Aku Hanyalah Istri Kedua

Aku Hanyalah Istri Kedua
Episode 112


__ADS_3

Lia yang saat ini dalam kondisi hamil besar dengan segera dokter langsung melakukan tindakan operasi untuk mengeluarkan bayi dari dalam perutnya.


Beruntung kedua bayi Lia masih selamat tanpa adanya kekurangan apapun meski mereka harus lahir prematur.


Sedangkan Lia, setelah melahirkan kedua bayi nya ia mengalami pendarahan hebat hingga membuatnya koma.


Paman dan bibi nya segera memesan tiket penerbangan saat itu juga agar bisa segera sampai.


Namun semua tidak sesuai rencana, setelah sampai di bandara pihak maskapai mengabari bahwa penerbangan akan di tunda karena ada badai saat ini.


Dengan terpaksa mereka menunggu dengan terus berdo'a agar ke dua keponakan bersama calon bayinya sama-sama selamat.


Dengan perasaan yang sangat gelisah dan cemas mereka menelfon Romi dan terus bertanya tentang kabar Lucas dan Lia.


"Bagaimana keadaan Lucas dan Lia saat ini, Rom?"


"Tuan Lucas saat ini sudah selesai dengan operasi nya pak Dika, sedangkan nona Lia dia masih belum keluar dari ruang operasi" jelas Romi


"Romi, kamu terus jaga mereka ya di sana. Penerbangan kami saat ini masih di tunda karena ada badai, mungkin nanti malam kita akan sampai di sana"

__ADS_1


"Baik pak, saya akan terus menjaga tuan dan nona"


Telfon pun selesai, Dika dan istrinya kembali mencari cara bagaimana agar mereka bisa segera sampai di sana.


Semua penerbangan saat ini di tunda kurang lebih selama 2 jam an.


"Ya Tuhan, gimana ini pa? Kita ga mungkin tetap di sini, bagaimana dengan Lucas dan istrinya di sana?"


"Tenang lah ma, tenang. Apa lagi yang bisa kita lakukan, tidak mungkin kita kesana dengan naik mobil, bisa bisa besok kita baru sampai"


Tak ada cara lain selain menunggu, dengan terus berdoa mereka berharap badai akan cepat berlalu dan penerbangan kembali di buka.


2 jam menunggu di bandara, kini penerbangan kembali di buka.


"Papa masuk lah lebih dulu, mama mau jawab telfon ini"


Ternyata yang menelfon adalah Elda, Elda yang saat ini juga sedang berada di luar kota tidak bisa menemani kakak sepupunya di rumah sakit.


Ia bahkan tidak bisa datang karena pekerjaan nya belum selesai.

__ADS_1


"Tidak apa-apa sayang, do'akan saja kakak mu dan istrinya baik baik saja, terutama dengan bayi mereka. Mama sama papa akan menjaga mereka dengan baik" ujar mama Elda


"Selalu kabari aku ya ma, sungguh aku tidak bisa fokus di sini"


"Elda, tenang nak. Semuanya pasti akan baik baik aja, kamu tetap fokus dan segera selesaikan pekerjaan mu, ya"


"Baik ma, mama hati-hati dan langsung kabari aku saat mama sudah sampai di rumah sakit"


"Iya nak"


Kabar kecelakaan Lucas dan Lia langsung menyebar dengan cepat, semua media pun sudah meliput dengan langsung lokasi maupun mobilnya yang sudah hancur.


Beritanya pun sudah di siarkan di berbagai chanel laman berita di televisi.


Di balik kecelakaan yang di alami Lucas dan Lia ada seseorang yang tertawa keras menyaksikan berita itu dari televisi.


Dengan memegang segelas bir di tangannya, wanita itu tertawa dengan keras, namun meski begitu kecelakaan itu belum sepenuhnya membuatnya puas saat media mengabarkan bahwa Lucas berhasil melewati masa kritisnya.


"Sial, kenapa tidak langsung mampus aja dia. Baiklah, sekarang dia mungkin bisa lolos dari malaikat maut, tapi di lain hari dia tidak akan lolos dari maut yang akan aku persiapkan untuk nya!"

__ADS_1


Ucap wanita dengan geram sambil meremas gelas di tangannya.


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2