Aku Hanyalah Istri Kedua

Aku Hanyalah Istri Kedua
Episode 103


__ADS_3

Meski sedang panik karena teriakan Elda, namun Lucas tidak lupa untuk tetap menjaga istrinya yang kini sedang hamil muda.


Berbeda dengan Lia, karena panik ia lupa kalau dirinya saat ini sedang hamil dan tidak baik jika berlari apa lagi saat menaiki tangga.


"Benar kata den Lucas non. Non Lia harus hati-hati apa lagi naik tangga, non Lia kan lagi hamil" ujar bi Narsih


"Ya ampun bi, aku lupa" kata Lia sambil memegang perutnya.


Lia berjalan dengan pelan bersama bi Narsih menaiki tangga ke lantai atas.


Begitu sampai di kamar papanya, Lucas sudah mendapati Elda yang sudah berada di atas kasur di sisi papa nya yang terkulai lemas.


Lucas berlari dan langsung naik ke atas kasur


"Ada apa ini elda, kenapa papa bisa pingsan gini?!"


"A aku ga tau kak, pas aku masuk om Arman udah pingsan gini" jawab Elda


"Ya Tuhan... Papa... pa, bangun pa. Papa, ini Lucas pa, papa..."


Berulang kali Lucas menepuk pipi papanya mencoba membangunkannya, namun tak ada reaksi sedikit pun dari pak Arman


Begitu Lia masuk ke kamar pak Arman Elda berlari keluar dan Lucas sedang berusaha menggendongnya.


Ia terkejut karena papanya sudah lemas di atas pangkuan suaminya.

__ADS_1


"Papa, papa kenapa mas?" tanya Lia


"Papa pingsan sayang, aku mau bawa papa ke rumah sakit sekarang. Kamu sama jangan ikut ya, kamu di sini aja sama bi Narsih"


Dengan cepat Lia menggeleng "Ngak mas, aku mau ikut"


"Sayang, plis dengerin aku. Saat ini aku harus buru-buru bawa papa, kamu ga mau kan kalo sesuatu terjadi sama papa?"


Lia mengangguk karena ia memang tidak ingin terjadi sesuatu pada papa mertuanya itu.


Dengan berat hati Lia akhirnya setuju dan mau untuk menunggu di rumah.


Lucas dengan hati-hati menggendong papanya menuruni anak tangga sedangkan Elda di luar sudah menyiapkan mobil.


Elda mengemudikan mobil dengan cepat agar bisa segera sampai di rumah sakit.


"Kak, bagaimana om Arman? Aku takut?"


"Diam lah, jangan berangan yang tidak-tidak. Mengemudi lah dengan fokus!" ujar Lucas


Ini adalah kali pertama bagi Elda mengemudi mobil nya dengan secepat ini.


Meski ada rasa takut di dalam dirinya namun Elda lawan semua itu demi bisa mengantar pak Arman ke rumah sakit tepat waktu.


Beruntung jalanan tidak terlalu ramai hingga Elda bisa mengemudi dengan mulus.

__ADS_1


Lia di rumah duduk cemas dengan perasaan nya yang tidak karuan.


Resah, gelisah, khawatir menjadi satu.


Bi Narsih mengambilkan segelas air lalu ia berikan pada Lia "Minumlah non"


Lia menolak karena ia tidak ingin minum


"Ngak bi, aku ga haus"


"Non, non Lia sekarang sedang hamil muda ga baik kalau non Lia sampe stres"


Lia menolak dan dan menjauhkan tangan bi Narsih dari nya.


Bi Narsih mengerti bagaimana khawatirnya Lia, tapi di kondisinya yang seperti ini banyak pikiran seperti ini bisa berbahaya bagi janinnya.


"Non Lia, bibi tau non Lia sangat sayang sama bapak. Non Lia pasti sangat khawatir kan? Tapi jika bapak tau saat ini non Lia sedang cemas dan tidak mau makan minum, bapak pasti sedih non. Jika non Lia tidak lapar setidaknya makan lah sedikit untuk janin yang ada di dalam perut non Lia"


Lia menatap wajah bi Narsih lalu menunduk dan mengusap perutnya "Bibi benar, kehamilan ku ini sangat di tunggu oleh papa. Papa pasti akan sedih jika tau aku tidak menjaga calon cucunya dengan baik"


"Itu yang bibi maksud non, sekarang non Lia makan ya"


Lia mengangguk sambil menyibak rambutnya


"Tunggu sebentar biar bibi ambilkan"

__ADS_1


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2