Aku Hanyalah Istri Kedua

Aku Hanyalah Istri Kedua
Episode 118


__ADS_3

Dokter pun menjadi tambah takut melihat kemarahan Lucas, bukan hanya dirinya yang akan mengalami masalah karena kasus ini melainkan nama baik rumah sakit pun di pertaruhkan.


"Maaf pak, kami berjanji akan menebus semua kesalahan ini dan mencari tau yang sebenarnya. Kami juga akan melaporkan kasus ini pada polisi agar bisa cepat tertangkap siapa pelakunya"


Mata Lucas menatap tajam pada dokter, matanya menelisik meminta pertanggung jawaban.


"Jika sampai istri ku mengalami hal yang tidak di ingin kan, aku berjanji rumah sakit ini hanya akan tinggal nama!" ancam Lucas


"Baik pak, kami akan segera mengusut tuntas kasus ini. Sekali lagi kami minta maaf atas kejadian ini, kamu mohon bapak mau bekerja sama mendukung kami"


Tanpa menjawab Lucas langsung pergi dengan mendorong kursinya dengan keras.


Segera dokter langsung menelfon polisi dan juga pengurus rumah sakit.


Masalah ini adalah kali pertama terjadi di rumah sakit ini, jika sampai masalah ini mencuat keluar reputasi rumah sakit ini akan hancur.


Lucas kembali ke kamar Lia dan memegang tangannya, tak bisa ia membayangkan jika sampai ia datang telat apa yang akan terjadi pada istrinya.


Lucas marah pada dirinya sendiri karena sudah kalau dalam menjaga istrinya.


Berkali-kali ia minta maaf pada Lia dengan terus memegang tangannya.


Lucas mencium tangan Lia dengan memejamkam matanya, terbayang kembali masa-masa dimana saat sebelumnya kejadian.


Senyum Lia yang begitu manis sudah sangat ia rindukan, namun saat bayangan istrinya tengah menguasai pikiran nya tiba-tiba Lucas teringat dengan seorang wanita yang berpapasan dengannya tadi.


Wanita yang tampak terburu buru pergi dengan menutup wajahnya dengan masker.


Lucas lalu kuar dari kamar Lia dan meminta keamanan rumah sakit untuk membawanya ke ruangan cctv.

__ADS_1


Ia mempunyai firasat kalau apa yang terjadi pada istrinya itu ada kaitannya dengan wanita tadi.


Begitu menyaksikan rekaman cctv nya benar saja dugaannya, wanita yang berpapasan dengannya keluar dari kamar Lia dengan tergesa-gesa.


"Tunjukkan rekaman cctv di kamar istri ku, cepat!" titah Lucas


Segera petugas keamanan menunjukkan nya.


Apa yang Lucas curigai ternyata benar, wanita itu telah menyuntikkan sesuatu pada infus Lia lalu segera keluar.


Lucas lalu meminta salinan dari rekaman cctv itu sebagai bukti.


Lucas lalu menelfon Romi dan memintanya untuk mengurus dan melaporkan ini pada polisi.


Lucas tidak sanggup menunggu lebih lama dan membiarkan pelaku nya bisa berkeliaran dengan bebas di luaran sana.


Dengan segera Romi pun melaksanakan perintahnya.


Tak perlu menunggu waktu lama, hanya dalam hitungan jam polisi dapat menangkap siapa pelaku nya.


Romi yang sudah ada di kantor polisi melihat sendiri siapa pelaku nya.


Betapa terkejutnya Romi saat tahu wanita siapa pelakunya.


Segera Romi menelfon Lucas untuk memberi tahunya.


"Tuan, pelaku yang sudah menyuntikkan racun pada nona sudah berhasil di tangkap" ucap Romi


"Siapa wanita itu? Di mana dia sekarang?" tanya Lucas dari seberang telfon

__ADS_1


"Dia sudah ada di kantor polisi, tuan. Tuan akan terkejut saat melihat siapa pelakunya"


"Aku akan segera ke sana"


"Baik tuan"


Sambil menunggu Lucas datang, Romi tetap di sana.


Saat Lucas hendak pergi Elda pun datang.


"Kakak mau kemana?" tanya nya


"Untung lah kamu datang tepat waktu, aku baru saja hendak menelfon mu"


"Menelfon ku, ada apa? Bagaimana kondisi Lia saat ini kak?"


"Lia saat ini sudah lebih baik. Aku akan pergi ke kantor polisi, tolong jaga Lia sampai aku kembali"


"Kantor polisi? Apa pelakunya sudah tertangkap?"


"Ya, aku pergi sekarang"


Lucas membuka pintu dan melangkah keluar dari kamar Lia.


"Kakak, tunggu" panggil Elda yang membuat langkah Lucas terhenti.


"Kak, papa bilang katanya mau ikut ke kantor polisi kalo pelakunya udah ketangkep"


"Telfon saja paman, bilang padanya kalo aku menunggunya di sana" sahut Lucas lalu pergi

__ADS_1


Segera Elda menelfon dan memberi tahu papa nya.


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2