Aku Hanyalah Istri Kedua

Aku Hanyalah Istri Kedua
Episode 97


__ADS_3

"Den, non Lia emang istrinya aden. Tapi bibi paham karena bibi udah pernah hamil juga den" jelas bi Narsih


"Biar lebih meyakinkan aden, coba besok aden bawa non Lia ke dokter kandungan" imbuhnya


"Benar itu kata bi Narsih, coba aja besok kamu bawa istri kamu ke dokter. Siapa tau kata bi Narsih itu benar, dan papa sebentar lagi akan punya cucu" kata pak Arman


Seketika senyuman langsung tersimpul di bibir Lucas.


Raut kebahagiaan terpancar jelas di matanya


"Besok aku akan bawa Lia ke dokter, semoga aja kecurigaan ini benar. Aku ke kamar dulu ya pa"


Lucas langsung berlari dan pergi ke kamarnya meninggalkan papanya dan bi Narsih di sana.


Begitu Lucas membuka pintu kamarnya lampu kamar sudah gelap, hanya lampu tidur di atas nakas yang masih menyala.


Dengan pelan Lucas melangkah masuk dan duduk di tepi kasurnya.


Ia masih takut kalau istri nya akan marah lagi, ia mencium bajunya dan wangi dari parfum nya sudah mulai memudar. Ya meski bau keringat nya hanya samar-samar tapi setidaknya ia sudah berusaha.


Dengan perlahan ia mulai membaringkan tubuhnya di samping Lia, begitu kepalanya menyentuh bantal Lia terbangun dan mengejutkan Lucas.

__ADS_1


"Dari mana aja kamu mas?" Tanya nya


Lucas terkejut dan langsung menoleh, Lia yang awalnya pulas langsung terbangun dengan matanya yang terbuka lebar.


"Aku habis olahraga sayang"


"Ngapain olahraga malem-malem, kek ga ada siang aja"


Lucas membalikkan badannya menghadap Lia, baru saja ia membuka mulutnya dan hendak menjawab Lia malah mendorong tubuhnya untuk menjauh darinya


"Kamu kok bau keringet sih mas, ih.... Sana, jangan deket deket" usir Lia sambil menutup hidungnya dengan selimut


Lucas mengangkat alisnya dengan matanya yang melotot.


Dan sekarang setelah bau keringat malah di usir.


"Kamu sebenernya kenapa sih sayang, kan kamu sendiri tadi yang nyuruh kalo aku ga bau keringat ga boleh masuk kamar. Lah sekarang...??"


"Ih... Itu kan tadi sekarang ngak. Kamu mandi dulu gih sana, kalo ga mau mandi ya jangan tidur di sini"


Lucas bangun dan duduk dengan terus memandang Lia dengan kesal.

__ADS_1


Ingin ia mengeluarkan kata-kata mutiaranya namun sekuat tenaga ia tahan.


Lucas mengatur nafasnya dan mencoba tetap tenang.


"Oke, malam ini aku akan tidur di sofa. Tapi besok kamu harus ikut aku"


"Iya iya, kemana pun aku ikut. Yang penting sekarang kamu pergi mas, aku ga suka baunya ih. Bikin aku mual tau" oceh nya


Lucas turun dari tempat tidurnya lalu membuka pakaian nya, ia mencium bau keringatnya di baju itu dan tidak seberapa bau.


Ia melirik ke arah Lia lalu mengusap wajahnya dan pergi ke sofa.


Pagi hari yang cerah mentari menyambut dengan sinarnya yang hangat, memasuki seluruh ruangan melalui celah gorden yang tersibak oleh angin.


Cahaya kuning terang dari sang mentari mengenai kelopak mata Lia, membuatnya mengernyitkan alisnya dan perlahan mengucek matanya.


Lia lalu bangun dari tidurnya dan duduk.


Ia mengangkat lengannya ke atas, memutar kepalanya ke kanan dan ke kiri ke untuk melakukan peregangan.


Matanya mulai mencari seseorang namun ia hanya sendiri di dalam kamar.

__ADS_1


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2