Aku Hanyalah Istri Kedua

Aku Hanyalah Istri Kedua
Episode 47


__ADS_3

Tak hanya itu sesekali omongan dari keduanya nyelkit di telinga Lucas.


"Lucas, kenapa kamu diam saja dari tadi. Kenapa tidak menjawab, hah?" Tanya mama Viona


Sedari tadi Lucas hanya menanggapi ocehan mereka berdua dengan hanya melempar senyum sinis.


"Lucas, saya tidak main main ya. Apa yang kamu lakukan ini akan saya bilang sama papa mu"


"Apa kalian sudah selesai mengoceh?!. Kalau sudah silahkan pergi!" Usir Lucas


Pak Surya dan istrinya semakin darah tinggi, belum reda kemarahan nya karena masalah perusahaan nya, Lucas malah seenaknya mengusir mereka tanpa memberi jawaban atas semua pertanyaan mereka.


"Maksud kamu apa? Kami ini mertua kamu Lucas, sudah seharusnya kamu hormat pada kami" bentak pak Surya


"Mertua? Apa anak kalian belum memberi tahu kalian kalau dirinya sudah aku talak?"


"Apa?!!" Pak Surya dan istrinya sama sama terkejut dan saling menatap.


"Apa yang kamu katakan Lucas, bagaimana mungkin kamu menjatuhkan talak pada anakku begitu saja. Ga bisa, aku akan telfon papa mu sekarang"


"Silahkan..."


Lucas kembali duduk dan membaca koran.


Pak Surya langsung menelfon Dika.


Sedangkan mama Viona menelfon Viona, untuk memastikan apakah benar Lucas sudah menceraikan nya.


"Halo, pak Dika. Ini saya pak Surya, tolong berikan telfonnya pada pak Arman. Ada hal penting yang ingin saya sampaikan!"

__ADS_1


"Maaf pak Surya, tapi kakak saya menolak untuk berbicara dengan anda" saut Dika dari seberang telfon


"Apa maksud kamu, berikan padanya sekarang. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan"


"Tapi sayangnya mulai sekarang kakak saya sudah tidak ada lagi kepentingan apapun dengan anda"


"Hei Dika, anda janga macam-macam dengan saya. Atau saya akan-"


"Akan apa pak Surya? Perusahaan anda sudah ada di ujung tanduk dan anda masih berani untuk mengancam saya. Wah... Harus saya akui, anda memang sangat berani"


"Diam! Anda jangan sok tau ya, perusahaan saya-"


Tut...tut...tut... Telfonnya di matikan begitu saja oleh Dika.


"Halo, halo. Kurang ajar dia, berani-beraninya matiin telfon ku begitu saja"


Pak Surya lalu mendekati Lucas dan hendak menamparnya.


Mama Viona segera menarik pak Surya agar tidak melakukan apapun pada Lucas.


"Apa sih ma, biarkan papa memberikan pelajaran pada anak ini. Dia sudah sangat keterlaluan!"


"Papa cukup, lihat itu"


Mama Viona menunjuk Romi yang berdiri di ambang pintu siap dengan hp nya untuk merekam perbuatan pak Surya.


Jika sampai pak Surya melakukan sesuatu pada Lucas, tak hanya perusahaannya yang hancur. Bahkan bisa di pastikan dirinya mendekam di balik jeruji besi.


"Sudah pa, cukup. Ayo kita pulang" ajak mama Viona

__ADS_1


"Kamu tunggu ya pembalasan dari saya. Saya janji saya akan balas semua perbuatan mu ini" ancam pak Surya


"Sudah selesai? Enyahlah dari hadapan ku!"


Kata Lucas


Pak Surya yang masih mengepalkan tangannya tidak mau keluar meski istrinya terus menarik tangannya.


Pak Surya tetap menatap Lucas dengan tatapan kebencian.


Tepat saat pak Surya akan memukul Lucas, Romi dengan cekatan langsung menghentikan tangannya.


Romi memegangi tangan pak Surya dati belakang hingga ia merasa kesakitan.


"Papa..." Teriak mama Viona


"Hei apa yang kau lakukan pada suami ku, lepaskan dia" mama Viona terus memukul Romi meminta untuk melepaskan suaminya


Lucas melangkahkan kakinya mendekati pak Surya, dengan memegang pundaknya Lucas memberi tahu tentang kehamilan Viona padanya.


"Oh... Pak Surya, anda jadi manusia lemah sekali. Anda sudah tua, tidak seharusnya anda mencari masalah dengan keluarga Danuarta. Lebih baik anda pulang dan beristirahat dengan tenang. Karena sebentar lagi anda akan menjadi seorang kakek"


"Apa maksud kamu!" Tanya pak Surya


"Oh, jadi anak dan istri anda belum memberi tahu anda. Baiklah baiklah.... Dengan senang hati akan saya beri tahu kabar baik ini untuk anda.


Pertama, saya ucapkan selamat. Selamat atas kehamilan putri anda. Dan yang terakhir, semoga kehidupan anda tenang dengan cucu anda...."


☀️☀️☀️☀️☀️

__ADS_1


__ADS_2