas Ibu nya Alex menunjuk Rani dengan telunjuk tangan nya.


Sebuah tamparan keras untuk Rani saat mendengar celaan dari Ibu nya Alex tentang kandungan nya itu.


"Ini sudah terjadi Tante, seberapa keras Tante memisahkan saya dengan Alex, sekeras itu pun Alex akan mempertanggungjawabkan janin yang ada di kandungan ku ini. " Jelas Rani sudah kesal.


Kedua Orang tua Rani bukan tidak memperhatikan Rani, dari kejauhan Ayah Rani mengamati Rani yang sedang berdebat dengan Ibu nya Alex.


Semakin geram dengan posisi tersudutkan saat bertemu dengan kedua Orang tua Rani tentang masa lalu nya, Ibu nya Alex semakin emosi dan melampiaskan kekesalan nya da rasa malu nya pada Rani.


"Kalau begitu gugur kan kandungan mu ini. " Ucap Ibu Alex replek mendorong Rani dan akhir nya Rani terjatuh melewati tiga anak tangga yang ada di depan rumah Rani.


Saat Alex sampai, Alex berlari karna kondisi nya juga lemah Alex tidak bisa berjalan atau berlari lebih cepat lagi.


"Aaaaaaaa ..... Sakitt. " Teriak Rani memegang perut nya.


Alex langsung mengangkat tubuh Rani dan ia letakan di pelukan nya.


"Sayang ... Maafkan aku, aku telat. " Ucap Alex tergesa-gesa.


"Lex... tolong aku, sakit ...... " Itu lah ucapan Rani terakhir saat sebelum Rani tidak sadar kan diri.


"Sayang .... sayang ... bangun !! " Teriak Alex.


"Pak ... bawa Rani ke dalam mobil cepatt .... " Teriak Alex pada sopir nya.


Dan di saat itu pun kedua Orang tua Rani keluar, Alex menatap Ibu nya sangat bengis.

__ADS_1


"Alex tidak akan memaafkan Mommy dan diri Alex sendiri, jika hal buruk terjadi pada Rani. " Ucap sakit dan perih Alex pada Ibu nya.


Ibu nya Rani histeris, dan langsung meminta suami nya untuk mengantarnya menemui Rani.


Tinggal Ibu Alex yang kini terdiam di halaman itu, Syok tentu nya apa lagi saat tau Alex anak nya sendiri tidak sama sekali perduli terhadap nya.


Kini Alex sudah berada di dalam mobil bersama Rani.


"Sayang bangun lah, kamu harus kuat. "Bisik Alex pada telinga Rani di iringi isakan tangis.


Rani tak merespon sama sekali, Alex berharap Rani bisa memberi nya kesempatan satu kali lagi untuk memperjuangkan diri nya dan juga janin yang ada di dalam kandungan nya.


Alex tetap berpikir jika semua nya adalah salah nya. Jika ada yang bisa mendengar jeritan hati Alex, Alex kini sedang menjerit sekuat-kuat nya melihat wanita yang sedang ia perjuangkan terbaring lemah di pangkuan nya.


Sesampai nya di rumah sakit, Alex tidak menunggu blangkar lagi, dengan sisa kekuatan Alex, Alex membawa tubuh Rani dengan tangan nya sendiri. Sambil sedikit berlari.


Sampai-sampai jahitan di tangan nya pun mengeluarkan darah kembali.


"Nak, biar Om yang bawa Rani. " Cegah Ayah Rani mencegah Alex, tapi Alex tak menyerahkan tubuh Rani.


Alex terus berjalan di ikuti Ibu dan Ayah Rani, sesampai nya di dalam ruangan Alex membaringkan tubu Rani dan mencari Dokter yang hendak memeriksa Rani, tak ada lagi waktu untuk menunggu.


"Sungguh besar rasa cinta itu. " Batin Ayah Rani, saat melihat wajah dan usaha Alex.


"Silahkan menunggu di luar ! " Ujar Dokter yang di dampingi oleh dia orang suster.


Alex yang memukul-mukul tembok rumah sakit, di tenang kan oleh Ayah nya Rani. Sementara Ibu nya Rani hanya menangis melihat kondisi putri nya yang ada di dalam ruangan melalui kaca kecil yang ada di pintu ruangan itu.


"Sudah Nak ... sudah !! " Ujar Ayah Rani pada Alex.


Alex menutupi wajah nya dengan kedua tangan nya dan menangis.


Tangisan Seorang Laki-laki sangat berarti bagi seorang Wanita, karna di sana lah rasa sebuah ketulusan dan kesungguhan terlihat, Seorang Alex menangis sesenggukan untuk seorang Rani.

__ADS_1


"Om ! Maaf kan Ibu saya, itu semua salah saya yang datang nya terlambat. Andai saya tahu sebelum nya mungkin ini tidak akan terjadi. " Ujar Alex Laki-laki tegar dan kuat yang kini sedang menangis.


__ADS_2