
Dengan senyun nakal Lucas menarik pinggang Lia, mengangkat lalu menggendong nya. Lucas menutup pintu kamar mandi dengan kakinya.
Lia terkejut karena Lucas yang tiba-tiba menggendong nya.
"Mas... Mau apa kamu mas, turunin aku ih... Takut jatuh mas lantainya udah basah" teriak Lia sambil berpegangan erat pada tubuh Lucas
Lucas menurunkan Lia di dalam bathtub yang kini airnya sudah hampir penuh.
Tanpa sepatah kata pun Lucas langsung menarik handuk yang melilit di tubuh Lia hingga terlihat lah tubuhnya dari istrinya itu yang sexy dengan kulitnya yang cerah berseri.
Lia menutupi buah dadanya dengan kedua tangannya sambil menatap mata Lucas yang tidak bisa berkedip.
"Mas, jangan macem macem ya..."
Lucas tidak peduli, sejak tadi hasratnya sudah tidak bisa ia kendalikan.
Apa lagi sekarang melihat lekukan tubuh dari istrinya itu seketika membuat hasratnya naik 1000% hingga ke ubun ubun nya.
Lucas pun ikut masuk ke dalam bathtub dan menarik tangan Lia agar duduk di pangkuannya.
Begitu dua kulit itu bersentuhan, rasa hangatnya tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.
Lia sedari tadi yang memintanya untuk tidak melakukan apa-apa tidak di gubris oleh suaminya, kini hanya bisa pasrah.
Bagaimana pun Lia sebenarnya juga faham bagaimana susah nya bagi Lucas untuk menahan hasratnya beberapa hari ini.
Lucas memeluk Lia dari belakang sambil terus menciumi nya dengan mesra.
Lucas dengan sengaja mengecup leher belakang Lia hingga meninggalkan beberapa bekas kepemilikannya di sana.
Kini Lia pun menikmati sentuhan tangan yang lembut dari suaminya itu.
Perlahan tapi pasti tangan Lucas mulai meraba jengkal demi jengkal tubuh istrinya itu.
Lia kini juga sudah mulai nyaman dan menikmati permainan tangan suaminya di dadanya.
Sesekali Lia memejamkan matanya karena nikmat yang ia rasakan.
Air hangat di bathtub nya kini mulai penuh dan menutupi hingga di atas buah dadanya.
Lia berbalik menghadapkan dirinya pada Lucas.
Lucas yang kini gairahnya sudah sampai di ubun ubun langsung mengecup bibir Lia dengan mesra dan penuh gairah.
Lia membalas permainan dari suaminya itu dengan lihai.
Mereka sama-sama memejamkan mata sambil terus beradu bibir.
Tangan Lucas juga tidak mau kalah, ia meraba dan bermain di area dada Lia dengan kedua gunung kembarnya membuat Lia merasa geli karena nikmat hingga ia meremas rambut Lucas.
Tak ada suara lain di dalam kamar mandi itu selain suara ******* dari Lia dan suara kecupan dari Lucas.
Mereka sama-sama menikmati karena gairah mereka saat ini sama-sama memuncak.
Hasrat yang sudah beberapa hari ini tertunda karena tamu datang bulan Lia kini bisa mereka lampiaskan.
******* yang keluar dari mulut Lia semakin keras hingga membuat Lucas tak lagi sanggup untuk menunda. Beruntung nya kamar Lucas kedap suara, meski berteriak sekalipun tak akan ada yang mendengar mereka dari luar.
__ADS_1
Setelah selesai berhubungan badan, mereka pun lanjut mandi bersama.
Lucas membantu Lia untuk menggosok punggung nya menggunakan shampoo.
Begitu pun Lia, ia membantu Lucas dengan memberikan shampo pada rambut Lucas.
Mereka berdiri bersama di bawah derasnya air shower yang mengalir di atas kepala mereka.
Setelah 1 setengah jam mereka di dalam kamar mandi, mereka pun keluar bersama.
Lia dengan handuk yang di lilitkan di tubuhnya juga dengan handuk kecil di atas kepalanya pergi untuk mengambilkan baju untuk Lucas dan untuk dirinya sendiri.
Setelah selesai memakai baju, Lia duduk di depan meja riasnya dan mulai memakai skincare di wajahnya.
Lucas membantu istrinya itu dengan mengeringkan rambutnya menggunakan hairdryer.
Lia memerhatikan bagaimana tulus nya Lucas membantu dirinya dari cermin di depannya.
Selesai memakai lipbalm di bibirnya, Lia tersenyum dan terus memandangi wajah Lucas.
"Makasih ya mas..." Ucap Lia
Lucas meletakkan hairdryer nya lalu mengambil sisir di depan Lia.
Dengan meletakkan dagunya di atas kepala Lia tangan Lucas memeluknya dengan hangat.
"Untuk apa kamu berterima kasih?" Tanya nya
"Ya karena kamu udah memperlakukan aku dengan baik, sayang dan cinta sama aku dengan tulus" jawab Lia sambil mengelus lengan Lucas
"Cinta tidak perlu ucapan terima kasih. Yang seharusnya berterima kasih itu aku, karena kamu sudah kembali hadir di hidup ku dan kini mau menjadi pelengkap hidup ku"
Lia lalu mengambil hp nya dan melakukan selfi mirror dengan Lucas yang masih memeluknya.
Setelah Lucas selesai menyisir rambut Lia, Lucas kembali menggendong tubuh Lia membawanya ke atas kasur.
Lia merebahkan tubuhnya dengan kepalanya yang berbantalkan lengan Lucas sambil tangannya yang memeluk tubuhnya.
Lucas menarik selimut untuk menutupi tubunya dan tubuh Lia sebelum akhirnya mereka terlelap tidur karena sudah kelelahan.
Keesokan harinya seperti biasanya.
Setelah sarapan Lucas akan pergi ke kantor, sedangkan pak Arman kini waktunya kontrol kesehatan nya di rumah sakit.
"Aku anterin papa ke rumah sakit ya" ucap Lucas memulai pembicaraan di meja makan.
Pak Arman meletakkan gelas susunya setelah selesai meminumnya
"Ga usah, papa sama supir aja. Kamu kan mau ke kantor"
"Ga papa pa, habis anterin papa kontrol aku akan lanjut ke kantor"
"Ga usah, jangan menunda pekerjaan mu cuma untuk nganterin papa ke rumah sakit"
Lucas meletakkan sendoknya dan memegang tangan pak Arman "Lebih penting kesehatan papa dari pada pekerjaan di kantor. Kesehatan papa itu nomer 1 pa"
Pak Arman tersenyum bahagia karena putra nya yang begitu menyayangi nya.
__ADS_1
"Iya papa tau, tapi papa kan bisa pergi sendiri"
"Kalo papa ga mau di anter sama mas Lucas, Lia aja yang anterin papa ya" saut Lia
Pak Arman dan Lucas menoleh bersamaan
"Ga usah nak, papa biaa sendiri" jawab pak Arman
"Tadi papa bilang ga mau di anterin sama mas Lucas karena mas Lucas harus ke kantor. Sekarang papa juga ga mau di anterin sama Lia padahal kan Lia ga kemana-mana hari ini" jelas Lia
Lucas seperti nya menyetujui istrinya itu, lucas tersenyum pada Lia lalu kembali membujuk papa nya
"Lia bener pa, kalo papa ga mau di anter sama aku biar Lia aja yang temenin papa ke rumah sakit, ya"
Semakin pak Arman menolak semakin Lucas dan Lia terus memaksa.
Pak Arman akhirnya mau dan setuju untuk di temani oleh menantunya itu untuk kontrol ke rumah sakit.
Setelah selesai sarapan Lia mengantar Lucas hingga ke teras.
Lucas memeluk Lia lalu mencium kening dan kedua pipinya dn terakhir di bibirnya.
"Aku bernagkat dulu ya, nanti kalo ada apa apa sama papa langsung kabarin aku"
"Iya mas, ga ada apa-apa pun aku pasti akan selalu kasih kabar sama kamu" jawab Lia
Lucas pun masuk ke dalam mobilnya karena Romi sudah menunggunya.
Lia melambaikan tangannya sambil terus memperhatikan mobil suaminya itu keluar dari gerbang.
Setelah itu Lia masuk ke rumah dan bersiap untuk menemani papa mertuanya ke rumah sakit.
Sambil menunggu mennatunya, pak Arman duduk di sofa ruang tamu sambil membaca koran.
Dan tak berselang lama, Lia pun turun menghampiri pak Arman.
"Papa sudah siap?" Tanya Lia
Pak Arman meletakkan korannya di meja
"Sudah, papa sudah siap. Kamu?"
"Lia juga udah siap pa. Mau berangkat sekarang?"
"Iya, kita berangkat saja biar cepet selesai"
Pak Arman pun beranjak dari duduknya dan berjalan keluar dengan Lia di belakang nya.
"Oh ya pa, papa udah bikin janji dulu kan sama dokternya?" Tanya Lia
"Sudah nak, tadi suami kamu yang sudah buatkan janji untuk papa. Jadi sampe di sana papa langsung masuk"
"Oo... Syukur lah, papa jadi ga perlu harus lama-lama menunggu antrean di sana"
Mereka pun masuk ke dalam mobilnya dan langsung berangkat menuju rumah sakit dengan supir yang mengemudi.
☀️☀️☀️☀️☀️
__ADS_1