
"Kakak sudah tenang di sana, dia kini sudah tak lagi merasakan sakit seperti beberapa tahun belakangan ini. Dia pasti melihat kita dari jauh sana, dan menurut mu apa yang akan dia rasakan saat melihat putranya selalu sedih dan murung seperti ini?"
Lucas menunduk dan tidak menjawab
"Sudahi sedih mu, lanjutkan hidup mu. Wujudkan semua impian papa mu yang belum terwujud, anak mu" sambung paman nya
Begitu paman nya menyebut kata anaknya, Lucas merasa seakan mendapat kekuatan baru untuk kembali semangat menjalani hidup.
Dika memegang pundaknya dan memandangnya dengan yakin kalau Lucas bisa keluar dari zona ini.
"Jaga istri mu dengan baik, juga dengan kandungan nya. Itu adalah satu-satunya impian papamu yang paling besar"
"Iya paman, makasih karena sudah mengingatkan aku. Tidak seharusnya aku berlarut dalam duka seperti ini, aku tidak bisa berpikir jernih bahkan untuk calon bayi ku sekalipun" ucapnya dengan tertunduk
"Sekarang angkat wajah mu, tataplah dunia dan mulailah untuk melanjutkan hidup mu"
Lucas memegang tangan pamannya dan mengangguk "Iya paman..." jawabnya lalu tersenyum
2 minggu setelah kepergian pak Arman, kini Lucas dan Lia kembali memulai kehidupan baru.
Paman dan bibi nya kini sudah kembali ke Bali, begitu pun dengan Elda yang kini sudah kembali sibuk dengan pekerjaan modelnya.
__ADS_1
Hari berganti hari, bulan berganti bulan.
Kini usia kehamilan Lia sudah memasuki 8 bulan, namun Lia dan Lucas masih tetap ingin merahasiakan jenis kelaminnya.
Perutnya sudah mulai membesar dan mulai menimbulkan garis garis halus berwarna putih kemerahan.
Janinnya pun sangat aktif bergerak hingga membuat Lia sangat bahagia meski tubuhnya kini perlahan berat badannya semakin bertambah.
Pipinya semakin tembem karena ia semakin suka makan dan ngemil, Lia rela tubuhnya gendut demi kedua calon buah hati nya sehat dan nutrisinya terpenuhi.
Weekend ini Lucas mengajak Lia keluar, ia ingin membawa Lia ke suatu tempat yang akan membuatnya menjadi rileks dan tenang.
Lia kini sudah rapi dengan dress se lututnya di padukan dengan flatshoes yang senada dengan dress nya.
"Kita mau kemana mas?" Tanya Lia
"Rahasia dong, kamu duduk aja yang manis sebentar lagi kita pasti sampai" jawab Lucas dengan tersenyum
"Baiklah, aku tidak akan bertanya lagi, tapi..." Lia memegang tangan Lucas dan meletakkannya di pangkuannya.
"Tapi apa sayang?"
__ADS_1
Lia lalu menunjuk pipi nya, Lucas dengan segera menuruti nya dan langsung mencium pipinya.
Tidak lama mobil pun berhenti di depan salon mewah.
Mereka berjalan masuk dengan bergandengan tangan dan langsung di sambut dengan hangat.
Rupanya Lucas sudah memesan spa untuk mereka berdua.
Lucas sengaja melakukan itu karena istrinya beberapa hari ini mengeluh capek dan mood nya tidak pasti.
Mungkin saja dengan merilekskan tubuhnya akan membantu mood nya kembali membaik.
Siapa menyangka kedatangan mereka ke salon itu ada sepasang mata yang menatap tajam ke arah mereka.
Wanita itu keluar dari salon itu dan menuju parkiran, di sana ia mencari mobil Lucas lalu menghampiri nya.
Wanita itu celingak celinguk mengamati keadaan sekitar, entah apa yang wanita itu lakukan.
"Rupanya kalian bahagia, ya di atas penderitaan gue? Ga papa, its oke. Berbahagialah hingga ke surga"
Ucap wanita itu lalu ia pergi begitu saja.
__ADS_1
☀️☀️☀️☀️☀️