
"Lucas, lo gila ya. Kalo lo mau mati, mati sendiri aja ga usah ajak ajak gue! Lucas.... Pelan kan mobilnya..." pinta Viona
"Diam wanita murahan! Sepatah kata lagi keluar dari mulut lo, akan gue kirim lo ke neraka!" bentak Lucas
Lucas membawa Viona ke tempat sepi di mana hanya ada rumah tua yang sudah tak lagi berpenghuni.
Lucas turun dari mobilnya dan memaksa Viona untuk masuk ke rumah itu.
"Tempat apa ini Lucas? Mau lo apa? hah?"
Lucas mendorong Viona ke salah satu kamar hingga ia jatuh ke lantai.
Romi juga ikut masuk ke rumah itu dan berdiri di samping Lucas.
Viona yang duduk di lantai sedangkan Lucas duduk di kursi.
Dengan menyilang kan satu kakinya, Lucas mulai menginterogasi Viona.
"Sekarang jawab gue, apa yang lo katakan pada Lia kemarin?" tanya Lucas dengan pelan
"Lia? Siapa Lia? gue ga tau!" jawab Viona dengan pura pura tidak tau
"Jawab sekarang selagi gue ramah, karena jika gue sampai mengulangi pertanyaan. Lo pasti tau apa yang akan lo rasakan"
"Gue emang ga tau, Lia siapa yang lo maksud?"
"Romi, buat dia menjawab dan menceritakan semuanya" titah Lucas pada Romi
dan Romi langsung melakukan tugasnya, ia mengikat tubuh Viona menggunakan tali dengan kuat hingga Viona merintih kesakitan.
"Au... Sakit... Lepaskan gue, hei sialan! Apa lo budek ya, lepasin gue!"
"Jawab pertanyaan tuan Lucas jika ingin tali ini saya lepas" bisik Romi
"Iya iya, gue emang ketemu sama Lia kemarin!"
Viona terpaksa mengakuinya karena ia sudah tidak tahan dengan rasa sakit di lengannya.
Semakin ia bergerak semakin sakit rasanya.
"Bagus, lalu apa yang kamu katakan pada non Lia?" selidiki Romi
"Gue ga bilang apa-apa"
Seketika Romi kembali mengencangkan talinya dan membuat Viona kembali kesakitan.
"Au... Sakit gilak. Iya gue bakal ceritain semuanya, tapi lepasin tangan gue!" pinta Viona
Romi tidak sebodoh itu, ia hanya sedikit melonggarkan talinya.
Viona langsung menceritakan apa saja yang ia katakan pada Lia kemarin.
Viona bilang bahwa Lucas sudah memiliki istri sebelum menikah dengannya.
Viona juga bilang bahwa ia hamil anak dari Lucas, itu sengaja ia katakan agar membuat Viona benci terhadap Lucas.
Viona juga mengimbuhkan bahwa Lucas menikahinya hanya karena ia kasihan melihat Lia yang baru saja kehilangan bundanya.
__ADS_1
Flash Back
Viona tahu kalau Lucas menikah lagi dari Baim, dia tak lain adalah fotografer saat pernikahan Lucas dengan Lia.
Viona tak sengaja berpapasan dengannya dan menjatuhkan tas Baim.
"Maaf maaf, aku tidak sengaja" ucap Viona lalu membantu membereskan tas Baim.
"Aku juga minta maaf, ga liat jalan tadi soalnya kagi lagi buru-buru" saut Baim
Dari dalam tas itu foto-foto pernikahan jatuh ke tanah.
Viona mengambil salah satu foto itu dan memandangi nya dengan serius.
"Lucas?" ucap Viona
"Ya, dia adalah tuan Lucas. Kamu mengenal nya?" tanya Baim
"Siapa wanita ini, dan kapan Lucas menikah?" tanya balik Viona
"Oh itu Camelia Syakira, mereka baru saja menikah 2 minggu yang lalu"
Viona tercengang. Bagaimana mungkin Lucas busa menikah lagi tanpa ia ketahui.
Viona kembali mengingat hari di mana saat ia tidur di kamar Lucas, bukannya menghukum nya Lucas malah pergi karena ada hal yang lebih penting kata Romi.
"Jadi Lucas hari itu menikah lagi?" batin Viona
"Oh ya, kamu tau di mana alamat rumah Camelia?" tanya Viona pada Baim
"Untuk apa kamu menanyakan alamatnya?"
"Oh begitu, dia tinggal di jalan ******"
"Baiklah, terima kasih" ucap Viona lalu pergi.
Dari situ lah Viona pergi ke rumah Lia dan mengatakan hal yang bukan-bukan tentang Lucas padanya.
Flash Back berakhir
Sedari tadi Lucas mendengar Viona dengan menahan emosinya.
Tapi kini Lucas tak lagi mampu menahan nya, ia bangun dari duduk nya dan menampar Viona hingga pingsan.
Tak henti di situ, Lucas menghancurkan barang-barang di sekelilingnya sebagai pelampiasan amarahnya.
Romi mengecek Viona takut ia akan mati di sana, beruntung Viona hanya pingsan.
"Tuan, sudah tuan. Jangan melukai diri tuan sendiri" ucap Romi mencoba menenangkan Lucas
"Diam, jangan berani menghalangi ku" ucap Lucas lalu kembali mengamuk.
Ia memukuli kaca di depannya hingga tangannya terluka.
"Tuan, berhenti. Dengan menyakiti diri tuan sendiri itu tidak akan menyelesaikan masalah"
Seketika Lucas terdiam, dan di tangannya mulai mengalir kan darah segar.
__ADS_1
Romi mengeluarkan sapu tangannya dan membalut tangan Lucas.
"Kita pulang tuan, biarkan dia di sini sendiri" ajak Romi
Dengan menaiki mobil masing masing, Romi membuntuti mobil Lucas hingga pulang ke rumah.
Mereka meninggalkan Viona yang masih pingsan itu di rumah tua sendirian.
Di rumah rupanya Elda ada di sana.
Elda terkejut melihat Lucas yang tangannya di balut dengan perban.
"Kakak, ada apa ini? Kenapa dengan tangan kakak, apa yang terjadi?"
Lucas tidak menjawabnya, dia pergi duduk di sofa dan menyandarkan kepalanya.
"Ada apa Rom, kenapa dengan kakak?"
"Lebih baik kamu segera mengobati tangan tuan, sebelum lukanya menimbulkan infeksi" suruh Romi
Elda segera berlari untuk mengambil kotak obat.
Lucas menolak untuk di obati oleh Elda namun Elda memaksa.
Elda membersihkan darah di luka nya dan memberinya obat merah sebelum ia membungkusnya dengan perban.
"Apa ini kak, ada apa?" tanya Elda lagi
"Lia..." ucap Lucas
"Lia? Ada apa dengan Lia kak?"
Rasa sakit di lukanya tidak terasa karena hati Lucas lebih sakit dari pada luka di tangannya.
Lucas lalu menceritakan pada Elda apa yang terjadi tadi di rumah Lia hingga ia yang menampar Viona tadi.
"Aku emang udah feeling sih kak, kemarin lusa aku ada mimpi tentang Lia dan setelah itu perasaan ku ga enak. Sejak kemarin aku coba hubungin dia, tapi ga bisa. Kalo aja aku bisa hubungin Lia sebelum dia ketemu sama Viona, pasti semuanya ga akan kek gini" jelas Elda
"Ga papa, ini semua memang adalah konsekuensi nya"
"Ya udah, nanti sore aku mau ke rumah Lia"
"Buat apa kamu ke sana?" tanya Lucas
"Kok masih nanya sih, ya aku mau bantuin kakak buat ngejelasin ini semua sama Lia"
"Ga usah" Lucas melarang Elda untuk pergi ke rumah Lia
"Ga usah, kenapa kak?"
"Lia saat ini sedang tidak ingin di ganggu, biarkan dia sendiri dulu untuk menenangkan dirinya. Biar aku saja yang menjelaskan semuanya pada Lia"
"Baiklah kalo itu mau kakak. Sekarang kita makan siang yuk, bi Narsih udah masak capcay seafood kesukaan kakak"
"Kamu aja yang makan, sekalian ajak Romi juga. Aku mau ke kamar mau istirahat"
Lucas pun pergi ke kamarnya dan mengunci pintunya.
__ADS_1
☀️☀️☀️☀️☀️