Aku Hanyalah Istri Kedua

Aku Hanyalah Istri Kedua
Episode 89


__ADS_3

Dengan memegang pundak Lia, Lucas membimbingnya untuk kembali duduk di sofa.


Lucas terus memandang wajah cantik istrinya itu dengan tatapan penuh cinta.


"Kenapa kamu menatap ku seperti itu mas?"


"Apa yang bisa aku lakukan, aku tidak bisa menahan mata ku untuk berpaling dari mu"


Lia kembali tersipu malu karena sedari tadi semua orang memujinya.


Mereka duduk berdua di sana dengan tangan yang saling menggenggam dan mata yang terus saling memandang.


Toktoktok...


Lucas dan Lia langsung menoleh ke arah pintu dan di sana mama Elda berdiri di ambang pintu.


"Bibi..." Panggil Lia


"Aduh pengantin ini, kalian terlihat sangat serasi. Semoga kalian terus bahagia selamanya" ucap mama Elda sambil memegang pundak keduanya.


"Eh bibi hampir lupa, acaranya udah mau di mulai. Siapkan diri kalian ya habis itu turun ke bawah"


Lucas dan Lia mengangguk, mama Elda lalu keluar dan menutup kembali pintunya.


"Apa kamu sudah siap?" Tanya Lucas


"Aku sedikit gugup mas, aku..."


"Tenanglah sayang... Tarik nafas mu lalu buang dengan pelan"


Lia menurut dan melakukan apa yang Lucas katakan, mungkin tidak sepenuhnya bisa tenang tapi setidaknya bisa sedikit melegakan.


Lia merasa sedikit lebih baik dan tersenyum pada Lucas.


Elda datang ke kamar itu dan meminta mereka untuk segera turun.


"Kak, ayo turun sudah waktunya"


Lucas dan Lia mengangguk dan langsung berdiri dari duduk nya.


Namun ketika Lia hendak melangkah tangan Lucas menghentikannya.


"Ada apa mas?"


Lucas lalu mengeluarkan sesuatu dari saku jas nya dan memberikannya pada Lia


"Apa ini mas?"


"Buka lah..."


Lia membuka kotak merah itu dan terkejut dengan isinya.


Mata Lia hampir saja mengeluarkan air mata karena lagi lagi ia di buat terharu.


Sebelum nya papa mertuanya memberikan hadiah gelang untuk nya, dan kali ini Lucas juga memberikan hadiah padanya berupa kalung berlian.

__ADS_1


"Mas... Ini..."


Lucas tersenyum lalu mengambil kalung itu dan memakaikan nya di leher Lia.


Leher Lia yang awalnya kosong kini tampak cantik dengan kalung berlian yang melingkar di sana.


Lia berdiri di depan cermin dan melihat kalung nya, tampak cantik dan terlihat sangat mewah dan mahal.


"Cantik banget mas kalungnya..." Ucap Lia sambil meraba kalungnya


Lucas mendekati Lia dan memegang kedua lengan atasnya


"Bukan kalungnya yang cantik, tapi pemakainya. Ayo..."


Lucas mengulurkan tangannya dan Lia pun menerima uluran tangan itu.


Satu tangan nya menggandeng lengan Lucas dan satunya lagi memegang buket bunga lili putih.


Bunga lili sengaja ia pilih karena melambangkan kesucian dan ketulusan dalam hubungan mereka.


Dengan menggandeng lengan Lucas, Lia melangkah keluar dari kamar dan menuruni anak tangga bersama Lucas.


Begitu sampai di lantai bawah karpet merah terbentang panjang menuju pelaminan.


Lucas dan Lia melangkah bersama di atas karpet merah itu, semua mata tertuju pada mereka.


Pasangan yang tampak sangat serasi bak seorang pangeran dan putri.


Semua tamu undangan mengeluarkan hp nya dan memotret juga membuat video tentang mereka.


Meski jantungnya sangat dag dig dug namun Lia menutupinya dengan senyuman di bibirnya.


Mereka berjalan menuju pelaminan dengan di iringi musik romantis.


Kini mereka sudah sampai di atas pelaminan.


Mereka berdiri menghadap pada semua tamu undangan.


Hampir 1000 tamu undangan yang hadir, Lia bahkan tidak bisa menemukan di mana teman-teman nya yang ia undang.


Acara resepsi berlangsung lancar tanpa ada sedikit pun hambatan.


Kini tiba saat nya para tamu undangan untuk bersalaman dengan mereka.


Pak Arman juga menaiki pelaminan dan berdiri bersama Lucas dan Lia untuk menyambut para tamu yang ingin bersalaman.


Karena hanya pak Arman lah satu-satunya orang tua mereka saat ini.


Beberapa penjaga berdiri di samping Lia dan Lucas untuk memastikan keamanan mereka.


2 penjaga di samping Lucas dan 2 penjaga di samping Lia.


Selain itu banya penjaga lainnya yang menyatu dengan para tamu agar mereka bisa langsung mengetahui jika ada yang tidak beres.


Masing masing penjaga di bekali dengan 1 pistol yang mereka selipkan di dalam saku jas mereka.

__ADS_1


80% tamu undangan tidak Lia kenal, banyak dari mereka adalah rekan bisnis suami dan papa mertuanya yang datang bersama dengan istri mereka masing-masing.


Kini saat mereka melakukan sesi pemotretan.


Pemotretan berdua, bersama satu-satunya orang tua mereka yaitu pak Arman dan juga dengan keluarga yang lainnya.


Acara berlangsung meriah, pak Arman terlihat sangat bahagia bisa berkumpul lagi dengan teman-temannya karena mengingat pak Arman sudah lama tidak bertemu dengan mereka.


Semua tamu pun juga terlihat sangat menikmati semua macam jamuan baik dari makanan maupun minuman yang di sediakan.


Lelah beridiri karena menyalami banyaknya tamu undangan Lia langsung duduk.


"Sayang, kamu kenapa?" Tanya Lucas


"Ga papa mas, aku cuma merasa sedikit capek karena terlalu lama berdiri"


Lucas pun ikut duduk bersama Lia.


Banya rekan media yang juga datang dan meliput langsung acara itu.


Mereka ingin sekali mewawancarai Lucas dan bisa melihat istri Lucas secara langsung dan dengan jarak yang dekat.


Namun mereka tidak bisa melewati para penjaga di sana.


Mereka hanya bisa mewawancarai pak Arman, Dika dan anggota keluarga yang lainnya.


Lia melihat jam di arloji Lucas kini sudah menunjukkan pukul 10.15 malam.


Lia sudah merasa sangat lelah dan perutnya sangat lapar.


Bahkan kepalanya sampai merasa pusing.


Acara masih berlangsung dan masih ada banyak tamu yang ingin bersalaman dengannya.


Namun Lia kini sudah benar-benar tidak tahan.


Lia meminta Lucas untuk mengantarnya ke kamar.


"Kamu baik-baik aja kan sayang? Kenapa mau ke kamar?"


"Aku capek mas, apa kita akan terus berdiri untuk bersalaman dengan semua tamu undangan?"


Lucas tersenyum sambil memegang dagu Lia


"Jika kamu sudah capek ga perlu bersalaman dengan mereka semua. Tapi sebelum itu kamu mau kan temenin aku wawancara dengan media?"


Lia mengangguk.


Lucas lalu memanggil Romi untuk meminta wartawan berkumpul di tempat yang sudah di sediakan.


Lucas dan Lia turun dari pelaminan dengan penjaga di sekeliling mereka.


Mereka duduk di kursi yang sudah di sediakan untuk menjawab semua pertanyaan dari wartawan.


☀️☀️☀️☀️☀️

__ADS_1


__ADS_2