Aku Hanyalah Istri Kedua

Aku Hanyalah Istri Kedua
Episode 65


__ADS_3

"Maaf bu, non Lia ga bolehin saya buat masak" jawab bi Narsih


Lia mematikan kompornya dan menghampiri mama Elda.


"Bibi, bibi jangan marah sama bi Narsih. Lia yang nyuruh bi Narsih untuk duduk karena Lia lagi pingin masak sendiri"


"Ya kenapa Lia, kan udah ada bi Narsih. Ngapain kamu repot repot?"


"Lia ga kerepotan kok bi. Lia malah seneng. Oh ya bibi coba cicipin ya masakan Lia, trus bibi kasih tau apa masih ada yang kurang pas dengan masakannya"


Wajahnya yang awalnya marah langsung berubah tersenyum.


Karena ia pergi ke dapur memang dengan tujuan untuk mencicipi makanan yang baunya sudah sangat begitu menggoda.


"Boleh, emangnya kamu masak apa. Baunya sampe bikin ngiler gini?"


"Lia masak seafood bumbu Bali, bentar ya Lia ambilin buat bibi"


Lia mengambilkan sedikit masakannya di piring kecil untuk bibi nya mencicipi.


Masakan yang baru di ambil dari atas penggorengan di atas kompor mengeluarkan asap karena panasnya.


"Bibi tiup dulu ya, ini masih panas banget soalnya" ujar Lia sambil menyerahkan piring kecilnya


Mama Elda mengendus dengan hidungnya karena baunya sangat nikmat.


Ia lalu menyendok udangnya lalu meniupnya dengan pelan sebelum memakannya.


Begitu udang nya masuk ke dalam mulut, rasa lezat dari bermacam bumbu nya begitu terasa.


Gurih, pedas, manis dan rempah khas dari bumbu Bali nya sangat terasa pas di lidah.


Mama Elda mengunyah sambil memejamkan matanya.


Perlahan ia menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.


"Hm.... Lia. Kok bisa gini sih" seru nya


"Ada apa bibi? Apa rasanya asin, kemanisan atau kepedesan?" Tanya Lia dengan yang sangat do buat penasaran mendengar pendapat dari mama nya Elda


Bukannya menjawab, mama nya Elda malah kembali menyendok makanannya di piring hingga habis.


Lia keheranan begitu pun dengan bi Narsih.


"Enak banget ya bu, sampe ga bisa berhenti ngunyah?" Celetuk bi Narsih


"Bener bi rasanya enak banget?" Lia ikut bertanya


Setelah menelan semua makanannya barulah mama Elda menjawab.


"Ya ampun Lia, kamu pinter banget masaknya. Sumpah bibi ga pernah makan seafood dengan bumbu seenak ini"


Puji mama Elda pada Lia.


Lia tersenyum puas karena masakannya di bilang sangat enak.

__ADS_1


Bi Narsih yang awalnya hanya duduk di kursi beridiri dan menghampiri Lia dan mama Elda.


"Bi Narsih boleh nyicipin ga non? Bi Narsih juga ngiler nih" ujarnya


"Ya boleh lah bi, ambil aja" jawab Lia dengan penuh senyum


Dengan senyum lebar bi Narsih mengambil sedikit masakan Lia dan langsung memakannya.


Memang benar apa yang di katakan mama Elda, rasanya benar-benar lezat.


"Bibi mau nanya deh, itu kamu dapat resep seenak itu dari mana?" Tanya mama Elda


"Oh ini. Ini adalah masakan andalan bunda ku bi. Bunda pinter banget kalo urusan masak memasak"


"Oh... Pantes kamu pinter masak, turunan dari bunda mu ya. Coba aku pinter masak, pasti Elda juga pinter" tutur nya


"Tenang, bibi kalo mau belajar masak kan ada Lia" saut Lia


"Wah benarkah? Kamu mau ngajarin bibi masak. Oke deh, mulai hari ini bibi mau belajar masak sama kamu" ucapnya dengan perasaan senang.


"Eh tapi kalo sekarang Lia ga bisa bi"


"Ga bisa, emanganya kenapa?"


"Non Lia mau anterin makan siang buat den Lucas bu, jadi ga bisa ngajarin ibu sekarang" saut bi Narsih sambil mengelap kompornya


"Oh gitu, ya udah ga sekarang juga ga papa. Kan masih bisa besok"


"Maaf ya bi"


"Ngak kok bi. Bibi kalo mau makan, makan aja itu kan banyak. Lia hanya bawa secukupnya aja kok"


"Wah, bi Narsih tolong siapin dong aku mau makan sekarang" mama Elda langsung duduk di kursi sudah tidak sabar untuk makan.


Bi Narsih pun dengan segera menyajikan makanannya.


Lia mengambil kotak makan dan mulai menyiapkan makan siang untuk Lucas.


Lia juga membawakan beberapa buah di di dalam kotak makannya.


"Kamu ke kantor Lucas bareng sama siapa? Supir kan lagi di bawa sama kakak dan papa nya Elda. Di jemput sama Romi kah?"


"Ngak bi. Tadi sih mas Lucas emang mau nyuruh Romi buat jemput aku, tapi aku ga mau"


Jawab Lia sambil membungkus kotak nasinya


"Kenapa ga mau"


"Ya ga papa. Lia mau pesen taksi online aja. Lia ke kamar dulu ya bi mau siap siap"


"Oke"


Mama Elda lanjut menikmati makanannya.


Lia pergi ka kamarnya untuk berganti baju, mengambil tas dan hp nya.

__ADS_1


Lia lalu memesan taksi online sebelum ia membeei kabar pada Lucas kalau dirinya akan berangkat sekarang.


Tak lama taksi yang ia pesan pun datang, Lia segera turun dari lantai 2 dan mengambil kotak makannya di dapur.


"Bibi, Lia pergi dulu ya" ucap Lia pada mama Elda yang saat ini sedang menonton TV


"Iya nak, hati-hati ya..."


Lia langsung keluar dan di depan gerbang taksi online nya menunggu.


Di perjalanan hp Lia berdering, segera Lia mengambil hp dari tasnya dan menjawab telfonnya.


Rupanya Lucas lah yang menelfon nya dengan panggilan video call.


Lia segera menjawab telfonnya dan wajah Lucas langsung terpampang nyata di layar hp nya.


"Hai mas..." Sapa Lia


"Hai sayang, kamu udah berangkat?" Tanya Lucas dari seberang telfon


"Iya, ini aku baru berangkat. Ada apa kok nelfon?"


"Kangen" jawab Lucas singkat namun sangat jelas.


Lia merasa sedikit malu pada supir taksinya, apa lagi saat ini Lia dapat supir yang masih muda.


"Baru beberapa jam ga ketemu udah bilang kangen"


"Emangnya harus nunggu ga ketemu berbulan bulan gitu buat bilang kangen?"


"Ya ngak juga sih. Ini bentar lagi aku sampek kok mas"


"Jangan lama-lama, aku udah ga sabar"


Lia mengangkat alisnya lalu melirik ke arah supir, Lia malu karena ucapan suaminya itu yang keras.


Lia meletakkan jari telunjuk nya tepat di bibirnya.


"Shuutt.... Pelan pelan ngomong nya ih. Aku malu tau" ujar Lia dengan pelan


"Kamu ngomong apa sih sayang, aku ga denger. Suara kamu kayak semalam tau, bikin aku makin kangen..."


Mendengar itu Lia langsung membulatkan matanya, kalimat Lucas kali ini benar-benar membuat nya malu.


Bukannya berhenti, Lucas malah semakin mengucapkan kata-kata mesra yang membuat Lia semakin malu.


Lia langsung mematikan telfonnya dan memasukkan kembali hp nya ke dalam tas.


Lia menggeleng geleng kan kepalanya sambil menahan senyum Lia mengusap wajah nya.


"Dasar kamu mas, sengaja bikin aku malu. Awas aja, nanti pasti akan aku balas" gumam Lia di dalam hatinya


Supir taksi nya hanya diam dengan menahan tawa.


Sedari tadi ia melirik Lia yang menahan malu melalui kaca.

__ADS_1


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2