Aku Hanyalah Istri Kedua

Aku Hanyalah Istri Kedua
Episode 119


__ADS_3

Elda yang baru pulang tour kerja nya langsung ke rumah sakit karena sudah sangat merindukan Lia.


Elda duduk di samping Lia dengan terus memandang wajahnya.


Meski hanya sebatas ipar namun mereka sangat dekat seperti kakak dan adik kandung.


"Lia... Apa kabar. Kamu pasti capek ya berbaring terus sepanjang hari, cepat bangun ya. Kasihan kakak, dia setiap hari bolak balik dari rumah ke sini.


Jika kamu bisa melihat wajah kakak ku saat ini kamu pasti tidak akan tega.


Kakak menjadi jarang tersenyum Lia, apa lagi setelah apa yang menimpa mu kemarin.


Oh ya, kamu pasti sangat merindukan kedua anak mu, kan? Mereka sangat lucu Lia, tampan dan cantik. Mereka sering merengek, mungkin mereka juga sudah tidak tahan ingin sekali bertemu dan di gendong sama kamu.


Cepat lah bangun Lia, kami semua merindukan mu..."


Tanpa terasa air mata Elda mengalir, ia sampai tersedu karena sangat kasihan dengannya.


Hp nya tiba-tiba berdering, segera Elda mengambil hp di dalam tasnya.


Panggilan video call dari mama nya, segera Elda menghapus air matanya lalu menggeser tombol hijaunya untuk menjawab panggilannya.

__ADS_1


"Hai ma..." sapa nya ketika wajah mama nya sudah muncul di layar hp nya.


"Hai nak, ada di mana kamu saat ini, apa udah sampai di rumah sakit?"


"Iya ma, aku sudah ada di rumah sakit. Apa papa audah berangkat ke kantor polisi?"


"Iya nak, papa mu sudah berangkat. Bagaimana Lia sekarang nak?"


Elda mengalihkan kameranya menunjukkan Lia pada mama nya


"Lia tetap sama ma, dia tetap tidur. Entah kapan Lia akan bangun, aku saja sangat merindukannya apa lagi kakak"


"Mama juga nak. Oh ya, jangan tinggalin Lia, selalu lah di sampingnya hingga Lucas datang, ya"


"Mereka masih tidur, semalam mereka berdua rewel sampe mama dan papa ga tidur semalaman. Mungkin mereka udah ada firasat tentang mama mereka"


Tiba-tiba suara tangisannya dari Ghea terdengar, segera mama elda berlari ke kamar mereka dan ternyata Ghea sudah terbangun.


Dan tangisan Ghea pun juga membangunkan Gio.


Mama Elda meletakkan hp nya di meja agar Elda bisa melihat nya.

__ADS_1


"Suster... sus... Ambilkan susu sus..." mama Elda meminta suster untuk mengambil susu di dapur.


Mama Elda kemudian menggendong Ghea sambil menenangkan Gio yang masih ada di tempat tidurnya.


Tidak mungkin mama Elda menggendong mereka berdua, karena meski usia mereka masih 3 bulan namun meraka sangat aktif bergerak, sebab itu lah Lucas memperkejakan suster untuk membantu merawat kedua anaknya.


Suster datang dengan membawa 2 botol susu di tangannya, 1 ia berikan pada mama elda untuk Ghea dan satu lagi untuk Gio.


Suara tangisan mereka pun langsung berhenti seketika.


"Ya ampun.... Keponakan onty kalo di suruh nangis pinter banget" ujar Elda


"Hm... Bener banget, apa lagi Ghea, uh.... suaranya udah kayak penyanyi kelas atas, hahaha...."


Tanpa Elda sadari, jemari di tangan Lia bergerak gerak.


Suara dari tangisan Ghea dan Gio yang terdengar di telinga nya seperti memberikan kekuatan baginya.


Elda menyadari itu saat sudah selesai telfonan dengan mama nya.


Ia begitu terkejut, antara senang dan terharu menjadi satu melihat jari tangan Lia.

__ADS_1


Segera Elda menekan tombol darurat agar dokter segera datang.


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2