Aku Hanyalah Istri Kedua

Aku Hanyalah Istri Kedua
Episode 32


__ADS_3

Lia dan Lucas asyik telfonan sedangkan Elda bagaikan nyamuk.


Dari pada bosan mendengar dua bucin telfonan, Elda memilih untuk menonton drama korea kesukaannya.


Jam 11 malam Lia dan Lucas baru mengakhiri obrolannya.


Sedangkan Elda sudah tertidur dengan hp nya yang masih menyala.


"Kasihan Elda, pasti dia kecapekan karena sibuk mengurus semuanya" Lia lalu mematikan hp Elda dan menyelimuti nya dan juga ikut tidur di sampingnya.


*****


Sedangkan Lucas masih belum juga bisa tidur.


Pernikahannya ini tanpa sepengetahuan papanya, tapi Lucas sudah memberi tahu paman dan bibinya (orang tua Elda).


Lucas menatap foto papanya di hp nya


"Maafkan Lucas pa karena menyembunyikan ini dari papa. Tapi jika papa tau siapa yang aku nikahi papa pasti akan sangat senang. Cepatlah sembuh pa, dan segera lah pulang"


Viona pergi ke dapur dan di sana bi Narsih sedang membuat teh jahe.


"Untuk siapa itu bi" tanya Viona


"Ini untuk den Lucas, katanya dia tidak bisa tidur"


Bibir Viona seketika tersebut lebar seperti mengandung banyak arti.

__ADS_1


"Bi, aku mau buah apel tolong ambilin dong" pinta Viona


"Baik non"


Bi Narsih mematikan kompor nya dan pergi untuk mengambil buah apel di kulkas.


Viona memasukkan sesuatu pada tehnya dan segera mengaduknya.


Ia kemudian pura-pura duduk manis menunggu bi Narsih


"Ini non apel nya" bi Narsih menyodorkan apel merah itu pada Viona


Viona tetap duduk di sana sambil memakan apel merah itu ia menyaksikan bagaimana bi Narsih membantu melarutkan apa yang ia tuangkan tadi dengan terus mengaduk teh jahe itu.


Setelah di tuangkan di gelas, bi Narsih segera membawa teh itu ke kamar Lucas.


Setelah apel nya habis Viona hendak pergi ke kamarnya, namun sebelum itu ia mengintip ke kamar Lucas, ia ingin tahu apakah Lucas sudah meminum teh itu atau belum.


Viona mengintip dari celah pintu kamar Lucas yang tidak tertutup rapat.


Ternyata sudah setengah gelas yang Lucas minum, Viona tidak sabar Lucas segera menghabiskan tehnya.


Ia kembali ke kamarnya dan menelfon Agil.


Ia memberi tahu agil bahwa rencanya pasti akan berjalan lancar.


"Bagus sayang, kerja bagus. Kamu sudah siap untuk langkah selanjutnya?" Tanya Agil

__ADS_1


"Sangat siap, gue bahkan sudah sangat tidak sabar"


"Baiklah sayang, semoga berhasil"


Telfon pun berakhir.


Viona keluar dari kamarnya dan pergi ke kamar bi Narsih.


Setelah Viona memastikan bi Narsih sudah tertidur, ia lalu pergi ke kamar Lucas.


Perlahan ia membuka pintunya dan benar saja segelas teh jahe yang sudah ia berikan sesuatu itu sudah habis di minum, Lucas kini sudah tertidur pulas di atas ranjang besarnya.


Viona menutup rapat-rapat pintu nya dan tak lupa juga menguncinya.


Perlahan ia mendekati Lucas, mencoba menggoyangkan tubuhnya tapi Lucas benar benar pulas.


Viona tersenyum puas karena rencananya malam ini bisa berjalan mulus.


Viona meraba pipi Lucas yang halus tanpa brewok, mengusap bibir tipisnya dan turun ke leher.


"Dalam keadaan tertidur saja kau begitu tampan, sungguh kau benar-benar sudah mencuri hatiku...."


Viona naik ke atas ranjang dan merebahkan dirinya di samping Lucas.


Dengan tangannya yang ia jadikan penyangga kepala ia terus menatap dan meraba-raba tubuh Lucas.


Perlahan ia mulai membuka kancing baju Lucas mulai dari atas hingga semua kancingnya terbuka.

__ADS_1


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2