
"Papa...." Panggil Lucas dan Lia bersamaan.
Pak Arman langsung menoleh lalu mengubah posisi duduknya.
"Kalian sudah pulang?" tanya pak Arman
Mereka mengangguk lalu duduk di kursi di depannya.
Mereka duduk dengan raut wajah yang terlihat amat ceria, feeling pak Arman mengatakan bahwa akan ada kabar baik yang akan mereka katakan.
"Kenapa wajah kalian berseri gini, ada apa?"
Lia tersenyum lalu menatap Lucas seperti sedang berbicara dengan kontak matanya.
Setelah Lucas mengangguk Lia pun membuka tasnya dan mengeluarkan sesuatu dari sana.
"Ini untuk papa" ucap Lia dengan memberikan sebuah kotak kecil berwarna abu-abu
Pak Arman melirik keduanya lalu mengambil kotak itu "Apa ini?"
"Papa buka aja" suruh Lucas
Karena penasaran pak Arman langsung saja membuka kotak itu.
Dan saat kedua kornea matanya menangkap gambar yang ada di dalam kotak itu seketika mata pak Arman melebar dan mulai berair.
__ADS_1
Jari tangannya gemetaran saat mengambil isi dari kotak itu.
Sebuah foto dari hasil USG perut menantu nya, yang mana di sana ada segumpal darah yang nantinya akan menjadi bayi penerus dari keluarga Danuarta.
"Ini...?" Pak Arman menatap putra dan menantunya itu dengan tatapan yang tidak bisa di jelaskan.
Lucas dan Lia mengagguk "Papa sebentar lagi akan menjadi kakek" ucap Lia
Air mata pak Arman langsung menetes membasahi pipinya.
Jika tadi beliau sempat pingsan dan wajahnya masih agak sedikit pucat, namun kabar ini membuatnya seketika langsung sembuh.
Beliau berdiri dan menghampiri menantunya
Lia langsung berdiri dan memeluk pak Arman.
Tangisan bahagia mulai deras mengalir di pipi, tangisan itu menggambarkan betapa besarnya rasa syukur mereka saat kabar yang begitu di tunggu tunggu ini sebentar lagi akan menjadi nyata.
Setelah memeluk menantunya pak Arman lalu memeluk putranya.
Sambil menepuk punggung Lucas, pak Arman memeluknya dengan erat.
"Sebentar lagi kamu akan menjadi seorang papa, dan papa akan menjadi kakek. Ya Tuhan... Aku tidak lagi bisa berkata untuk menggambar kan betapa bahagianya diriku saat ini...."
Lia mengusap air matanya, dengan memegang perutnya yang masih rata Lia sangat bahagia.
__ADS_1
Pak Arman lalu menanyakan bagaimana hasil pemeriksaan tadi, apa saja yang dokter jelaskan tentang calon cucu nya itu.
Kata dokter usia kandungan Lia saat ini baru 2 bulan.
Masih sangat rentan dan harus berhati-hati dalam segala aktivitas maupun asupan makanan.
Biasanya dalam trimester pertama, ibu hamil akan mengalami morning sickness. Tapi berbeda dengan Lia, ia hanya sekali mengalami itu.
Pak Arman memegang pundak Lia dan menatap nya dengan tulus.
"Mulai hari ini kamu harus benar-benar jaga diri dengan baik, tidak ada lagi aktivitas di luar rumah jika itu hanya akan membuatmu kelelahan. Katakan apa saja yang kamu inginkan pada Lucas, jika dia tidak menuruti mu bilang langsung sama papa. Papa sendiri yang akan memberinya pelajaran"
"Iya pa. Lia janji akan menjaga dir dengan baik"
"Ya ya ya, dan mulai sekarang aku resmi menjadi anak tiri di keluarga ini" saut Lucas
Pak Arman dan Lia tertawa melihat ekspresi wajah Lucas yang seperti itu.
"Ga usah bete gitu, mulai hari ini tugas kamu bertambah. Jika selama ini istri kamu yang mengurus mu, mulai hari ini kamu yang harus mengurusnya" titah pak Arman
"Baik tuan Arman Danuarta, saya akan menjaga dengan baik menantu emas anda" jawab Lucas
Pak Arman tertawa lalu kembali merangkul Lucas dengan tangan kanannya.
☀️☀️☀️☀️☀️
__ADS_1