Aku Hanyalah Istri Kedua

Aku Hanyalah Istri Kedua
Episode 58


__ADS_3

Di perjalanan, hp Lia berdering.


"Siapa sayang?" Tanya Lucas


"Elda mas, aku angkat dulu ya"


Elda menelfon hanya untuk menyakan keberadaan Lia dan Lucas sekarang.


Karena di rumah Danuarta sedang menyiapkan kejutan untuk menyambut kedatangan Lia.


"Hati hati di jalan ya, bilangin sama kakak bawa mobilnya jangan ngebut ngebut utamakan keselamatan"


"Iya iya adik ipar ku" kata Lia


"Ih, kok jadi aneh gini deh kalo kamu panggil aku adik ipar. Panggil aja Elda Lia..."


Lucas lalu mengambil alih hp Lia


"Kalo Lia manggil kamu Elda, itu biasa. Tapi kamu jangan panggil Lia dengan nama, panggil dia kakak, mbak atau apa kek" saut Lucas


"Ya ya ya, Elda ngerti tuan Lucas Danuarta. Hanya saja aku perlu waktu untuk membiasakan nya. Baiklah, aku menelfon hanya ingin tau keberadaan kalian. Hati hati di jalan, bye...."


Telfon pun di tutup.


Sebelum sampai di rumah, Lucas bertanya pada Lia apakah dia ingin mamapir atau membeli sesuatu.


"Apa ya mas, kayaknya ga ada deh. Kita langsung pulang aja"


"Beneran ga ada?"


"Iya mas, ga ada"


"Ya sudah kita langsung pulang ke rumah ya"


Lia mengangguk sambil tersenyum.


Ia sudah tak sabar untuk menginjakkan kaki di rumah suaminya itu, bertemu dengan papa mertu yang sudah menunggu kehadirannya juga dengan anggota keluarga yang lainnya.


Di persimpangan jalan dekat rumah Lucas, Lia tiba-tiba mengajak Lucas untuk mampir ke salah satu super market.


"Mas, kita ke super market dulu ya bentar" ajak Lia


"Loh, super market nya usah lewat sayang. Katanya tadi mau langsung pulang aja?"

__ADS_1


"Iya tadi, tapi sekarang aku mau beli sesuatu"


"Beli apa sih"


"Kayaknya aku datang bulan deh, aku mau beli pembalut"


"Hah? Datang bukan?" Lucas terperanga mendengar kata itu


"Iya mas. Kamu tau kan apa itu datang bulan?"


"Ya tau lah. Tapi kenapa sekarang?"


"Lah emangnya harus kapan?"


"Ya kapan kek, bulan depan atau tahun depan kalo bisa"


"Kok gitu?"


"Kan aku masih kangen..." Ujar Lucas sambio tersenyum nakal, ia memicing kan matanya melirik Lia yang di buat malu oleh perkataan nya.


Lia menepuk bahu Lucas lalu mencubitnya.


"Kamu ini mas, udau cepat putar balik"


"Ih, ga mau. Putar balik sekarang mas!" Pinta Lia sambil mengerutkan dahinya.


Lia mulai memperlihatkan bagaimana dirinya saat ini yang sedang datang bulan, mudah marah dan tidak bisa di tebak.


"Iya iya tuan putri, pangeran mu akan segera memutar balik kendaraan nya ini di depan. Sabar ya..."


Tidak mau membuat kemarahan istrinya semakin besar segera Lucas memutar mobil nya dan mencari super market terdekat.


Tanpa menunggu Lucas membukakan pintunya, Lia langsung turun dan masuk begitu saja.


Lucas membuntuti nya dengan mengambil troli belanjaan di tangannya.


Setiap apa yang Lia ambil, Lia berikan pada Lucas hingga membuat troli belanjaan nya penuh.


Lucas memerhatikan satu persatu barang yang Lia letakkan di troli, mulai dari pembalut berbagai ukuran, sabun **** ********** dengan berbagai variant, minuman khusus haid, berbagai camilan dan minuman dan aneka mie dan sosis kesukaan nya.


"Tadi bilangnya ga mau mampir kemana mana, habis itu minta ke supermarket. Tadi juga bilangnya mau beli pembalut, lah ini malah jadi sekeranjang penuh" batin Lucas


"Ayo..." Lia menarik tangan Lucas mengajaknya ke kasir

__ADS_1


"Udah?" Tanya Lucas


"Udah, kamu mau beli juga. Mau beli apa mas?"


"Ngak, aku ga mau beli apa-apa. Kamu yakin cuma mau beli ini?"


"Iya udah, itu udah lengkap kok"


Lucas mengangguk lalu membayar semuanya.


Hanya dengan menggesek kan kartu nya struk belanjaanya pun keluar.


Dengan tangan yang penuh dengan kantong belanjaan Lucas berjalan di belakang Lia persis seperti pelayanannya.


Lucas yang biasa nya selalu cool dengan wajah tampannya, kini ia seperti seorang supir yang ikut belanja bersama tuannya.


Begitulah jika sudah mengenal cinta, yang tadinya garang dan hanya memerintah, kini malah di perintah oleh istrinya.


Setelah memasukkan semua belanjaannya ke dalam bagasi mobil, Lucas lalu duduk di kursi kemudi.


Di samping nya Lia sedang menikmati minuman khusus saat datang bulan.


"Itu minuman apa? Kok kayak asing?" Tanya Lucas


"Bukan minuman asing kok mas, kamu mau? Enak loh..." Lia menawari Lucas untuk mencoba minumannya


"Ih, kok baunya gini. Ini jamu ya?"


"Iya, enak kok, ga pait. Cobain deh pasti suka"


Lia mendekat kan mulut botolnya di dekat mulut Lucas.


Karena Lia yang terus memaksa di tambah lagi ia yang penasaran Lucas akhirnya membuka mulut nya dan meminumnya.


Setelah beberapa tegukan, Lia bertanya


"Gimana, enak kan mas?"


Lucas mengangguk sambil mengelap sisa jamu di bibirnya.


"Iya enak, aku pikir itu jamu pahit"


"Ya ngak lah mas, ini kan jamu khusus wanita yang lagi dapet" ujar Lia sambil kembali meminumnya

__ADS_1


__ADS_2