Aku Hanyalah Istri Kedua

Aku Hanyalah Istri Kedua
Episode 116


__ADS_3

Sudah hampir 2 bulan Lia terbaring koma di rumah sakit, tak ada tanda-tanda kemajuan sedikit pun padanya.


Dirinya tetap tertidur pulas tanpa memberi respon apapun saat dokter mengontrolnya pun saat Lucas mengajaknya berbicara.


Setiap hari Lucas rela pulang pergi ke rumah sakit demi selalu menemani Lia di sana.


Lucas mengambil alih tugas suster untuk mengelap tubuhnya, setiap hari Lucas lakukan dengan ikhlas dan harapan agar istrinya segera siuman.


Lucas bahkan mengerjakan pekerjaan kantornya di rumah sakit, di samping Lia.


Hari ini Lucas akan ada meeting dengan kliennya.


Sebelum itu Lucas lebih dulu datang ke rumah sakit untuk melihat dan menyapa istrinya.


Meski Lia masih belum sadarkan diri, Lucas selalu mengajaknya berbicara.


Tentang kedua buah hatinya, Gio dan Ghea yang kini sudah sangat aktif di rumah.

__ADS_1


Lucas duduk di samping Lia dengan memegang tangannya.


"Apa kabar hari ini sayang? Oh ya, barusan sebelum aku berangkat ke sini anak kita menangis karena ga mau aku tinggal. Apa lagi Ghea, dia nangisnya yang paling kenceng tadi"


Bibirnya bercerita dengan tersenyum, namun matanya mulai berair.


Segera Lucas menyeka air matanya dengan tangannya.


"Aku tau meski kamu masih menutup mata, kamu mendengar kan apa yang selalu aku ceritakan? Sayang, aku merindukan mu, aku sangat merindukan mu.... Segeralah bangun dari tidur mu sayang, buah hati kita menunggu mu di rumah"


"Kamu tau sayang, hampir setiap malam mereka menangis sebelum tidur, mereka sering merepotkan paman dan bibi, mereka tidak mau minum susu, bahkan saat aku gendong pun tangisan mereka malah semakin kencang. Aku tau kenapa mereka begitu, mereka pasti sudah sangat merindukan mu"


Tanpa Lucas sadari ada bulir bening yang jatuh dari ekor mata Lia, membasahi bulu matanya yang lentik dan mengalir ke pipinya.


"Aku juga sangat merindukan mu mas, aku ingin sekali membuka mata ku dan melihat wajah mu. Tapi aku ga bisa mas, aku ga berdaya.... Aku ingin sekali melihat anak anak kita, menggendongnya, juga memberikan ASI ku pada mereka. Tolong sampai kan maaf ku pada anak kita mas...." batin Lia yang tidak bisa di dengar oleh suaminya.


Meski koma, Lia masih bisa mendengar dengan jelas apa yang selama ini suaminya ceritakan padanya.

__ADS_1


Ingin rasanya ia bangun dan membuka matanya, ia sangat merindukan suaminya dan juga sangat ingin bertemu dengan buah hatinya.


Namun apalah daya, hanya jiwa nya yang sadar namun tidak dengan raga nya.


Setiap hari saat Lucas ada di sampingnya, jiwanya serasa ingin berontak dan membalas setiap sentuhan tangan Lucas.


Saat Lucas dengan lembut mengelap sekujur tubuhnya, menggantikan pakaiannya.


Melihat arloji di pergelangan tangannya, Lucas pun berpamitan pada Lia karena kliennya pasti sudah menunggunya.


"Aku pergi meeting dulu ya sebentar. Kamu istirahat ya, saat aku datang nanti aku ingin melihat mu membuka mata" ucap Lucas lalu mencium tangan dan keningnya kemudian pergi dari ruangan itu.


Baru saja Lucas keluar dari rumah sakit ada yang masuk ke ruangan Lia.


Seorang wanita dengan rambut panjang dan kaca mata hitamnya berdiri tepat di depan ruangan Lia.


Wanita itu mengamati, menengok ke kanan dan ke kiri sebelum akhirnya masuk.

__ADS_1


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2