Aku Hanyalah Istri Kedua

Aku Hanyalah Istri Kedua
Episode 82


__ADS_3

Lucas saat ini ada di ruang kerjanya sibuk dengan laptop di depannya.


Mengecek semua email yang masuk dan juga semua laporan dari kantor nya.


Tiba-tiba hp nya berdering karena panggilan masuk.


Segera Lucas meraih hp nya lalu menjawab panggilannya


"Halo tuan" sapa Romi dari seberang telfon


"Ya, ada apa Rom"


"Saya sudah berhasil mengetahui siapa yang telah menyebarkan berita bohong tentang tuan di media"


Lucas yang awalnya masih tetap fokus lada laptop nya kini memutar kursinya membelakangi meja kerjanya "Siapa?" Tanya Lucas dengan penuh rasa penasaran


"Viona tuan"


Nama yang sudah tak lagi ingin dia dengar di telinga kini kembali ia dengar.


Lucas mengepal kan tangannya dengan matanya yang penuh amarah.


"Saya sudah mengirim kan semua buktinya ke email tuan. Selanjutnya mau di apakan dia tuan?"


Lucas beranjak dari kursinya dan berdiri sambil meninju tembok di depannya


"Laporkan dia ke kantor polisi. Buat dia mendekam di penjara! Aku tidak mau dia berkeliaran bebas dan kembali mengusik kehidupan ku!"


"Baik tuan"


Lucas lalu menutup telfonnya dan kembali duduk untuk mengecek email yang Romi kirim.


Di sana ada banyak foto dan bukti kalau memang Viona lah biangnya.


"Masih berani lo ganggu hidup gue, liat aja lo pasti akan mendekam di penjara" gumam Lucas


Ia lalu menutup laptopnya dan kembali ke kamarnya.


*****


Viona saat ini sedang sendirian di rumah.


Agil sudah tak lagi tinggal bersamanya karena hubungan mereka sudah berakhir.


Ya, Viona yang begitu mencintai Agil kini sudah mengakhiri hubungannya.


Setelah pertemuan nya dengan Della beberapa hari yang lalu Viona sudah tak lagi mencintai Agil.


//Beberapa hari yang lalu//


Saat Della mengajak Viona bertemu di sana Della menceritakan semua kebusukan Agil.

__ADS_1


Mulai dari niatnya mencari Viona hingga rencana kedepannya.


Della orang nya yang sangat mudah bergaul dan dengan mudah bisa akrab dengan Agil.


Begitu pun Agil yang tidak pernah pilih-pilih orang untuk ia ajak bercerita.


Viona awalnya tidak percaya karena ia telah di butakan oleh cintanya.


Semua bukti Della keluarkan dan ia tunjukkan pada Viona.


Sedikit demi sedikit perasaan Viona mulai goyah dan akhirnya memilih untuk percaya pada Della.


"Gue lakuin ini karena se jahat jahatnya gue, gue ga pernah setuju jika wanita harus kehilangan harga diri dan martabatnya hanya karena budah cinta dari laki-laki bangs*t seperti Agil. Dan asal lo tau Vi, Agil berencana untuk melenyapkan bayi yang lo kandung saat ini"


Viona terkejut dan tak bisa berkata-kata lagi.


Semua perkataan Della benar-benar membuatnya sadar.


Agil tak lagi membutuhkan bayi yang Viona kandung karena sudah tidak bisa menghasilkan uang baginya.


Sepulangnya dari sana Viona mengemasi sisa barang barang berharga nya dari rumah.


Ia lalu pergi ke suatu tempat yang Agil tidak akan tau itu dimana.


Sebelum itu juga, Viona langsung menjual rumah mewahnya itu pada salah satu teman kerja papa nya dulu.


Dan beruntung rumahnya bisa langsung laku dan teman dari papa nya itu langsung membayar cash saat itu juga.


Viona pergi tanpa sepengetahuan Agil karena ia kini sadar bahwa Agil tidak mencintai nya dan hanya memanfaatkan nya saja.


Tidak mau berada di bawah budah cinta nya lagi Viona memilih untuk memulai hidup yang baru di tempat yang baru.


Agil yang baru pulang dari club dan hendak masuk ke rumah Viona namun pintunya terkunci.


Dengan kunci cadangan yang ia punya, Agil mencoba membuka pintunya.


Saat itu juga ada seseorang yang menyergapnya dari belakang hingga membuat Agil terkejut.


Dua orang dengan perawakan yang tinggi besar itu langsung memukul Agil hingga membuat Agil tersungkur ke tanah.


"Woi apa apaan nih. Kalian siapa main pukul gue!!" Tanya Agil sambil memegangi bibirnya yang kini mulai berdarah


"Lo siapa? Lo mau maling kan di rumah ini?"


Agil heran dan tidak mengerti, bagaimana mungkin ia dikira maling sedangkan dirinya yang tinggal di sini.


"Ngak, kalian salah faham. Gue bukan maling, gue yang tinggal di rumah ini" ucap Agil


"Alah.... Banyak alasan lo"


Agil kembali mereka pukuli hingga Agil mau pergi dari rumah ini.

__ADS_1


Karena tidak mau dirinya semakin babak belur Agil akhirnya memilih untuk pergi.


Dengan jalan yang tertatih Agil pergi dari rumah itu.


Ia mencoba menghubungi Viona namun nomernya tidak aktif.


Berulang kali ia telfon dan chat nomor Viona namun hanya ceklis 1.


"Sialan!! Kemana sih dia. Awas aja kalo dia pulang nanti, gue bakal kasih dia pelajaran" gerutu Agil


Agil pergi ke kontrakannya yang dulu karena tidak ada tempat lain lagi baginya.


Di sana Agil mencoba mengompres sendirian lebam di wajahnya.


Perutnya kini juga terasa kram akibat kerasnya pukulan tadi.


Agil mencoba menghubungi semua teman-teman nya di club untuk menanyakan dimana keberadaan Viona saat ini, namun semuanya tidak ada yang tau.


Agil merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil mencoba memejamkan matanya namun ia tidak bisa tidur.


Badannya terasa remuk karena sakit bekas pukulan tadi.


Tiba-tiba hp nya berdering, segera Agil mengambil hp nya karena ia pikir itu adalah telfon dari Viona, namun ternyata itulah adalah telfon dari Gilang.


"Gil, lo dimana?" Tanya Gilang


"Di kontrakan, ada apa lo nanya-nanya?" Tanya balik Agil dengan ketus


"Eh gue barusan dapet kabar kalo Viona udah menjual rumahnya itu Gil"


Agil terkejut dan langsung membulatkan matanya. "Lo tau dari siapa?"


"Itu dari Cika, kata dia bokap nya baru aja membeli rumah Viona dengan cash"


Agil yang sedang rebahan langsung bangun dan duduk bersandar pada dinding kamarnya.


"Sialan! Terus lo tau di mana Viona sekarang?"


"Kalo soal itu gue ga tau, bahkan semua temen-temen di sini pada ga ada yg tau semua. Emangnya lo ga tau soal itu?"


"Ngak. Eh gue minta tolong sama lo, bilangin ke semua temen-temen lo yang kaya. Kalo ketemu sama Viona segera kasih tau gue" suruh Agil pada Gilang


"Oke oke, kalo ada kabar nanti gue kasih tau sama lo. Oh ya lo ga mau main lagi, di sini lagi rame banget lo" tanya Gilang


Agil tidak menjawab pertanyaan dari Gilang dan langsung mematikan telfonnya.


Agil kini benar benar marah pada Viona.


"Bisa-bisa nya dia pergi bahkan menjual rumahnya tanpa sepengetahuan gue. Apa Viona udah tau apa rencana gue? Sialan, gue harus tau di mana keberadaan dia sekarang, gue harus cari tau" gumam Agil sambil memegangi pipi dan perut nya yang sakit.


☀️☀️☀️☀️☀️

__ADS_1


__ADS_2