
Lucas menatap dokter dengan geram, ia lalu menarik kerah baju dokter untuk mendapatkan jawaban.
"Saat aku bertanya kenapa tidak kau jawab. Aku tidak butuh mimik wajah mu, aku hanya ingin jawaban. Jangan menatap ku dengan tatapan itu, aku tidak suka!"
Lia memegangi lengan suaminya dan memintanya untuk melepas cengkeramannya pada dokter.
"Tenang mas, tenang. Kendalikan dirimu, dia dokter"
"Bagaimana aku bisa tenang sayang, kita berulang kali bertanya dan dia hanya diam"
Lucas lalu melepas cengkeramannya
"Maaf dok, maafin suami saya. Sekarang tolong jelaskan kondisi papa kami dok" kata Lia
"Begini pak, maaf jika saya membuat kalian tidak nyaman. Saya ingin mengatakan bahwa kondisi papa kalian di dalam saat ini sedang kritis"
Seketika semua menjadi tegang, dada mereka terasa sesak karena seperti ada yang memukulnya.
Dengan matanya yang melotot Lucas kembali bertanya dengan nada yang penuh dengan amarah.
__ADS_1
"Kritis, bagaimana mungkin. Aku sudah membawa papa ke rumah sakit ini dengan cepat dan tepat waktu, dokter harusnya bertindak cepat dong. Bagaimana papa bisa kritis begini?!"
"Maaf pak, papa anda bukan sakit biasa. Beliau terkena serangan jantung, dan memang anda membawa beliau ke rumah sakit tepat pada waktunya. Jika seandainya anda telat sedikit aja mungkin situasinya akan berbeda dan mungkin lebih parah dari ini" jelas dokter
Serangan jantung secara tiba-tiba.
Lucas, Lia dan Elda sangat terkejut mendengar itu, karena setahu mereka pak Arman hanya mempunyai masalah paru-paru dan kanker saja, tapi sekarang malah jantung nya juga bermasalah.
Elda menjatuhkan tubuhnya di atas kursi karena otot nya serasa tidak ada energi untuk tetap berdiri.
Sedangkan Lucas dan Lia tertegun dan tidak dapat berkata-kata lagi.
Dokter juga kembali menjelaskan bahwa kanker yang ada di dalam tubuh pak Arman kini sudah menyebar luas dan menggerogoti hampir 80% bagian paru-paru nya, kemungkinan beliau untuk bertahan hidup semakin kecil.
Lia memegangi lengan Lucas dengan erat karena kepalanya mulai terasa pusing dan begitu berat.
Lama kelamaan pandangannya mulai kabur dan tak lama Lia pun terjatuh karena tidak sadarkan diri.
"Sayang..." teriak Lucas yang dengan sigap langsung menangkap tubuh Lia yang mulai lemas dengan wajahnya kini yang sudah pucat pasi.
__ADS_1
"Sayang bangun sayang, Lia... "
Lucas mencoba membangunkan Lia dengan menepuk pipi nya namun hasilnya nihil.
Dokter lalu meminta Lucas untuk membawa Lia ke UGD, Elda dan Romi pun juga ikut panik karena suasananya kini sangat tegang.
Dokter langsung memeriksa kondisi Lia di dalam, Elda di luar mencoba menenangkan Lucas yang kini terlihat jelas bagaimana paniknya raut wajahnya.
Rasa khawatir akan papa nya belum selesai kini istrinya malah pingsan, apa lagi dalam kondisinya saat ini yang sedang hamil muda.
Lucas duduk di kursi lalu menutup wajahnya dengan kedua tangannya, ia sangat takut jika akan terjadi sesuatu pada istri nya dan terutama pada calon buah hatinya.
Janin yang masih berusia sangat muda itu sangat rentan mengalami keguguran jika sang ibu mengalami tekanan pikiran.
Lucas berdiri lalu memukul tembok dengan tangannya berulang kali hingga membuat tangannya berdarah.
Ini adalah kali pertama bagi Romi melihat Lucas dengan se down ini setelah ia bekerja dengannya selama hampir 8 tahun.
Romi sebenarnya ingin memberi tahukan sesuatu pada Lucas tentang seorang wanita yang melepas ular kobra di vila saat resepsi kemarin, namun melihat situasi dan kondisinya yang tidak memungkinkan, Romi mengurungkan niatnya dan memilih diam.
__ADS_1
Ia tidak mau semakin menambah beban pikiran Lucas yang kini sudah mulai membuatnya stress.
☀️☀️☀️☀️☀️